Kayu Sawit Jadi Harapan Baru Industri Furnitur, Alumni Desain Produk dan FKD Unisnu Jepara Gandeng Pakar Jerman

Rountable Discussion yang digagas oleh Alumni Desain Produk

JEPARA | GISTARA.COM – Potensi kayu sawit sebagai material ramah lingkungan untuk industri furnitur menjadi pembahasan utama dalam Roundtable Discussion yang digelar Ikatan Alumni (IKA) Desain Produk Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bersama Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Unisnu Jepara, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan  berlangsung di aula FKD, yang dibuka oleh Rektor Unisnu Jepara, Prof. Abdul Djamil, didampingi Dekan FKD, Dr. Agus Subhan Akbar, S.Kom., M.Kom. Diskusi dipandu oleh alumni Desain Produk Unisnu, Subhan, M.Sn.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. (Ing.) Stefan Mohringer, pakar asal Jerman. Ia memaparkan hasil risetnya mengenai pemanfaatan batang kelapa sawit sebagai bahan baku alternatif industri furnitur.

BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Menurut Stefan, melalui penelitian selama lebih dari 10 tahun di Indonesia bersama PT Eko Palma Mandiri, batang sawit yang selama ini dianggap limbah berhasil diolah dengan teknologi modern menjadi material yang ringan, kuat, dan layak digunakan sebagai bahan baku furnitur.

Kepala Program Studi Desain Produk Unisnu Jepara, Dwi Agus Susila, M.Sn., menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, kehadiran kayu sawit membuka peluang baru bagi dunia desain sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan industri.

“Kehadiran material ini adalah jawaban yang dinanti dunia industri kreatif. Kita tidak hanya mendapatkan alternatif bahan baku yang melimpah, tetapi juga menantang mahasiswa dan para desainer untuk melahirkan karya yang ramah lingkungan tanpa kehilangan nilai estetikanya,” ujar Dwi Agus.

Menurut Dwi Agus, Inovasi ini dinilai hadir pada waktu yang tepat, ketika isu perubahan iklim dan keterbatasan bahan baku kayu semakin menjadi perhatian. Selama ini, batang sawit yang sudah tidak produktif umumnya hanya menjadi limbah perkebunan atau dibakar. Melalui teknologi pengolahan tersebut, limbah itu kini memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

BACA JUGA: Wujudkan Ruang Aman, Jepara Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan di Madrasah dan Pesantren

Bagi industri mebel, khususnya di Jepara, kayu sawit juga menawarkan keuntungan dari sisi efisiensi biaya produksi. Selain harganya yang lebih kompetitif, material ini tetap memiliki karakteristik yang kuat sehingga berpotensi menjadi alternatif bahan baku tanpa mengurangi kualitas produk.

Karakter kayu sawit yang ringan namun kokoh juga dinilai cocok untuk dikembangkan menjadi berbagai desain furnitur modern, mulai dari konsep minimalis, kontemporer, hingga furnitur knock-down yang lebih mudah dikirim ke berbagai daerah maupun pasar ekspor.

Sebagai tindak lanjut, PT Eko Palma Mandiri dan Unisnu Jepara menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan riset dan sumber daya manusia.

BACA JUGA: Perkuat Peran Perempuan, KPI Jepara Dikukuhkan

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa Program Studi Desain Produk akan memperoleh kesempatan magang, melakukan riset bersama, hingga mendapatkan transfer teknologi secara langsung.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu melahirkan desainer-desainer muda yang siap menghadirkan inovasi furnitur berkelanjutan dan memperkuat daya saing industri mebel Jepara di pasar global.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran anggota Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) Jepara yang memenuhi ruang diskusi. Keterlibatan HDMI menunjukkan bahwa pemanfaatan kayu sawit tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi juga mendapat perhatian serius dari pelaku industri.

Kolaborasi antara Unisnu Jepara sebagai lembaga pendidikan, PT Eko Palma Mandiri sebagai pengembang teknologi, dan HDMI Jepara sebagai representasi praktisi desain diharapkan menjadi langkah awal menuju industri mebel Jepara yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat dunia. (KA)

Related posts

Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Nderekke Saran Kyai Sepuh, PCNU Jepara Dukung Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar ke 35

Momentum Hari Bhayangkara ke 80, Ketua GP Ansor Jepara Harap Polri Kian Profesional dan Dekat dengan Rakyat