Temu Pendidik Nusantara XIII, Siapkan Masa Depan Anak Didik Tanpa Kehilangan Akar Budaya 

Seminar Temu Pendidik Nysional

JEPARA | GISTARA. COM — Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) bersama Guru Belajar Foundation (GBF) menyelenggarakan Temu Pendidik Nusantara XIII (TPN XIII) dengan mengusung tema “Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia” di Aula SMAN 1 Jepara, Sabtu (04/07/2026).

Forum tahunan ini menjadi wadah kolaborasi bagi para pendidik, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk bersama-sama merespons berbagai tantangan global yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.

Koordinator Daerah KGBN Jepara, Ninok Eyiz Sumianingrum, menegaskan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan harus diawali dengan memberikan ruang yang luas bagi para guru untuk terus berkembang, sekaligus memperjuangkan kemerdekaan belajar secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Praktisi Media Berbagi Pengalaman Jurnalistik kepada Mahasiswa KPI Unisnu Jepara

“Pendidikan yang berkualitas lahir ketika setiap pihak memandangnya sebagai tanggung jawab bersama. Melalui tema Kewargaan Desa Dunia, kami ingin memastikan anak-anak didik siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar budaya yang mereka miliki,” ujar Ninok.

Rangkaian kegiatan TPN XIII diisi dengan berbagai sesi interaktif yang dirancang untuk memperkuat ekosistem pendidikan. Kegiatan tersebut meliputi Bincang Pendidikan, sebagai ruang diskusi terbuka bersama pemangku kebijakan dan tokoh pendidikan setempat; Kelas Pendidik dan Kelas Pemimpin, yang menjadi wadah berbagi praktik baik, refleksi, serta inspirasi dari pengalaman para guru dan kepala sekolah; serta ajang Cerdas Cermat Guru yang berlangsung meriah.

BACA JUGA: Kuatkan Sinergi Bangun Generasi Qur’ani, LMY Kecamatan Jepara Gelar Rihlah dan Multaqo

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Jepara turut menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada tujuh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda.

Pelaksanaan TPN XIII diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemangku kebijakan, pemangku kepentingan, dan pendidik lokal. Melalui ruang belajar yang kolaboratif ini, ekosistem pendidikan di daerah diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak positif dan berkelanjutan bagi masa depan pendidikan.(KA).

Related posts

Bangun Ekosistem Riset dan Publikasi Ilmiah, Magister Manajemen Pascasarjana Unisnu Jepara Gelar Forum Akademik

Perkuat Tradisi Akademik, Mahasiswa S3 Studi Islam UIN Sunan Kudus Luncurkan Buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora

Pelepasan Siswa MI Miftahul Huda Tegalsambi, Camat Tahunan:  Pendidikan Dasar Agama Sangat Penting