JEPARA | GISTARA. COM – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Batealit melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batealit pada Senin (6/7/2026) di Kantor KUA Batealit. Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan kelembagaan guna mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat di Kecamatan Batealit.
Audiensi dipimpin oleh Ketua PAC Fatayat NU Batealit, Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I., dan diterima langsung oleh Kepala KUA Batealit, H. Hisyam Zamroni, S.Ag., M.S.I. Turut hadir jajaran pengurus PAC Fatayat NU Batealit beserta perwakilan KUA Batealit.
Dalam pemaparannya, Ketua PAC Fatayat NU Batealit menyampaikan bahwa pada tahun kedua masa kepengurusan, PAC Fatayat memfokuskan diri pada penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, salah satunya KUA Batealit.
BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Beberapa program yang diusulkan untuk dikerjasamakan antara lain pelatihan pemulasaraan jenazah bagi perempuan, kelas fiqih wanita, penguatan konten dakwah, pendampingan keluarga, hingga program pencegahan pernikahan usia anak dan penguatan ketahanan keluarga.
“Kami ingin Fatayat hadir tidak hanya sebagai organisasi perempuan, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang tangguh, meningkatkan literasi keagamaan perempuan, serta memperkuat pelayanan sosial kemasyarakatan. Sinergi dengan KUA menjadi langkah penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat ranting,” ujar Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I.
Menanggapi paparan tersebut, Kepala KUA Batealit menyambut baik inisiatif PAC Fatayat NU Batealit. Menurutnya, banyak program yang memiliki irisan dengan tugas dan fungsi KUA sehingga sangat memungkinkan untuk dikolaborasikan secara berkelanjutan.
Dalam diskusi, KUA Batealit juga memberikan berbagai masukan, di antaranya pentingnya sinergi antara penyuluh agama dan pengurus Fatayat di setiap ranting, penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai program ketahanan keluarga, serta kolaborasi dalam kegiatan penyuluhan di sekolah dan madrasah terkait pencegahan perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan pembangunan karakter generasi muda.
BACA JUGA: Wujudkan Ruang Aman, Jepara Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan di Madrasah dan Pesantren
Selain itu, dibahas pula mekanisme pengusulan peserta pada berbagai program pemberdayaan perempuan agar dapat bersinergi dengan pemerintah desa, sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran.
“KUA tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ketahanan keluarga. Kami membutuhkan mitra yang memiliki jaringan hingga tingkat desa seperti Fatayat NU. Kami siap berkolaborasi dalam program edukasi keluarga, fiqih perempuan, pemulasaraan jenazah, maupun penyuluhan kepada remaja sebagai upaya preventif terhadap berbagai persoalan sosial,” ungkap H. Hisyam Zamroni, S.Ag., M.S.I.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menindaklanjuti sejumlah program prioritas melalui penyusunan agenda kegiatan bersama antara PAC Fatayat NU Batealit dan KUA Batealit.
Melalui kemitraan ini, diharapkan sinergi antara organisasi perempuan NU dan KUA mampu memperkuat pembangunan keluarga yang berkualitas, meningkatkan kapasitas perempuan, serta menghadirkan layanan keagamaan dan sosial yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Batealit. (KA)