Haul Para Masyayikh di Ponpes Jalaluhu Suwawal Timur, KH Baha’ Jogo Sampurno Muhaiminan Ajak Jamaah untuk Berthoriqoh 

KH. Baha' Jogo Sampurno Muhaiminan, Pengasuh Ponpes Kyai Parak dari Parakan Temanggung memberikan mauidzoh hasanah

 JEPARA | GISTARA. COM – Para jamaah memadati halaman Pondok Pesantren Jalaluhu (Mbah Jolo), Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, dalam Pengajian Umum memperingati Haul Syekh Abi Hasan Asy-Syadzili, Syekh Bahauddin An-Naqsyabandi, serta para masyayikh, Jumat malam. (10/7/26).

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri jamaah thariqah, masyarakat umum, jajaran Nahdlatul Ulama (NU), Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, hingga IPNU-IPPNU.

Sebelum acara inti dimulai, suasana religius semakin terasa dengan lantunan qosidah dari grup Ashabul Suffah Suwawal Timur.

BACA JUGA: Di Tengah Puing-Puing Rumah, BAZNAS Jepara Hadir Ringankan Kesedihan Pak Bungkus

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Abdullah Syifa, dilanjutkan tahlil yang dipimpin KH Mahmudi.

‎Shohibul Bait, KH Mawahib Kastawi (Mbah Jolo), dalam sambutannya  menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan haul dapat terselenggara dengan lancar dan khidmat.

‎Ia menegaskan bahwa seorang guru mursyid merupakan sosok pembimbing yang menuntun umat menuju keselamatan dunia dan akhirat. Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk bergembira atas kehadiran guru mursyid di tengah majelis serta berharap seluruh peserta memperoleh keberkahan dari para guru dan masyayikh.

‎”Mugio Kito angsal berkahe guru (semoga kita mendapat barokah guru),” tuturnya

‎Mauidzoh hasanah disampaikan oleh KH Baha’ Jogo Sampurno Muhaiminan, Mursyid Thoriqoh Syadziliyah, Pengasuh Pesantren Kyai Parak, Parakan, Temanggung,  yang merupakan putra KH Muhaiminan Gunardo.

BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Dalam pesannya , KH Baha’ menjelaskan bahwa ulama merupakan waratsatul anbiya‘, yakni pewaris para nabi yang memikul amanah besar untuk mendidik, membimbing, dan mengarahkan umat dengan penuh kesabaran, keikhlasan, serta keteladanan.

Ia juga menekankan pentingnya mengikuti thariqah sebagai jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, thariqah menjadi salah satu wasilah (wushul) dalam meraih keridaan Allah dengan bimbingan guru mursyid yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.

“Mari kita mengikuti thoriqoh yang mu’tabaroh, yang sanadnya sambung sampai Kanjeng Nabi Muhammad” Ajaknya

Salah seorang jamaah, Jami’i, mengaku bersyukur dapat mengikuti pengajian tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan daging semua, sehingga  menambah pemahamannya mengenai thariqah.

“Alhamdulillah, isi pengajiannya daging semua, sehingga  menambah ilmu. jadinya mengerti tentang  thariqah dan pentingnya bimbingan seorang guru mursyid dalam perjalanan menuju Allah SWT,” ungkapnya. (KA)

Related posts

Momentum Maulid Nabi, Pengurus Masjid Raudlatus Salikin Masa Khidmat  2026–2031 Dikukuhkan

Kaji Pembukaan Lahan Propinsi Papua, LBM PWNU Jawa Tengah: Utamakan Prinsip Keadilan dan Kesejahteraan sesuai Hukum Islam

Kiai Muhammad Choirul Misbah Ajak Umat  Islam Teladani Nabi Muhammad, Menjaga Kebersihan dan Memahami Sejarah