Dorong Partisipatif Aktif Anak Muda, PDB Gelar Simposium Demokrasi: “Smart Voters, Bright Future”

Simposium Demokrasi: “Smart Voters, Bright Future"

PURWOKERTO | GISTARA. COM – Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menggelar Simposium Demokrasi bertema “Smart Voters, Bright Future: Manifestasi Suara Kelompok Muda di Era Demokrasi Digital” pada Kamis (16/7/2026) di Hotel Surya Yudha, Purwokerto.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan, serta pemantau pemilu se-Banyumas Raya.

Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga KPU RI, Andi Setio Pranata, hadir memberikan sambutan pembuka. Ia mengapresiasi langkah PDB sebagai mitra strategis KPU RI dalam pendidikan pemilih.

“KPU RI sangat terbuka untuk kolaborasi seperti ini. Kunci demokrasi berkualitas ada di tangan pemilih cerdas, terutama anak muda. Di era digital, tantangannya adalah hoaks dan politik uang. Karena itu, ‘Smart Voters’ harus jadi gerakan bersama agar melahirkan ‘Bright Future’ untuk demokrasi Indonesia,” tegas Andi Setio Pranata.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Turut memberikan sambutan,  Anggota KPU Banyumas, Yasum Surya Mentari,S.IP, menekankan pentingnya literasi digital bagi pemilih pemula.

“KPU tidak bisa jalan sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat sipil seperti PDB sangat membantu kami menyebarluaskan pendidikan pemilih. Anak muda harus paham hak dan kewajibannya, serta berani jadi agen sosialisasi di lingkungannya,” ujar Yasum.

Simposium ini menghadirkan empat tokoh kunci: Masykurudin Hafidz selaku Rektor Akademi Pemilu & Demokrasi, Rani Zuhriyah Anggota Bawaslu Banyumas, M. Rikza Hasballa Ketua Umum Pengurus Nasional PDB, serta Ahmad Rizqinal Mubarok Ketua PDB Jawa Tengah.

Ketua Umum PDB Nasional, M. Rikza Hasballa, menegaskan bahwa simposium ini menjadi wadah strategis untuk mendorong partisipasi aktif anak muda.

“Ini manifestasi nyata suara kelompok muda. Pemilih muda harus cerdas menyaring informasi di era demokrasi digital,” ujar Rikza.

BACA JUGA: Multaqo LMY Kecamatan Jepara 2026 Ditutup, Tebar Kepedulian kepada Anak Yatim dan Guru TPQ

Masykurudin Hafidz, Rektor Akademi Pemilu & Demokrasi, mengupas tuntas tantangan disinformasi dan misinformasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya digital literacy bagi pemilih pemula agar tidak mudah terprovokasi isu SARA dan hoaks yang merusak kualitas pemilu.

Rani Zuhriyah, Anggota Bawaslu Banyumas*, menjelaskan peran krusial pengawasan partisipatif oleh masyarakat. Menurutnya, anak muda harus berani melapor jika menemukan dugaan pelanggaran, terutama politik uang dan politisasi SARA, demi terciptanya pemilu yang jujur dan adil.

Ahmad Rizqinal Mubarok, Ketua PDB Jawa Tengah, memaparkan komitmen PDB di daerah dalam menggerakkan pemilih muda. Ia mengajak seluruh organisasi kepemudaan di Banyumas Raya untuk bersinergi menjadi garda terdepan pendidikan politik di akar rumput.

Simposium ditutup dengan ajakan AYO PANTAU BERSAMA! sebagai komitmen bersama menjaga integritas pemilu. (KA)

Related posts

Bukan Sekadar Emansipasi, Film Kartini Ungkap  Jejak Pengembangan Seni Ukir Jepara

Jadikan Jepara sebagai Pusat Peradaban, Menteri Kebudayaan Luncurkan Buku TATAH 

Stok Pertalite Terjaga, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Normal