JEPARA | GISTARA. COM – Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga lewat gerakan intelektual dan budaya literasi. Semangat itu tercermin dalam pertemuan Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH M. Shohibul Itmam, dengan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, SE, di sela-sela acara sosialisasi pemilihan petinggi, pada Kamis 13 Agustus 2026.
Dalam konsolidasi singkat yang berlangsung di Gedung Serbaguna Jepara tersebut, KH M. Shohibul Itmam yang juga akademisi UIN Sunan Kudus memberikan buku berjudul Politik Hukum Islam di Indonesia kepada Bupati Jepara.
Pemberian buku itu bukan sekadar hadiah, tetapi menjadi simbol penting tentang bagaimana kemerdekaan dapat diisi melalui ilmu pengetahuan, gagasan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya dulu mendapat beasiswa studi ke Iran, juga bantuan dari Pemda Jepara. Jadi saya merasa berkewajiban membalas kepada masyarakat Jepara,” ujar KH Shohibul Itmam.
BACA JUGA: Jepara Art Carnival 2026 Meriah, Ini Daftar Pemenangnya
Menurutnya, buku menjadi salah satu sarana untuk merawat gagasan, memperluas wawasan, sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya Nahdlatul Ulama.
Sinergi antara ulama dan umaro dinilai penting dalam mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia.
BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Dirgahayu RI ke-81

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, termasuk yang digelar organisasi kemasyarakatan.
“Kita akan fasilitasi dan dorong semua kegiatan masyarakat, termasuk ormas di Jepara seperti NU yang akan menghadapi Muktamar Jombang,” tegas bupati yang akrab disapa Mas Wiwit tersebut.
Pertemuan ulama dan umaro itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pendidikan, karakter, literasi, serta budaya membaca juga menjadi bagian penting dalam upaya mengisi kemerdekaan.
BACA JUGA: Dr. Hj. Hindun Anisah, MA., Anggota DPR RI Fraksi PKB Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga dituntut tidak sekadar menjadi konsumen informasi. Kemampuan memilah, memahami, dan memanfaatkan pengetahuan secara bijak menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang maju dan berdaya.
Bagi Jepara, semangat tersebut relevan dengan karakter daerah yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan, kebudayaan, kerajinan, dan perjuangan.
Kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hadiah buku dari Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah kepada Bupati Jepara pun akhirnya memiliki makna lebih luas. Bukan sekadar pemberian sebuah bacaan, tetapi menjadi simbol persahabatan, penghormatan, sekaligus ajakan untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan ilmu, gagasan, keteladanan, dan kerja nyata. (KA)