Akses Utama Tempur Mulus, Pengaspalan 16,99 Kilometer Masuki Tahap Akhir

Jalur utama menuju Desa Tempur menjadi Mulus

JEPARA | GISTARA. COM – Proses pengaspalan badan jalan jalur utama menuju dan dari Desa Tempur memasuki tahap pengerjaan akhir. Diperkirakan, pertengahan pekan ini badan jalan sepanjang 16,99 kilometer itu seluruhnya mulus diguyur aspal hotmix dan bermarka jalan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jepara Hery Yulianto mengatakan ruas jalan yang sudah diaspal hotmix itu mulai dari Damarwulan – Duplak. Akses jalan itu merupakan jalur utama menuju dan dari desa wisata tersebut.

Proses pengaspalan hotmix di badan jalan itu sudah dimulai sejak awal Agustus lalu. Pagu anggaran dari APBD Jepara untuk ruas jalan stategis ini mencapai Rp4, 9 miliar.
Selain pengaspalan, ruas jalan itu juga diperlebar dan dibeton, khususnya di bagian tikungan-tikungan yang curam dan tajam.

BACA JUGA: Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

“Dua hingga tiga hari sudah rampung semua. Tinggal finishing saja, nanti juga diberi marka jalan. Ini juga bagian Jepara Mulus sesuai instruksi Bupati Witiarso Utomo,” kata Hery Yulianto didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Jepara, Dimas Hanantiyo, Senin (7/9/2026).

Seperti diketahui, longsor pada awal tahun ini memutus akses menuju dan dari Desa Tempur. Ribuan warga Tempur sempat terisolir seiring bencana alam itu.

Tak hanya itu, hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur kawasan Tempur juga membuat badan jalan berlubang dengan diameter lubang dan kedalaman bervariasi.

Hery menambahkan perbaikan juga direncanakan untuk ruas Kaliombo – Tempur. Rencananya pembetonan ruas jalan sepanjang 4,344 kilometer itu menggunakan dana Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat.

“Rencananya, IJD masuk ke sana (Tempur),” ujarnya.

Menurut Hery, akses jalur alternatif, Sumanding – Tempur juga segera digarap akhir tahun ini. Anggaran Rp1, 5 miliar dikucurkan dari APBD Perubahan 2026 untuk pembentukan badan jalan yang masih berupa tanah tersebut.

BACA JUGA: Dukung Pariwisata, Express Bahari 7G Perkuat Konektivitas Jepara–Karimunjawa

Ia mencontohkan salah satu pekerjaan itu berupa penurunan permukaan jalan yang tanjakannya terlalu tinggi dan curam. Titik yang digarap mulai dari rest area pertama hingga Nganguk.

“Nanti tahun 2027 pekerjaan dilanjutkan lagi pakai APBD Jepara,” jelasnya.

Salah seorang warga Tempur, Ahmadi mengapresiasi mulusnya akses jalan menuju dan dari desanya. Ia berharap badan jalan dengan aspal hotmix itu awet karena menjadi tumpuan utama warga untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari urusan ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga akses wisata.

“Kita juga senang karena sudah ada jalur alternatif via Sumanding. Jalur ini penting jika sewaktu-waktu terjadi longsor, masih ada akses jalan yang bisa dilalui,” tandasnya. (KA)

Related posts

Peredaran Rokok Ilegal di Jepara Belum Sepenuhnya Terhenti, 4.160 Batang Disita

Pengurus Ranting NU Desa Bondo Masa Khidmah 2026–2031 Resmi Dilantik

Jepara Night Jadi Ruang Promosi UMKM Jepara