JEPARA | GISTARA. COM – Rangkaian kegiatan Kemah Bakti Masyarakat (KBM) XII dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Yayasan Nahdlatus Syubban Blingoh resmi dimulai di Dukuh Janggleng, Desa Tulakan, Sabtu (10/10/2026). Upacara pembukaan yang berlangsung pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Muhamad Ibnu Hajar, S.M., Wakil Bupati Jepara menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tahunan tersebut.
Dalam amanatnya, Muhamad Ibnu Hajar menegaskan bahwa Kemah Bakti Masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter yang memberikan pengalaman belajar langsung bagi para siswa. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di dalam ruang kelas, melainkan perlu dipadukan dengan interaksi sosial dan keterlibatan aktif di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Desa Tempur Jadi Cermin Kerukunan Umat Beragama di Jepara
Ada tiga hal utama yang ditekankan kepada seluruh peserta kemah. Pertama, peserta diminta membangun kemandirian dan kedisiplinan melalui kebiasaan mengatur waktu, menjaga perlengkapan, serta mematuhi aturan perkemahan.
Kedua, peserta didorong untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong dengan melihat kehidupan masyarakat sekitar secara langsung melalui aksi bakti sosial.
Ketiga, peserta diharapkan dapat menguatkan karakter dan akhlak mulia dengan menjadikan seluruh aktivitas keagamaan sebagai sarana membentuk pribadi yang beriman, jujur, serta berani melayani dan memberi teladan.
BACA JUGA: Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar Monitoring Ujicoba MBG Prasmanan, Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan
Penekanan karakter ini juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Jepara MULUS. Pembangunan Kabupaten Jepara tidak semata-mata diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, melainkan juga harus tercermin dari kualitas sumber daya manusia, karakter generasi muda, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Nahdlatus Syubban, KH. Ahmad Farohi, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.
KH. Ahmad Farohi menegaskan, “KBM XII bukan sekadar kegiatan rutin tahunan atau perkemahan biasa, melainkan wadah pembinaan spiritual, mental, dan sosial bagi para santri dan siswa. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.”
BACA JUGA: DPC PKB Jepara 2026-2031 Dikukuhkan, Targetkan Tambah Kursi DPRD
Selain upacara pembukaan, kegiatan ini juga disertai dengan aksi Bakti Sosial berupa penyaluran paket sembako kepada 150 warga sekitar.
Kegiatan perkemahan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Oktober 2026 ini, melibatkan jajaran penggalang ramu MI Nahdlatusy Syubban, penggalang MTs Islamiyah, penegak MA Nahdlatusy Syubban, hingga para pembina pendamping.
Pelaksanaan KBM XII dirancang dengan menggabungkan lima pilar utama, yaitu pengembangan keterampilan, pencapaian prestasi, pengabdian masyarakat, pengembangan kreativitas, serta pembinaan keagamaan. (KA)