JEPARA | GISTARA. COM — Harapan masyarakat untuk memperoleh akses layanan kesehatan yang semakin dekat dan terjangkau mendapat momentum baru. RSINU Cakra Medika Mayong, yang berlokasi di Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menjalani visitasi dan evaluasi kredensial kemitraan dengan BPJS Kesehatan, Senin (19/10/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya rumah sakit mempersiapkan diri melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur BPJS Kesehatan Kudus, Fahrurozi, hadir langsung bersama tim untuk melakukan evaluasi. Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di wakili drg. M.Tryanza Maulana, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara yang dihadiri Dian Susianto, Direktur RSINU Cakra Medika Mayong dr. Pujianto Basuki, PT Wasaida selaku mitra operasional, serta jajaran Yayasan Kesehatan Islam Nahdlatul Ulama (Yakisnu).
Visitasi kredensial bukan sekadar pemeriksaan administratif. Proses ini menjadi tahapan penting untuk menilai kelayakan fasilitas kesehatan sebelum menjalin kerja sama pelayanan dengan BPJS Kesehatan. Aspek yang dievaluasi mencakup kesiapan sarana dan prasarana, mutu pelayanan medis maupun nonmedis, ketersediaan tenaga kesehatan, serta dukungan operasional rumah sakit dalam memberikan layanan kepada peserta JKN.
BACA JUGA: RSI NU Cakra Medika Mayong Raih Akreditasi Paripurna, Mantapkan Standar Pelayanan dan Keselamatan Pasien
Bagi RSINU Cakra Medika Mayong, evaluasi tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan sekaligus memperkuat kepercayaan publik. Rumah sakit dituntut tidak hanya memiliki fasilitas yang memadai, tetapi juga memastikan bahwa pelayanan berlangsung profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Kesiapan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kompetensi sumber daya manusia dan tata kelola pelayanan yang akuntabel.
Ketua Yakisnu Mayong, KH Mughits Nailufar, menyampaikan keyakinannya bahwa RSINU telah memenuhi berbagai aspek yang dibutuhkan, mulai dari sarana prasarana hingga ketersediaan tenaga medis dan nonmedis. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pengembangan bisnis kesehatan agar rumah sakit mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Optimis, RSINU Cakra Medika Mayong segera layani peserta BPJS
Pernyataan tersebut dibenarkan Direktur RSINU Cakra Medika Mayong, dr. Pujianto Basuki. Kesiapan rumah sakit, menurut arah pengembangan yang disampaikan pihak pengelola, tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan saat ini. Penguatan layanan dan pengembangan kapasitas ke depan menjadi bagian dari ikhtiar membangun institusi kesehatan yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Target dimulainya pelayanan bagi peserta BPJS pada awal November 2026 menjadi harapan berikutnya. Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan kerja sama resmi disepakati, kehadiran RSINU dalam jejaring pelayanan JKN berpotensi memperluas pilihan fasilitas kesehatan bagi warga Mayong dan sekitarnya. Namun, realisasi pelayanan tetap bergantung pada hasil akhir kredensial, persetujuan kerja sama, dan kesiapan operasional sesuai ketentuan BPJS Kesehatan.
BACA JUGA: Genap Setahun, RSINU Cakra Medika Mayong Optimis Wujudkan Layanan Kesehatan yang Paripurna
Momentum tersebut terasa relevan dengan peringatan Hari Santri 22 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda. Semangat pengabdian yang menjadi ruh perjuangan santri bertemu dengan cita-cita generasi muda untuk membangun bangsa. Dalam konteks pelayanan kesehatan, semangat itu menemukan bentuk nyata melalui upaya memperkuat fasilitas kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara profesional dan berkeadilan.
Kolaborasi antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, PERSI, pengelola rumah sakit, mitra operasional, dan Yakisnu juga memperlihatkan bahwa pengembangan layanan kesehatan membutuhkan kerja bersama. Setiap unsur memiliki peran dalam memastikan kesiapan fasilitas, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan operasional. Sinergi ini menjadi modal penting agar pelayanan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu menjaga mutu dan kepercayaan pasien.
Pada akhirnya, keberhasilan RSINU Cakra Medika Mayong tidak semata-mata diukur dari terjalinnya kemitraan dengan BPJS. Ukuran yang lebih mendasar adalah manfaat yang dirasakan pasien: akses yang semakin dekat, pelayanan yang manusiawi, tenaga kesehatan yang kompeten, serta kepastian layanan sesuai hak peserta JKN. Jika target awal November 2026 dapat direalisasikan setelah seluruh proses dinyatakan memenuhi ketentuan, langkah ini akan menjadi babak baru bagi RSINU dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat Jepara. (KA)