Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, October 20, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

by Redaksi 20/10/2026
Redaksi 20/10/2026 3 views
Ilustrasi santri sedang melaksanakan praktikum
3

Oleh : Hisyam Zamroni

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menghadirkan momentum reflektif yang mendalam. Di tengah gelombang disrupsi global yang digerakkan oleh revolusi teknologi gelombang keempat, tantangan umat Islam tidak lagi terbatas pada aspek penjagaan ortodoksi teologis semata.

Lebih dari itu, dunia pesantren dihadapkan pada tuntutan epistemologis untuk merespons kompleksitas zaman yang bergerak cepat, di mana sains, teknologi terbarukan, dan instrumen ilmu-ilmu sosial modern menjadi penentu utama peradaban.

Secara sosiologis, akselerasi digital dan otomatisasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) kerap memicu fenomena yang oleh William F. Ogburn disebut sebagai cultural lag yakni ketertinggalan budaya ketika struktur material berubah jauh lebih cepat daripada kapasitas adaptasi etis masyarakat.

BACA JUGA: Miris, Anak di Bawah Umur Diduga  Dimanfaatkan Membantu Transaksi Narkoba

Jika institusi pesantren masih terjebak dalam dikotomi usang yang memisahkan antara ilmu agama (ulum al-din) dan ilmu pengetahuan umum (ulum al-kauniyah), maka daya saing santri di panggung global akan tergerus. Oleh karena itu, pendekatan multidisipliner yang memadukan khazanah klasik kitab kuning dengan sains mutakhir serta analisis sosiologis menjadi sebuah keniscayaan ilmiah.

Integrasi epistemologi Islam dengan sains terbarukan seperti bioteknologi, nanoteknologi, sains data, dan transisi energi bersih akan melahirkan formasi intelektual santri yang memiliki kedalaman spiritual (dwauq) sekaligus ketajaman analitis-empiris.

Dalam kerangka sosiologi pengetahuan, tradisi intelektual pesantren memiliki modal sosial yang kuat berupa etos kemandirian dan jaringan komunitas yang luas. Ketika modal ini disandingkan dengan penguasaan metodologi riset ilmiah modern, santri akan mampu menerjemahkan nilai-nilai universal agama ke dalam solusi-solusi praktis bagi krisis kemanusiaan global, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga perubahan iklim.

Lebih lanjut, pendekatan ilmu-ilmu sosial kontemporer membekali santri dengan kemampuan critical thinking untuk membaca struktur ketimpangan global, mitigasi konflik sosial, serta perumusan kebijakan publik yang berkeadilan.

BACA JUGA: BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

Sosiolog mazhab kritis seperti Jürgen Habermas  menekankan pentingnya rasionalitas komunikatif dalam ruang publik modern. Dalam konteks ini, santri diproyeksikan bukan sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan subjek aktif yang mampu melakukan artikulasi moral di tengah pluralitas peradaban digital.

Transformasi ini membuktikan tesis bahwa tradisi intelektual pesantren tidak pernah bersifat ankuaristik atau statis, melainkan selalu memegang prinsip al-muhafadzah ‘ala al-qadim al-salih wal akhdu bil jadid al-aslah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik). Fleksibilitas metodologis inilah yang membuat pesantren tetap relevan (salihun likulli zaman wa makan)

Menatap visi besar Indonesia Emas 2045, di mana bonus demografi Indonesia mencapai puncaknya, taruhannya adalah kualitas sumber daya manusia.

Dengan memadukan ketajaman spiritual kitab kuning, penguasaan sains dan teknologi mutakhir, serta ketajaman analisis ilmu-ilmu sosial, santri dipastikan tidak akan menjadi penonton di negeri sendiri. Mereka akan hadir sebagai arsitek peradaban yang memandu kemajuan teknologi dengan etika profetik, membawa bangsa Indonesia berdiri anggun di puncak peradaban global yang berdaulat, maju, dan berkeadilan.

Hisyam Zamroni, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

HSN 2026IptekSanti
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

    20/10/2026
  • HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

    20/10/2026
  • Semarakkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Mayong Gelar Kompetisi Pelajar

    19/10/2026
  • RSINU Cakra Medika Mayong Bersiap Layani Peserta BPJS, Target 1 November 2026

    19/10/2026
  • Miris, Anak di Bawah Umur Diduga  Dimanfaatkan Membantu Transaksi Narkoba

    19/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here