Dari UNISNU Jepara untuk Indonesia, Ratusan Pendidik dan Pelajar Adu Inovasi dalam Lomba Esai Nasional Hari Santri

Sesi presentasi, para finalis mendapat kesempatan untuk menjelaskan gagasan yang telah disusun sekaligus mempertahankan argumentasinya melalui sesi tanya jawab

JEPARA | GISTARA. COM — Semangat santri untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa mendapat ruang melalui Lomba Esai Nasional Hari Santri 2026 yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara.

Sebanyak 262 pendidik dan peserta didik dari berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Mereka menuangkan beragam gagasan mengenai peran santri dalam menjawab persoalan masyarakat dan tantangan pembangunan bangsa.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi intelektual santri terus berkembang seiring perubahan zaman. Gagasan yang diangkat tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan teknologi digital, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, lingkungan hidup, serta penguatan kebangsaan.

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Dari 262 peserta, panitia menetapkan enam finalis terbaik untuk masing-masing kategori pendidik dan peserta didik. Sebanyak 12 finalis kemudian mengikuti babak presentasi yang berlangsung secara hybrid di UNISNU Jepara, Rabu (21/10/2026).

Babak final dibuka oleh Wakil Rektor III UNISNU Jepara, Dr. H. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I., dan dilanjutkan dengan presentasi karya di hadapan dewan juri.

Tiga akademisi yang menjadi dewan juri adalah Dr. Ahmad Saefudin, M.Pd.I., Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I., dan Dr. Santi Andriyani, M.Pd.

Dalam sesi presentasi, para finalis mendapat kesempatan untuk menjelaskan gagasan yang telah disusun sekaligus mempertahankan argumentasinya melalui sesi tanya jawab. Proses tersebut menguji kemampuan peserta dalam berpikir kritis, memahami persoalan, dan menawarkan solusi yang memungkinkan untuk diterapkan.

Salah satu perhatian dalam kompetisi ini adalah pentingnya menghadirkan gagasan yang tidak berhenti pada tataran konsep. Peserta didorong untuk menghubungkan pemikiran akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga karya esai memiliki nilai manfaat yang lebih luas.

BACA JUGA: Jelang Pilpet, Pemkab Jepara Petakan Kerawanan

Pada kategori pendidik, juara pertama diraih Egy Herdiana, S.Pd., Gr. dari SMA Nurul Fikri Boarding School Lembang. Mohammad Taufikurohman dari MAN 3 Sleman meraih juara kedua, sedangkan Zulkhoirian Syahiri dari MTsN 2 Kota Kediri menempati posisi ketiga.

Sementara itu, dua pelajar MTsN 1 Jepara berhasil meraih posisi teratas kategori peserta didik. Nihlatul Izzi Almaulidah menjadi juara pertama dan Qaisa Fatimatuz Zahra meraih juara kedua. Posisi ketiga ditempati Ozora Himmata dari MAN 2 Pati.

Capaian para peserta tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan dapat terus dikembangkan melalui kompetisi akademik yang memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengakses informasi. Mereka juga perlu memiliki kecakapan menganalisis persoalan, menilai informasi secara kritis, serta menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui Lomba Esai Nasional Hari Santri 2026, UNISNU Jepara menghadirkan ruang pertemuan antara tradisi keilmuan, kreativitas generasi muda, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi UNISNU Jepara dan PCNU Kabupaten Jepara tersebut sekaligus memberikan makna lebih luas terhadap peringatan Hari Santri. Santri tidak hanya dikenang melalui kontribusinya dalam sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga didorong untuk terus menghadirkan karya dan inovasi yang relevan dengan tantangan masa depan.

Dari UNISNU Jepara, semangat literasi dan inovasi itu digaungkan sebagai bagian dari upaya membangun generasi berilmu, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (KA)

Related posts

25 Anak TK dan PAUD Jepara Adu Kreativitas, Tanamkan Kebiasaan Baik Lewat Dongeng

Semarakkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Mayong Gelar Kompetisi Pelajar

Perkuat Kualitas Pendidikan, KKMA 02 Jepara Gelar Reorganisasi Pengurus MGMP Serentak