Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Wednesday, October 21, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
MuriaRegionalReligi

Sikapi Pendidikan Agama di Jepara, Para Kyai Kumpul di Pesantren Balekambang

by Kunjari Ali 01/12/2023
Kunjari Ali 01/12/2023 1.1K views
Ilustrasi, Santri sedang mengaji
1.1K

JEPARA | GISTARA. COM – Pendidikan Agama baik dari proses maupun outputnya, saat ini  menjadi perhatian banyak pihak, terutama di kalangan pesantren dan kyai.

Pendidikan Agama khususnya baik Taman Pendidikan Al Quran, TPQ maupun Madrasah Diniyah (baik formal maupun non formal), Muadalah serta pesantren dengan kompleksitas masalah yang hadapi semakin menyita perhatian semua pihak.

Pendidikan naungan Maarif Rabithah Maahid Islamiyah, RMI dalam Nahdlatul Ulama juga menjadi perhatian seirus mengingat “tumpang tindih kemwenangan” seperti TPQ dan Madrasah Diniyah, Madin dengan ragam coraknya yang unik komplek dengan persoalan masing-masing sangat membutuhkan solusi serius khususnya konteks Jepara.

BACA JUGA : Waduh, 2.000 Pasangan di Jepara Memutuskan Bercerai

Realitas tersebut, menjadi perhatian serta sikap serius para kyai NU, yang tergabung dalam Majlis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I),  untuk membincang persoalan Pendidikan agama di Jepara khususnya menyoroti persoalan TPQ, Madin dan Pendidikan keagamaan lain di Jepara.

“keperihatinan ini butuh kolaborasi banyak pihak” tandas Kyai Adib Pecangaan.

Sejumlah kyai kumpul di Pesantren Balekambang antara lain, Kyai Muhlis Welahan, Kyai Adib Pecangaan, Kyai Rosif Mangunan, Kyai Itmam Petekeyan, Kyai Nafi Mantingan dan Kyai Sabiq Bugel serta kyai lain bertempat di kediaman Kyai Miftah (29/11/23).

Silaturrahim   bertajug “Kumpul Jagong” tersebut, membentuk suasana santai bersahaja mengalir, dari satu ide ke ide yang lain, seputar pesantren dan pendidikan keagamaan di Jepara.

Para Kyai berkumpul dan berdiskusi di Pondok Pesantren Balekambang

Diantara yang menarik adalah munculnya gagasan untuk menata Pendidikan Diniyah dan TPQ yang masih mengalami banyak persoalan dilematis, baik dari proses belajar, kurikulum, pengajar maupun waktu belajar yang mengakibatkan Pendidikan tersebut “belum mutu” sesuai harapan.

“ketimpangan Pendidikan diniyah dan TPQ perlu ditata ulang” ujar Kyai Muhlis Welahan.

BACA JUGA : Disdikpora Jepara Sesalkan Fenomena Siswa Bonek Truk

Sementara Kyai Shohibul Itmam Petekeyan yang juga akdemisi IAIN Kudus menjelaskan dunia Pendidikan secara nasional dan khususnya di Jepara ini masih banyak PR terutama Pendidikan diniyah dan TPQ.

“TPQ dan Diniyah perlu ditata ulang untuk mutu Pendidikan Jepara yang lebih baik, tidak sekedar ada, tetapi yang lebih penting adalah output keberadaan pendidikan tersebut” tandasnya di sela diskusi dan jagongan gayeng tersebut.

Sementara Kyai Rosif Mangunan menjelasakan Pendidikan agama di Jepara perlu model sesuai dengan tipologi Jepara yang bervariasi.

“variasi Jepara ada zona utara dan zona selatan butuh formula yang sesuai konteks masyarakat” sambungnya saat merespon diskusi.

BACA JUGA : PCNU Jepara Tegak Lurus Tolak Sekolah Sistem Fullday

Kyai Miftah selaku tuan rumah, pesantren balekambang menawarkan gagasan untuk halaqoh seperti konsorsium yang melibatkan semua pemangku Pendidikan agama di Jepara dengan mengangkat topik yang sifatnya umum.

“problematika Pendidikan Agama di Jepara ini sangat penting didiskusikan dengan serius” sahutnya saat merespon diskusi yang berlangsung.

Dari diskusi menyoroti Pendidikan agama di Jepara,  sejumlah kyai sepakat untuk melakukan tindakan bersama yang serius, dengan kolaborasi banyak pihak yang memungkinkan supaya satu persatu persoalan bisa diurai dan ketemu solusinsya.

Diharapkan dari perkumpulan kyai NU yang tergabung dalam MP3I tersebut akan segera digelar seminar atau halaqoh yang bertajuk “problematika Pendidikan agama di Jepara”.

(SI/KA)

 

Para Kyai NUPendidikan AgamaPonpes Balekambang
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kunjari Ali

previous post
Perkuat Skill Berbicara di depan Umum dan Pelayanan Masyarakat, Pemerintahan Pecangaan Gelar Pelatihan Public Speaking
next post
BPS : Rata-Rata Lama Sekolah Kelas 2 SMP

You may also like

PMII Rayon RA Kartini Soroti Rapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

21/10/2026

Semarak Hari Santri 2026, 685 Anak TK/RA Jepara Adu Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai

21/10/2026

RMI NU Jepara Gelar Lomba Santri Berprestasi, Kobarkan Semangat Jihad dan Kreativitas

21/10/2026

Kejar Swasti Saba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

21/10/2026

Andalkan Potensi Kopi, Desa Dudakawu Masuk 25 Besar Program Desa BRILiaN

20/10/2026

BAZNAS Jepara Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kaliombo

20/10/2026

Terkini

  • PMII Rayon RA Kartini Soroti Rapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

    21/10/2026
  • Semarak Hari Santri 2026, 685 Anak TK/RA Jepara Adu Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai

    21/10/2026
  • RMI NU Jepara Gelar Lomba Santri Berprestasi, Kobarkan Semangat Jihad dan Kreativitas

    21/10/2026
  • 25 Anak TK dan PAUD Jepara Adu Kreativitas, Tanamkan Kebiasaan Baik Lewat Dongeng

    21/10/2026
  • Kejar Swasti Saba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    21/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here