Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 15, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
MuriaRegional

Lebih Dekat dengan Gus Nung, dari Aktivis Menjadi Politisi

by Kunjari Ali 18/12/2023
Kunjari Ali 18/12/2023 2.7K views
2.7K

JEPARA | GISTARA.COM – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara, Nuruddin Amin atau akrab disebut Gus Nung menyampaikan rekam jejaknya. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara itu  dimulai dari seorang aktivis.

Berawal menapaki organisasi sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Adab di Institut Agama Islam Indonesia (IAIN – sekarang UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di sana, kata dia, awal berproses mengasah nalar aktivisnya.

Tepatnya di tahun 1986, Gus Nung resmi mengikuti kaderisasi formal PMII -Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Latihan Kader Lanjut (LKD – sekarang PKD) dilaluinya di tahun 1987, sampai memasuki jenjang Pengurus Cabang (PC) PMII Yogyakarta.

Di sana, Gus Nung menjabat sebagai Anggota Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di masa kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin – periode 1994 – 1997). Karena berproses di masa Orde Baru (Orba), pergulatan ihwal intelektual dan politik menjelma makanan sehari-hari.

BACA JUGA : Bunda Hindun : Pekerja Perempuan Wajib Ketahui Regulasi Perlindungan Perempuan dari Kekerasan Seksual

Gus Nung mengalami berbagai masa ketika PMII tengah berjibaku terkait perumusan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan sikap PMII dengan Nahdlatul Ulama (NU). Berkat rumusan baru di tahun 1988, pada Kongres X PMII di Pondok Gede Jakarta (27/10/1991) PMII menyatakan sikap interdependensi dengan NU.

“Dinamika pemikiran paling tinggi waktu itu di Yogyakarta, sehingga jadi kiblat pemikiran PMII. Perbincangan interdependensi kemudian penyusunan NDP terdapat di periode saya ber-PMII,” papar Gus Nung kepada Gistara, Senin (18/12/23).

Jurnalistik

Seiring dengan bakat minat, Gus Nung memutuskan terjun di dunia jurnalistik. Bahkan sebelum memasuki kepengurusan PC PMII Yogyakarta di sektor Litbang, ia sudah menggeluti sebagai wartawan di Berita Nasional (Harian Bernas : Pers Daerah di Yogyakarta).

PMII yang saat itu berada di barisan kritis, pihaknya mensupport melalui goresan tintanya. Aksara demi aksara dituangkan memekikkan perjuangan PMII atas penindasan Orba. Salah satu gerakan Gus Nung, yakni dengan mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta.

Organisasi yang didirikan setelah pemberedelan Detik, Tempo, dan Editor (21/6/1994), dimaksudkan sebagai organisasi alternatif di luar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang saat di bawah naungan kepentingan Soeharto dan tidak betul-betul memperjuangkan kepentingan jurnalis.

Selama di Harian Bernas (1989 – 1994), sebagai salah satu jurnalis didikan Kompas Media dan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Pers Yogyakarta (LP3Y), Gus Nung ditempa oleh wartawan senior, Ashadi Siregar untuk menjadi wartawan yang jujur dan ‘jual mahal’.

BACA JUGA : Ciptakan Lingkungan Demokratis, Sinergikan Kader dan Alumni

“Saya masih ingat bagaimana pemerintah membredel para jurnalis. Sehingga muncul ide untuk mendirikan AJI di Yogyakarta. Waktu itu menjadi presidium pertama,” ujarnya.

Terjun Politik Praktis

Kehidupannya sewaktu berkiprah di dunia jurnalistik menjadi bekal memasuki dimensi politik praktis. Liputan soal dinamika politik, menggembleng pandangannya terhadap politik. Hingga pada 23 Juli 1998, ia bergerak sebagai koordinator deklarasi berdirinya PKB di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Memasuki paruh kedua (2003 – 2008) kepengurusan PKB, Gus Nung menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syuro Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB DIY. Namun, belum rampung masa jabatan, ia diminta pulang oleh orang tuanya  dan menetap di Jepara.

Bersama sang istri, Hindun Anisah (Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PKB) yang juga putri Kyai Krapyak Yogyakarta boyong ke Kota Ukir, Gus Nung menjadi pengasuh di Pondok Pesantren (Ponpes) Hasyim Asy’ari, Kecamatan Bangsri.

Sebagai kader NU tulen dan sekaligus putra dari Kyai Kharismatik Jepara KH. Amin Soleh, pada tahun 2005 Gus Nung dipercaya sebagai Ketua Tanfdiziyah PCNU Kabupaten Jepara selama dua periode kepengurusan (2005 – 2015).

“Selanjutnya, babak Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2018, alhamdulillah terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Jepara, yang saat itu juga menjabat Ketua DPC PKB Jepara,” pungkasnya.

(Okom/KA)

 

Gus NungPKBPMII
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kunjari Ali

previous post
Nataru, Ketersediaan Bahan Pokok, BBM, dan Listrik Aman
next post
Jelang Musim Baratan, Pemkab Jepara  Gelontorkan 35,785 Ton Beras untuk  Nelayan

You may also like

BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

14/10/2026

Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

14/10/2026

Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

14/10/2026

AKBP Keris Aji Wibisono Pimpin Polres Jepara, Ajak Semua Elemen Wujudkan Jepara MULUS

13/10/2026

Peminat Minim, Pembentukan Dewan Kebudayaan Jepara Ditata Ulang

12/10/2026

Jelang Pencoblosan, 61 Calon Petinggi  di Jepara Komitmen Jaga Pilpet Damai

12/10/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here