Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 16, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Gender Budgeting untuk Kesetaraan Dosen di Perguruan Tinggi

by Redaksi 22/05/2025
Redaksi 22/05/2025 279 views
279

Oleh: Jumaiyah,

Perguruan tinggi sebagai institusi pencerahan seharusnya menjadi pelopor dalam penerapan prinsip kesetaraan gender. Namun ironis, data menunjukkan masih terdapat bias gender dalam alokasi anggaran pengembangan dosen di berbagai institusi pendidikan tinggi.

Praktik yang memberikan prioritas pendanaan pengembangan kepada dosen laki-laki dibanding perempuan ini bukan hanya melanggar prinsip keadilan, tetapi juga merugikan kualitas akademik secara keseluruhan.

Bias Gender dalam Penganggaran: Fenomena Global yang Mengakar
Penelitian terbaru Ceci, Kahn, dan Williams (2023) dalam Psychological Science in the Public Interest mengidentifikasi enam domain kunci dalam sains akademik yang menunjukkan bias gender sistemik, termasuk dalam alokasi dana penelitian dan pengembangan.

BACA JUGA: PLN UIK Tanjung Jati B Beri Apresiasi untuk Guru Ngaji Menjelang Hari Kartini

Temuan serupa dilaporkan Cruz-Castro dan Sanz-Menéndez (2023) melalui eksperimen acak dalam evaluasi pendanaan riset, yang membuktikan adanya bias gender dalam proses seleksi penerima dana.

Di tingkat kebijakan publik, Singh (2024) dalam analisis berbasis bukti terhadap anggaran India periode 2015-2023 menemukan bahwa anggaran seringkali tidak memperhitungkan kebutuhan spesifik perempuan, sehingga menciptakan bias gender struktural dalam alokasi sumber daya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bias gender dalam penganggaran merupakan masalah global yang memerlukan perhatian serius.

Dampak Bias Gender terhadap Kualitas Akademik
Ketimpangan akses terhadap pengembangan kapasitas berdasarkan gender memiliki dampak jangka panjang yang merugikan. Pezzoni dan Visentin (2023) dalam penelitiannya mengenai hibah European Science Foundation menemukan bahwa bias gender dalam pembentukan tim riset mengurangi kualitas dan inovasi output penelitian.

Hal ini menunjukkan bahwa diskriminasi gender tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menghambat kemajuan sains secara keseluruhan.
Heilman, Caleo, dan Manzi (2023) dalam kajian komprehensif mereka menjelaskan bagaimana stereotip gender berkembang menjadi bias sistemik yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam lingkungan kerja.

BACA JUGA: Polres Jepara Terjunkan Puluhan Personel Amankan International Skydiving Festival di Karimunjawa

Dalam konteks perguruan tinggi, bias ini dapat bermanifestasi dalam alokasi anggaran pengembangan yang tidak adil, yang pada akhirnya menghambat potensi seluruh civitas akademika.

Gender Responsive Budgeting sebagai Solusi
Konsep Gender Responsive Budgeting (GRB) menawarkan kerangka kerja sistemik untuk mengatasi bias gender dalam penganggaran. Veitch (2022) dalam The Theory and Practice of Legislation menegaskan bahwa GRB merupakan bagian krusial dari toolkit implementasi hukum yang sensitif gender.

Pendekatan ini tidak sekadar memberikan alokasi yang sama, tetapi memastikan bahwa anggaran benar-benar responsif terhadap kebutuhan berbasis gender.

Woo dan Lee (2023) melalui penilaian empiris terhadap efektivitas inisiatif gender budget di Korea Selatan membuktikan bahwa penerapan GRB meningkatkan pemberdayaan politik perempuan.

Dalam konteks perguruan tinggi, penerapan prinsip serupa dapat meningkatkan partisipasi dan kontribusi dosen perempuan dalam pengembangan institusi.

Llaftiu dan Shuli (2024) dalam analisis kontekstual sektor pendidikan tinggi di Albania menunjukkan bahwa implementasi gender budgeting di universitas menghasilkan peningkatan kualitas penelitian dan kepuasan kerja dosen.

Studi ini membuktikan bahwa kesetaraan gender dalam alokasi anggaran bukan hanya soal keadilan, tetapi juga investasi strategis untuk kemajuan institusi.

Transparansi dan Akuntabilitas sebagai Kunci
Vito, Klun, dan Rakar (2025) dalam penelitian terbaru mereka mengidentifikasi faktor-faktor yang memungkinkan implementasi GRB efektif di pemerintahan lokal, dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai elemen kunci.

Prinsip yang sama berlaku untuk perguruan tinggi, di mana keterbukaan informasi mengenai alokasi anggaran pengembangan dosen menjadi prasyarat penting untuk memastikan kesetaraan.

Mueller, Saliterer, dan Korać (2023) dalam kajian mereka terhadap debat penganggaran publik di Jerman menekankan pentingnya melibatkan aspek-aspek terkait gender dalam setiap tahap perencanaan anggaran.

Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk melakukan audit gender terhadap kebijakan anggarannya secara berkala.

Implementasi Gender Budgeting di Perguruan Tinggi
Berdasarkan temuan-temuan riset terkini, beberapa langkah konkret dapat diimplementasikan untuk menerapkan gender budgeting dalam pengembangan dosen:
Audit Gender Anggaran Berkala. Setiap institusi perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola alokasi anggaran pengembangan dosen dengan perspektif gender. Audit ini harus mencakup analisis data disagregasi berdasarkan jenis kelamin untuk mengidentifikasi kesenjangan yang ada.

Penetapan Target Kesetaraan. Seperti yang diterapkan dalam studi Steinþórsdóttir dan Barkardóttir (2024) dalam konteks pendidikan dasar, perguruan tinggi perlu menetapkan target spesifik untuk mencapai kesetaraan gender dalam akses pengembangan.

BACA JUGA: Komisi A DPRD Jepara Terima Audiensi LMPP Jateng

Mekanisme Partisipasi Inklusif. Proses pengambilan keputusan alokasi anggaran harus melibatkan representasi yang seimbang antara dosen laki-laki dan perempuan, memastikan suara dan perspektif semua pihak terakomodasi.

Sistem Monitoring dan Evaluasi. Implementasi sistem pemantauan yang robust untuk memastikan bahwa kebijakan gender budgeting berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi kesetaraan gender.

Menuju Perguruan Tinggi yang Berkeadilan Gender
Indonesia memiliki komitmen konstitusional terhadap kesetaraan gender yang harus diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pengelolaan perguruan tinggi. Bias gender dalam alokasi anggaran pengembangan dosen merupakan praktik yang tidak dapat ditoleransi di era modern ini.

Implementasi gender responsive budgeting bukan sekadar memenuhi tuntutan keadilan, tetapi juga strategi cerdas untuk memaksimalkan potensi seluruh sumber daya akademik. Ketika semua dosen, tanpa memandang gender, mendapat akses yang sama terhadap pengembangan kapasitas, institusi akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Saatnya perguruan tinggi Indonesia mengambil langkah progresif dengan menerapkan gender budgeting dalam setiap aspek pengelolaan anggaran. Hanya dengan cara ini, cita-cita menciptakan pendidikan tinggi yang berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan dapat tercapai.

Masa depan akademik Indonesia bergantung pada keberanian kita untuk memastikan bahwa setiap talenta, baik laki-laki maupun perempuan, mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.(*)

Jumaiyah, Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Lawan Silo Mindset, Webinar Ini Ajarkan ASN Menyatukan Langkah
next post
PC IKA PMII Jepara Soroti Problematika  Pendidikan di Indonesia, Mulai Kurikulum hingga UN

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here