Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, October 17, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
RegionalSemarangan

GEDSI Jadi Perspektif Baru Pengendalian Kinerja dalam Birokrasi Pemerintah

by Redaksi 20/08/2025
Redaksi 20/08/2025 373 views
373

SEMARANG | GISTARA.COM – Layar pertemuan daring menampilkan wajah serius Dr. Muh Khamdan, widyaiswara Balai Diklat Hukum Jawa Tengah. Dari ruang kerjanya di Semarang, ia menekankan satu hal penting kepada para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Kementerian Sekretariat Negara, bahwa manajemen pengendalian kinerja harus menjadi napas birokrasi modern.

Pelatihan itu menjadi pintu masuk sebelum peserta menjalani fase studi lapangan. Mereka akan ditugaskan untuk mendiagnosis masalah, merancang desain kebijakan, hingga menyusun advokasi rekomendasi kebijakan. Bagi Khamdan, pengendalian kinerja bukan sekadar prosedur administratif, melainkan strategi untuk menjamin mutu pelayanan publik tetap terukur dan adaptif.

Ia mengurai secara sistematis. Pertama, penguatan manajemen mutu sebagai standar organisasi. Kedua, percepatan transformasi pelayanan digital. Ketiga, optimalisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). “Tanpa pengendalian yang terintegrasi, digitalisasi birokrasi hanya menjadi slogan,” ujarnya.

BACA JUGA: Tembus Fortune Global 500, PLN Terus Perkuat Daya Saing di Kancah Dunia

Peserta yang hadir bukan sembarangan. Mereka datang dari berbagai instansi strategis, seperti Komisi Yudisial, Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kolaborasi lintas lembaga itu mencerminkan tantangan nyata, bahwa membangun birokrasi yang mampu bergerak bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Octiany Puji Lestari, Kasubag Administrasi Medis Wakil Presiden, mengaku mendapatkan energi baru. “Bidang kesehatan menuntut efisiensi dan efektivitas. Penguatan manajemen mutu dan strategi pengendalian memberi arah untuk menjawab tantangan itu,” katanya usai sesi pemaparan.

Bagi Octiany, isu kesehatan bukan sekadar layanan medis, melainkan pengelolaan sistem yang harus akuntabel. Dengan pengendalian kinerja yang ketat, ia membayangkan pelayanan medis wakil presiden bisa menjadi model tata kelola kesehatan pemerintah yang transparan dan berkelanjutan.

Selain soal mutu dan digitalisasi, Khamdan juga menekankan kesadaran baru menyangkut GEDSI, Gender, Equality, Disabilitas, dan Social Inclusive. Perspektif ini menurutnya, harus melekat dalam setiap kebijakan publik. “Tanpa keberpihakan pada kelompok rentan, birokrasi kehilangan legitimasi sosialnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Jepara: Soal Investasi, harus Sejalan Dawuh Kyai dan Fatwa Ulama’

Peserta tampak antusias. Viena Pravita, perwakilan DPD, menuturkan pengalamannya. Ia merasa terinspirasi untuk mengembangkan sistem pengendalian persidangan berbasis digital di DPD. “Kami butuh teknologi yang responsif untuk mendukung anggota DPD. Dengan begitu, kualitas dukungan persidangan bisa lebih cepat dan presisi,” katanya.

Gagasan Viena sejalan dengan semangat pelatihan ini, yaitu birokrasi harus membangun kolaborasi dan kemitraan. Dalam dunia yang serba digital, kerja sama antar-lembaga menjadi modal utama. Tidak ada lagi ruang untuk ego sektoral. “Kalau instansi pemerintah masih berjalan sendiri, maka transformasi digital hanya akan menambah sekat, bukan menghapusnya,” kata Khamdan.

Di balik pertemuan daring itu, tampak denyut transisi birokrasi Indonesia. Dari yang semula kerap dituding lamban dan prosedural, kini ditantang untuk lebih lincah. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dan pengendalian kinerja menjadi fondasi agar transformasi itu tidak kehilangan arah.

Pelatihan PKP ini bukan sekadar rutinitas pembelajaran. Ia adalah ruang eksperimental di mana peserta diuji untuk berani mendiagnosis persoalan birokrasi secara nyata. Dari lapangan, mereka dituntut membawa rekomendasi kebijakan yang bisa diadvokasikan. “Pemimpin pengawas harus lahir dengan sensitivitas pada masalah sekaligus ketajaman solusi,” kata Khamdan.

Lalu, bagaimana mengukur keberhasilan pelatihan ini? Khamdan menyebut kuncinya ada pada tindak lanjut. “Kalau peserta hanya berhenti pada laporan, maka semua akan hilang. Tapi kalau rekomendasi mereka masuk ke agenda institusi, itu artinya proses pengendalian kinerja berjalan. Maka, kemampuan komunikasi marketing kebijakan menjadi mutlak harus dikuasai”, tuturnya.

Di akhir sesi, suasana daring tetap hangat. Peserta saling berbagi perspektif, mulai dari isu pengendalian persidangan, efisiensi layanan medis, hingga transparansi pengawasan di Komisi Yudisial. Semua merasa sedang berada di titik penting: menyiapkan birokrasi yang kolaboratif, inklusif, dan berbasis digital.

Dan dari Semarang, Dr. Muh Khamdan menutup paparannya dengan satu kalimat tegas: “Birokrasi masa depan adalah birokrasi yang terkendali oleh mutu, dipandu teknologi, dan digerakkan oleh kolaborasi, dengan kemampuan komunikasi yang baik.” (KA)

Badiklat Hukum JatengDaringKepemimpinanMutu
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Tingkatkan Kemampuan Personel, Polres Jepara Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Kepolisian Bidang Lantas
next post
Peringati Hari Semangat Juang Polri, Polres Jepara Gelar Upacara

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Terkini

  • Musran NU Srobyong, Ketua MWC NU Mlonggo Ajak Pengurus  Perkuat Peran Jam’iyah dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat

    16/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah

    16/10/2026
  • 10 Ribu Peserta Bakal Meriahkan Karnaval Hari Santri Jepara, Berikut Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2026

    16/10/2026
  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here