Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, October 20, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
MuriaNasional

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Perempuan Bangsa Sosialisasikan Modul Anti Pencabulan

by Redaksi 01/12/2025
Redaksi 01/12/2025 333 views
333

KH. M Yusuf Chudlori Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang

JEPARA | GISTARA. COM – Berita terkait Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren menjadi perhatian serius bagi sejumlah tokoh agama dan pengasuh pesantren. Tidak terkecuali bagi KH. M Yusuf Chudlori dan Dr. Hj. Hindun Anisah MA.

Begitupun, bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan para ulama dan pengasuh pesantren, persoalan kekerasan seksual ini juga menjadi perhatian serius.

Salah satu badan otonomnya yakni Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa menyelenggarakan sosialisasi Modul Anti-Pencabulan di Kalangan Pesantren yang diikuti 750 peserta dari kalangan pengasuh pesantren, kiai, bu nyai, asatidz, asatidzah dan para santri Kabupaten Jepara di gedung NU Kecamatan Tahunan Jepara pada Ahad, 30 Nopember 2025.

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar di UNISNU Jepara, Dr. Hindun Anisah Ajak Mahasiswa Jaga Semangat Kebangsaan

Peserta berasal dari Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighat (JP3M), Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafidzah (JMQH), Rabithah Ma’ahidil Islamiyyah (RMI), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MP3I), Keluarga Santri Jepara (KSJ), Alumni Krapyak Yogyakarta (AKRAP), Ikatan Alumni Salafiyah Pasuruan (IKSAS), Alumni Tegalrejo Magelang dan Himpunan Alumni Ssntri Lirboyo Kediri (HIMASAL).

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH M Yusuf Chudlori semua pihak harus peduli pada masalah ini.

Gus Yus, panggilan akrab KH Yusuf Chudlori menceritakan, pada momentum halaqah di RRI Yogyakarta beberapa waktu lalu, sejumlah ulama dan pengasuh pesantren menyampaikan terjadinya penurunan jumlah santri yang mendaftar pada sejumlah pondok pesantren di Yogya.

Bahkan, hal ini tidak hanya terjadi di Yogyakarta, tetapi di mayoritas pesantren besar di Indonesia.

BACA JUGA: PKB Jepara Gelar Pendidikan Kader Loyalis, Gus Nung Ajak Warga NU kembali ke PKB

Penurunan ini diketahui karena beberapa faktor, di antaranya adalah faktor ekonomi, faktor banyaknya pendidikan umum, beasiswa di sekolah formal, dan banyaknya berita negatif tentang pesantren.

“Tidak kita pungkiri karena banyaknya berita negatif pesantren, seperti kasus pencabulan oleh kyai, kekerasan, bullying, sampai pada pencabulan antar santri baik lawan jenis maupun sejenis. Ini jelas pengaruh,” kata Gus Yus

Dr. Hj. Hindun Anisah MA., Wakil Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa

Di zaman keterbukaan seperti saat ini, Gus Yusuf ini mengibaratkan pesantren sebagai akuarium yang bisa terlihat dengan jelas isinya. Sehingga pesantren harus bertransformasi menjadi lebih baik.

”Masalah kecil jangan dibiarkan dengan menganggap itu persoalan oknum. Yang kecil justru bisa besar dan kalau dibiarkan, kasus akan terjadi di mana-mana,” jelasnya.

Untuk mencegah dan menangani kasus ini, DPP PKB berupaya untuk merespon cepat dengan membuat Modul Anti Pencabulan di Pesantren.

BACA JUGA: Bupati Jepara: Penerima Manfaat Bansos dan Bantuan Pemerintah harus Faktual

Modul ini merupakan hasil diskusi para tokoh agama pada Agustus 2025 lalu.

”Modul ini dirancang sebagai panduan mengenali, mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual di pesantren,” ungkap Ketua DPW PKB Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum bidang organisasi dan kaderisasi, DPP Perempuan Bangsa, Dr Hj Hindun Anisah, MA menegaskan pesantren harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

”Ini adalah wujud tanggung jawab moral dan spiritual kita untuk menjaga kehormatan santri dan menjaga pesantren,” kata Bunda Hindun.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri Jepara, modul anti pencabulan di pesantren hadir sebagai alat edukasi dan pencegahan demi melindungi kehormatan serta keselamatan santri dan institusi pesantren.

”Modul ini akan terus kita sebarkan ke seluruh pesantren,” tegasnya Bunda Hindun yang juga Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyyah PBNU ini. (KA)

Cegah Kekerasan seksual di PesantrenPencabulanSosialisasi
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Membangun Kesadaran Berlalu Lintas, Dit Lantas Polda Jateng Sosialisasi Safety Driving
next post
Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

You may also like

HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

20/10/2026

RSINU Cakra Medika Mayong Bersiap Layani Peserta BPJS, Target 1 November 2026

19/10/2026

Miris, Anak di Bawah Umur Diduga  Dimanfaatkan Membantu Transaksi Narkoba

19/10/2026

Jelang Pilpet, Pemkab Jepara Petakan Kerawanan

19/10/2026

Terpikat Tenun Troso, Ayu Heni Rosan Roeslani Dorong UMKM Jepara Mendunia

18/10/2026

SNT 14 Jepara Kenalkan Pembelajaran Berbasis Teknologi

17/10/2026

Terkini

  • Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

    20/10/2026
  • HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

    20/10/2026
  • Semarakkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Mayong Gelar Kompetisi Pelajar

    19/10/2026
  • RSINU Cakra Medika Mayong Bersiap Layani Peserta BPJS, Target 1 November 2026

    19/10/2026
  • Miris, Anak di Bawah Umur Diduga  Dimanfaatkan Membantu Transaksi Narkoba

    19/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here