Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Wednesday, October 21, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Peran Kyai dan Santri Dalam Mendorong Transformasi Pesantren di Era Modern

by Redaksi 11/01/2026
Redaksi 11/01/2026 334 views
334

Oleh: Moh Sa’dullah

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral masyarakat.

Pada awalnya, pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan tradisional yang berfokus pada pengajaran ilmu-ilmu keagamaan. Namun, seiring perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat modern, pesantren mengalami transformasi yang signifikan.

Transformasi ini menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai lembaga pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan sosial, budaya, dan teknologi.

BACA JUGA: Peringati Haul Gus Dur ke-16, IKA PMII Jepara Hidupkan Spirit Kemanusiaan dan Keilmuan

Di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, pesantren dituntut untuk tetap menjaga nilai-nilai dasar seperti adab, kedisiplinan, dan spiritualitas, sekaligus terbuka terhadap inovasi.

Perpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum menjadi langkah strategis agar lulusan pesantren mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.

Dengan karakter tersebut, pesantren berpotensi menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di era digital.

Dalam proses transformasi tersebut, peran kiai menempati posisi yang sangat sentral. Kiai tidak hanya berfungsi sebagai pengajar kitab kuning dan pembimbing spiritual santri, tetapi juga sebagai pemimpin moral dan sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Jelang Nataru, UMKM Mitra Binaan PLN UIK Tanjung Jati B Borong Juara Lomba Produk Kopi Olahan Petani Kabupaten Jepara

Di tengah arus modernisasi yang sering kali mengikis nilai-nilai etika, kiai dituntut mampu memberikan panduan keagamaan yang relevan dengan persoalan-persoalan kontemporer, seperti penggunaan media sosial, radikalisme, ekonomi umat, hingga etika pemanfaatan teknologi.

Gus Baha (KH. Ahmad Bahauddin Nursalim) menegaskan bahwa agama itu hadir untuk menjaga manusia agar tetap waras dan berakhlak, bukan untuk memberatkan kehidupan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa peran kiai sangat penting dalam menghadirkan wajah Islam yang moderat, bijak, dan kontekstual.

Selain kiai, santri juga memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pesantren. Santri masa kini tidak hanya dituntut menguasai ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga diharapkan memiliki kemampuan teknologi, kreativitas, serta wawasan pengetahuan umum.

Dengan bekal tersebut, santri dapat berperan aktif di berbagai sektor kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Gus Baha juga mengingatkan bahwa santri itu harus kuat ilmunya, luas wawasannya, dan lembut akhlaknya.Nilai-nilai inilah yang menjadikan santri tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga mampu menjadi teladan moral di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Resmi, Rumah Dinas Bupati Jepara Beralih Jadi Museum R.A  Kartini

Untuk memperkuat perannya di era modern, pesantren perlu terus mengembangkan kurikulum terpadu yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, membangun kemandirian ekonomi pesantren, serta membuka kerja sama dengan lembaga pendidikan dan dunia industri.

Di samping itu, pemanfaatan teknologi informasi harus dilakukan secara bijak sebagai sarana pendidikan dan dakwah, tanpa menghilangkan tradisi keilmuan pesantren yang telah mengakar kuat.

Gus Baha menekankan bahwa tradisi keilmuan ulama terdahulu justru mengajarkan keterbukaan, selama tidak merusak akidah dan adab. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dan tradisi bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Dengan dukungan kiai dan santri, pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga moral bangsa sekaligus menjadi motor perubahan sosial.

Transformasi pesantren yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan responsif terhadap perkembangan zaman akan menjadikan pesantren sebagai pilar peradaban. Dengan demikian, pesantren dapat berkontribusi secara nyata dalam membangun masyarakat modern yang beradab, berakhlak, dan berilmu

Moh Sa’dullah, Mahasiswa Unisnu Jepara Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam

KyaiPesantrenSantri
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
BPBD Jepara: 3.522 Warga Desa Tempur Terisolasi
next post
Polisi Sigap Bersihkan Material Longsor di Keling Jepara

You may also like

Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

20/10/2026

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Terkini

  • Andalkan Potensi Kopi, Desa Dudakawu Masuk 25 Besar Program Desa BRILiaN

    20/10/2026
  • BAZNAS Jepara Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kaliombo

    20/10/2026
  • Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

    20/10/2026
  • HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

    20/10/2026
  • Semarakkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Mayong Gelar Kompetisi Pelajar

    19/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here