Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 15, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Regional

Analisis  dan Rekayasa Sosial Jadi Landasan Gerakan Kader PMII 

by Redaksi 31/05/2026
Redaksi 31/05/2026 203 views
Khoirul Muslimin Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu Jepara menjadi narasumber dalam PKD PMII Komisariat Sultan Hadlirin
203

JEPARA | GISTARA.COM  — Suasana hangat dan penuh khidmah menyelimuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan oleh PMII Komisariat Sultan Hadlirin Jepara. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UNISNU Jepara, UIN Walisongo Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, UIN Sunan Kudus, serta UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Dalam kegiatan tersebut, Khoirul Muslimin selaku narasumber menyampaikan materi bertajuk Analisis Sosial dan Rekayasa Sosial sebagai bagian dari upaya intelektualisasi kader PMII.

Ia menegaskan bahwa analisis sosial merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap kader dalam membaca realitas masyarakat. Analisis sosial tidak hanya berhenti pada melihat fenomena, tetapi juga menuntut kader untuk memahami nilai, norma, serta struktur sosial yang membentuk suatu persoalan.

“Permasalahan sosial tidak cukup dilihat dari permukaannya saja. Kader harus mampu menemukan akar masalah agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran,” ungkapnya saat menyampaikan materi di Rusunawa UNISNU Jepara, Ahad (31/5/2026).

BACA JUGA: Kartu Sarjana Jepara Dibuka, Berikut Cara Daftar dan Persyaratannya

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rekayasa sosial merupakan tahap lanjutan dari analisis sosial. Jika analisis berfungsi untuk memahami, maka rekayasa sosial menjadi langkah konkret untuk melakukan perubahan melalui tindakan yang terencana dan sistematis.

Dalam pemaparannya, Khoirul Muslimin juga menguraikan pentingnya problem solving cycle sebagai pendekatan dalam menyelesaikan persoalan sosial. Tahapan tersebut meliputi identifikasi masalah, analisis penyebab, perumusan solusi, implementasi, hingga evaluasi. Dengan metode ini, kader diharapkan mampu bergerak secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

“Kader PMII memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change), pengontrol sosial (social control), serta bagian dari gerakan sosial (social movement). Karena itu, kader harus mampu menyeimbangkan antara kemampuan berpikir kritis dan keberanian untuk bertindak,” tegas Khoirul Muslimin, yang juga menjabat Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain UNISNU Jepara.

Dalam kesempatan itu, ia meminta peserta untuk melakukan praktik analisis sosial terhadap isu aktual, yakni kasus kekerasan seksual di pondok pesantren. Diskusi ini bertujuan melatih kepekaan kader dalam membaca persoalan sosial secara lebih mendalam dan komprehensif.

BACA JUGA: ‎PMII Soroti Akses dan Kualitas Pendidikan Jepara

Salah satu kelompok peserta menyampaikan bahwa hasil analisis mereka menunjukkan faktor penyebab utama, yakni ketimpangan relasi kuasa antara kiai dan santri, rendahnya keberanian korban untuk melapor, minimnya edukasi seks di lingkungan pesantren, serta lemahnya kontrol diri pelaku.

“Hasil yang didapat dengan pendekatan problem solving cycle menunjukkan bahwa akar masalah terletak pada relasi kuasa yang timpang dan kurangnya sistem perlindungan korban,” ungkap Angeli Apriliani Putri UIN Saizu Purwokerto perwakilan kelompok 4

Adapun solusi yang dirumuskan antara lain penguatan edukasi seks di lingkungan pesantren, peningkatan kesadaran calon santri dalam memilih lembaga pendidikan, penyediaan pendampingan bagi korban, penegakan hukum terhadap pelaku, serta integrasi pendidikan seks ke dalam kurikulum pesantren secara kontekstual dan edukatif.

Kegiatan PKD ini menjadi ruang strategis dalam membentuk kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan kepekaan sosial yang tinggi. Selain itu, forum ini juga mendorong kader untuk tidak berhenti pada diskusi, tetapi berani mengambil peran nyata dalam merespons persoalan sosial di masyarakat.

Dengan materi yang disampaikan, diharapkan kader PMII mampu mengintegrasikan antara pemikiran dan gerakan. Sebab, kader sejati bukan hanya memahami realitas, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat—dari wacana menuju aksi, dari analisis menuju transformasi sosial. (KA/KM)

Analis SosialKhoirul MusliminRekayasa Sosial
2 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Polantas Menyapa,  Tegaskan Polisi Sahabat dan Pelayan Masyarakat
next post
Pancasila, Rebranding NU dan Ancaman Ditinggalkan Warganya

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here