Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, October 20, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

KKN UNISNU XXI Dampingi Pembuatan Wayfinding Sign hingga Perizinan NIB Warung di Wisata Kali Kodok Guyangan

by Redaksi 04/09/2026
Redaksi 04/09/2026 106 views
Pembuatan Banner dan Perizinan NIB
106

JEPARA | GISTARA. COM  – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXI Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan kemitraan, melalui pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata serta legalitas usaha di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

Dalam program ini, tim pengabdi menyuguhkan fasilitas baru yakni papan penunjuk arah (wayfinding sign) ke objek Wisata Kali Kodok di Dukuh Seberuk, pembuatan spanduk informasi wisata, serta pendampingan perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk para pemilik kios di sekitar lokasi wisata.

Langkah ini diambil sebagai tindakan nyata untuk mempermudah pengunjung dalam bernavigasi, memperkuat promosi visual destinasi, serta meningkatkan legitimasi dan daya saing ekonomi masyarakat setempat.

Desa Guyangan secara geografis memiliki area seluas 572,4 hektare yang terbagi ke dalam 11 dusun, 11 Rukun Warga (RW), dan 41 Rukun Tetangga (RT).

BACA JUGA: Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

Menurut data monografi desa, area ini dihuni oleh 11.976 orang yang tergabung dalam 3.678 Kepala Keluarga (KK). Struktur ekonomi masyarakatnya cukup dinamis, didukung oleh sektor pertanian sejumlah 1.149 orang, perajin mebel ukir khas Jepara sebanyak 763 orang, serta sektor peternakan sebanyak 502 warga.

Kehidupan sosial masyarakat berlangsung dengan harmonis berlandaskan pada nilai-nilai tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah dan budaya saling membantu.

Di balik perubahan pemukiman itu, terdapat potensi lingkungan strategis di Dukuh Seberuk, yaitu Sumber Air Kali Kodok. Sumber mata air jernih ini telah dikembangkan oleh pengelola setempat, Zuli Purwanto, menjadi tujuan wisata di Kali Kodok yang menyajikan pemandangan kolam alami yang indah, sejuk, andal, dan ramah di kantong.

Meskipun memiliki potensi sebagai ikon wisata pedesaan di Kecamatan Bangsri, observasi lapangan mengungkapkan adanya masalah penting berupa kekurangan sarana navigasi.

Ketiadaan petunjuk arah di persimpangan utama sering kali menyebabkan wisatawan dari luar daerah merasa bingung, tersesat, hingga membatalkan keinginan untuk berkunjung.

Pada awalnya, program KKN UNISNU di desa ini ditujukan untuk merenovasi pancuran bambu di lokasi sumber air. Akan tetapi, setelah melakukan koordinasi teknis, pemetaan ulang, dan mendapatkan masukan mendesak dari pengelola serta Pemerintah Desa Guyangan, tim KKN memindahkan fokus intervensi pada peningkatan aksesibilitas, penguatan media promosi, dan legalitas usaha.

Pengalihan ini dianggap paling sesuai, untuk menangani kendala utama aliran kunjungan wisatawan, serta mendorong ketertiban administrasi pelaku usaha di kawasan destinasi.

Pemasamgam wayfinding sign

Dalam pelaksanaan, tim KKN UNISNU XXI menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif dari pengelola pariwisata dan tokoh masyarakat.

Papan petunjuk arah dirancang dengan mempertimbangkan faktor keterbacaan, kekuatan material, dan keindahan lingkungan. Papan utama dibuat dengan bentuk seperti panah (arrow sign) berukuran panjang 50 cm dan tinggi 25 cm yang bertulis wisata Kali Kodok.

Papan itu dipasang di tiang kayu yang kuat setinggi 170 cm dan lebar 8 cm, serta terdapat penanda visual yang bertuliskan KKN UNISNU XXI secara vertikal sebagai identitas pengabdian.

Selain papan petunjuk arah, tim KKN juga mendesain dan menyerahkan banner promosi visual yang dipasang di warung UMKM area Kali Kodok, tujuannya untuk menarik wisatawan yang datang agar menikmati hidangan yang ada di warung UMKM di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Heboh Pulau Menjangan Kecil Dikabarkan Dijual Rp500 Miliar, Bupati Jepara Tegaskan itu Hoaks

Selain itu, dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, mahasiswa juga memberikan bantuan dalam proses perizinan NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi para pemilik warung di sekitar tempat wisata.

Pendampingan ini dilaksanakan melalui sistem Online Single Submission (OSS) agar pelaku usaha mikro mendapatkan legalitas resmi, sehingga di masa depan lebih mudah mengakses program pemberdayaan pemerintah dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Pemilihan material kayu padat berdensitas tinggi pada tanda petunjuk dipilih agar dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Permukaan papan dilapisi cat hitam pekat dengan tulisan dan simbol panah berwarna putih cerah. Skema warna monokrom dengan kontras tinggi, ini membantu pengendara motor serta mobil untuk memahami informasi dari jarak yang jauh. Ketinggian tiang 170 cm juga disesuaikan agar sejalan dengan sudut pandang pengendara tanpa terhalang oleh tanaman atau bangunan di sekitarnya.

Zuli Purwanto, pengelola Wisata Kali Kodok, mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasihnya atas sumbangsih mahasiswa KKN UNISNU Jepara.

“Kami sangat terbantu oleh adanya papan petunjuk arah di persimpangan jalan memasuki Dukuh Seberuk ini. Selain itu, keberadaan spanduk informasi serta dukungan perizinan NIB untuk warung-warung warga sangat penting dalam menertibkan dan memajukan ekonomi lokal. Sebelumnya, banyak calon pengunjung dari luar daerah mengeluhkan kesulitan untuk menemukan lokasi dan harus bertanya beberapa kali. Sekarang, akses ke Wisata Kali Kodok menjadi lebih jelas, tertata, dan mudah diakses, sehingga meningkatkan keyakinan kami dalam menyambut para wisatawan,” ungkap Zuli dengan semangat.

Pemasangan struktur papan petunjuk di persimpangan utama ini tidak hanya berperan sebagai panduan jalan 24 jam, tetapi juga sebagai sarana promosi luar ruang yang efisien untuk memperkenalkan tujuan kepada publik.

Dengan menyelesaikan fasilitas fisik seperti tanda petunjuk, spanduk informatif, serta legalitas NIB untuk warung, tim KKN UNISNU XXI Desa Guyangan berhasil membangun dasar yang kokoh untuk perkembangan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan ekonomi setempat.

Kerja sama yang sinergis antara pengelola, pemerintah desa, dan warga diharapkan tetap terpelihara untuk menjaga fasilitas tersebut agar memberikan keuntungan berkelanjutan.(KA)

Kali KodokKKN UNISNU XXIWisata
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Dari Surau hingga NU: Jejak Pengabdian Mbah KH As’ari di Kalipucang Kulon
next post
Dukung Pariwisata, Express Bahari 7G Perkuat Konektivitas Jepara–Karimunjawa

You may also like

BAZNAS Jepara Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kaliombo

20/10/2026

HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

20/10/2026

RSINU Cakra Medika Mayong Bersiap Layani Peserta BPJS, Target 1 November 2026

19/10/2026

Miris, Anak di Bawah Umur Diduga  Dimanfaatkan Membantu Transaksi Narkoba

19/10/2026

Jelang Pilpet, Pemkab Jepara Petakan Kerawanan

19/10/2026

SNT 14 Jepara Kenalkan Pembelajaran Berbasis Teknologi

17/10/2026

Terkini

  • Andalkan Potensi Kopi, Desa Dudakawu Masuk 25 Besar Program Desa BRILiaN

    20/10/2026
  • BAZNAS Jepara Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kaliombo

    20/10/2026
  • Menenun Masa Depan: Metamorfosis Pesantren dan Daya Saing Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045

    20/10/2026
  • HSN 2026: Merawat Nilai Suci Pesantren dan Muhasabah di Era AI

    20/10/2026
  • Semarakkan Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Mayong Gelar Kompetisi Pelajar

    19/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here