JEPARA | GISTARA. COM – Pemerintah Kabupaten Jepara resmi membuka Festival Literasi Jepara Tahun 2026, Rabu (7/10/2026). Mengusung tema “Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita”, kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 Oktober 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong masyarakat mengubah pengetahuan menjadi karya dan tindakan nyata.
Pembukaan festival dihadiri Bupati Jepara H. Witiarso Utomo yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Jepara Ali Hidayat. Hadir pula Kepala Diskarpus Kabupaten Demak, Kudus, Pati dan Rembang, kepala perangkat daerah, Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Jepara, Kepala Cabang Pembantu Bank Jateng, komunitas dan pegiat literasi, kepala sekolah, ratusan pelajar, serta masyarakat umum.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau
Dalam sambutannya, Ali Hidayat menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membaca buku. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menemukan gagasan, menghasilkan karya, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
“Literasi bukan hanya soal seberapa banyak buku yang kita baca. Literasi adalah kemampuan untuk memahami informasi, berpikir kritis, menemukan gagasan, menghasilkan karya, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, perpustakaan, komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kebiasaan membaca dan belajar.
Penguatan literasi juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Jepara, yakni “Bersama Membangun Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.” Semangat itu diwujudkan melalui gerakan “Baca, Kreasi, Beraksi”, dengan mengajak masyarakat membaca, melahirkan gagasan, kemudian mengubahnya menjadi karya dan tindakan nyata.
“Festivalnya boleh selesai, tetapi gerakan literasi harus terus menyala,” tegasnya.
Festival Literasi Jepara 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang bertemunya pengetahuan, kreativitas, komunitas, dan gagasan.
Perpustakaan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi hadir dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan masyarakat. (KA)