JEPARA | GISTARA. COM – Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Hayatun Nufus Abdullah Hadziq menyebut dua kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni qawiyyun (kuat) dan amin (dapat dipercaya).
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanjung 2, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, masa khidmat 2026–2031 di Masjid Baiturrohman, Dukuh Kerbu, Desa Tanjung, Selasa (13/10/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh KH Hayatun Nufus Abdullah Hadziq. Dalam kepengurusan masa khidmat 2026–2031, Kiai Karom dipercaya sebagai Rais Syuriyah PRNU Tanjung 2, sementara H. Dwi Ganoto, S.H. mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziyah.
BACA JUGA: Jelang Pencoblosan, 61 Calon Petinggi di Jepara Komitmen Jaga Pilpet Damai
Dalam arahannya, KH Hayatun Nufus menjelaskan bahwa qawiyyun memiliki pengertian yang luas. Kekuatan yang diperlukan seorang pemimpin tidak hanya menyangkut kemampuan fisik, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang menunjang pelaksanaan amanah organisasi.
“Makna kuat itu luas. Kuat akidah, kuat dalam konsep, kuat fisik, kuat ekonomi, dan kuat jaringan,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai bentuk kekuatan tersebut menjadi modal penting bagi seorang pemimpin dalam menjalankan organisasi. Namun, kekuatan harus disertai sifat amin, yakni dapat dipercaya dalam menjalankan amanah.
BACA JUGA: Ulil Albab Apresiasi Jepara Bersholawat, Dorong Nilai Sholawat Jadi Energi Sosial
Jaga Akidah Generasi
Pada kesempatan tersebut, KH Hayatun Nufus juga menekankan pentingnya menjaga akidah generasi muda agar tetap berpegang pada paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah.
Ia meminta para pengurus NU dan warga Nahdliyin memberikan perhatian terhadap pemahaman keagamaan putra-putri mereka.
“Selamatkan akidah putra-putri kita. Jangan sampai punya pemahaman yang bertentangan dengan Aswaja An-Nahdliyah,” tegasnya.
BACA JUGA: Desa Tempur Jadi Cermin Kerukunan Umat Beragama di Jepara
Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian yang disampaikan kepada kepengurusan baru PRNU Tanjung 2. Pengurus diharapkan tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pelantikan PRNU Tanjung 2 menandai dimulainya masa khidmat kepengurusan 2026–2031. Pengurus yang telah dilantik selanjutnya mengemban amanah organisasi dan pelayanan kepada jamaah di wilayah Tanjung 2.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PRNU Tanjung 2 diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi, menghidupkan kegiatan keagamaan dan sosial, serta memperkuat pemahaman Aswaja An-Nahdliyah di tengah masyarakat. (KA)