JEPARA | GISTARA. COM – Suasana siang yang cukup panas tidak menyurutkan antusiasme para wali murid MI Mathalibul Huda Mlonggo, Jepara, untuk menghadiri kegiatan sosialisasi program madrasah. Para wali murid berbondong-bondong datang dan menyimak secara saksama pemaparan Kepala MI Mathalibul Huda, Rully Setianto, mengenai program pengembangan madrasah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta rencana penguatan kemampuan bahasa asing bagi peserta didik di Aula lantai I, Sabtu, (17/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rully Setianto menjelaskan bahwa MI Mathalibul Huda terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan program pembelajaran dan pembenahan sarana prasarana. Dengan dukungan sekitar 86 guru dan jumlah peserta didik mencapai 1.200-an, madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.
Rully juga mengajak para wali murid berpartisipasi aktif dalam evaluasi layanan pendidikan melalui pengisian kuesioner kepuasan. Menurutnya, masukan dari orang tua merupakan bagian penting dalam proses refleksi dan perbaikan berkelanjutan.
Ia memberikan contoh pertanyaan dalam kuesioner mengenai kebersihan ruang kelas. “Ruang kelas anak bersih, setuju, tidak setuju, atau sangat setuju? Bagaimana tanggapan Bapak dan Ibu?” ujarnya sembari mempraktikkan cara memberikan penilaian.
BACA JUGA: Perkuat Konektivitas antar Kawasan, Ruas Jalan Keling-Bumiharjo Dimuluskan
Ia menegaskan, hasil kuesioner tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki. Karena itu, ia berharap para wali murid mengisi kuesioner secara jujur dan menyampaikan saran dengan bahasa yang baik serta sopan.
“Masukan dari Bapak dan Ibu sangat penting untuk refleksi kami dalam melakukan perbaikan-perbaikan madrasah,” jelas Rully saat memberikan penjelasan kepada wali murid siswa di Gedung Aula MI Mathalibul Huda Mlonggo.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, madrasah juga merencanakan pengembangan fasilitas pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan gedung empat lantai yang dirancang untuk mendukung kebutuhan ruang belajar dan aktivitas pendidikan. Saat ini, pembangunan telah menyelesaikan satu lantai yang memiliki 12 ruang kelas.
Rully mengungkapkan, kebutuhan ruang kantor guru yang representatif juga menjadi perhatian. Untuk sementara, para guru masih menempati ruang kelas masing-masing sebagai tempat beraktivitas. Pihak madrasah menargetkan fasilitas yang direncanakan dapat digunakan pada tahun depan, dengan tahapan perancangan yang sedang dipersiapkan.
Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana merupakan bagian dari upaya menciptakan kenyamanan bagi guru dan peserta didik. Lingkungan belajar yang memadai diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran agar berlangsung lebih efektif.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah
Dalam pengembangan program akademik, MI Mathalibul Huda juga menyiapkan program penguatan bahasa asing. Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah pembukaan program bilingual bagi peserta didik kelas I pada tahun ajaran mendatang. Program ini diarahkan pada penguatan kemampuan berbahasa Inggris dengan konsep kelas internasional.
“Pelaksanaan program tersebut memerlukan persiapan matang, terutama dari sisi sumber daya manusia, kurikulum, dan kesiapan pembelajaran. Madrasah tengah mempertimbangkan penggunaan kurikulum Al-Azhar dengan pendekatan Cambridge sebagai bagian dari pengembangan program tersebut,” terang Rully.
Sementara itu, bagi peserta didik kelas II dan kelas-kelas lainnya, penguatan bahasa akan dilakukan melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pembiasaan. Dengan demikian, kemampuan bahasa asing diharapkan berkembang secara bertahap sesuai dengan jenjang dan kesiapan peserta didik.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, madrasah juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter dan kebiasaan positif. Rully mengajak orang tua untuk mendampingi anak dalam menjaga kerapian, kedisiplinan, serta sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membiasakan potongan rambut yang rapi dan sesuai dengan ketentuan madrasah.
BACA JUGA: BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi
Ia berharap pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga diperkuat melalui kebiasaan di rumah. Menurutnya, keterlibatan keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.
“Mohon Bapak dan Ibu memberikan edukasi dan membiasakan anak menjaga kerapian serta sikap yang baik. Saya berharap orang tua bisa mendampingi anak-anak dan membiasakan habit atau kebiasaan yang baik,” ungkapnya.
Ia kemudian menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak.
“Pendidikan yang paling utama di keluarga,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Rully juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara orang tua dan pihak madrasah, terutama terkait kedisiplinan waktu. Apabila orang tua mengalami keterlambatan saat menjemput anak, ia meminta agar segera menghubungi wali kelas atau petugas terkait sehingga tidak ada petugas yang harus menunggu terlalu lama tanpa kepastian.
Sebaliknya, ia mengimbau para wali murid agar mengantar anak lebih awal sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu anak mengikuti kegiatan pagi dengan tertib, termasuk pembacaan Asmaul Husna yang menjadi bagian dari pembiasaan religius di madrasah.
Melalui sosialisasi tersebut, MI Mathalibul Huda Mlonggo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara madrasah dan keluarga. Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat penguasaan bahasa asing, membenahi fasilitas pembelajaran, serta membentuk peserta didik yang berilmu, disiplin, dan berakhlak baik. (KA)