JEPARA | GISTARA.COM – Produk kerajinan Jepara menarik perhatian Ayu Heni Rosan Roeslani saat berkunjung ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara, Sabtu (17/10/2026). Istri Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, itu mengapresiasi karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari tenun Troso hingga batik karya anak-anak disabilitas.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mendorong produk kerajinan lokal agar semakin kreatif, berkembang, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah
Ayu Heni hadir bersama Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat atau Mbak Rerie. Rombongan disambut Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Ayu Heni mengatakan, kunjungan perdananya ke Dekranasda Jepara bertujuan memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar terus berinovasi dan mengembangkan usahanya.
“Ini kunjungan pertama saya ke Jepara untuk mendukung UMKM di daerah, khususnya di Jepara, agar semakin kreatif dan sukses. Karya-karyanya tentu ditunggu masyarakat. Semoga UMKM Jepara bisa mendunia,” ujarnya.
BACA JUGA: BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi
Di antara produk yang dipamerkan, tenun Troso menjadi salah satu yang menarik perhatiannya. Namun, ada pula karya yang meninggalkan kesan tersendiri, yakni batik hasil kreasi anak-anak disabilitas.
Ayu Heni mengapresiasi kualitas produk yang ditampilkan sekaligus menunjukkan dukungannya dengan membeli batik tersebut.
“UMKM yang ditampilkan bagus-bagus. Saya tertarik dengan batik yang dibuat anak-anak disabilitas di Jepara, dan pasti saya beli,” tuturnya.
BACA JUGA: Perkuat Konektivitas antar Kawasan, Ruas Jalan Keling-Bumiharjo Dimuluskan
Ketertarikan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas yang turut berkontribusi melalui karya.
Dekranasda memiliki peran strategis dalam mengembangkan kerajinan daerah, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan desain dan kemasan, hingga perluasan akses pemasaran.
Melalui sinergi antara Dekranas pusat dan daerah, produk unggulan Jepara diharapkan tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global. (KA)