JEPARA | GISTARA.COM – Desa Dudakawu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berhasil menembus 25 besar dalam program Desa Brilian yang diselenggarakan melalui kerja sama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Capaian ini menjadi peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi lokal, khususnya perkebunan kopi, sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Program Desa BRILiaN diikuti lebih dari 700 desa dari berbagai kabupaten di Indonesia. Setelah melalui pembinaan awal secara daring pada September 2026 dan penyelesaian tugas melalui situs resmi program, peserta diseleksi menjadi 50 desa terbaik, sebelum akhirnya mengerucut menjadi 25 desa terpilih.
Keaktifan peserta menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi. Desa Dudakawu berhasil melewati tahapan tersebut dan kini mendapatkan pendampingan lapangan untuk mematangkan materi serta tugas yang telah diunggah sebagai bekal menghadapi penilaian tahap berikutnya.
Pendampingan berlangsung pada 19–24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperkuat perencanaan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
BACA JUGA: Jelang Pilpet, Pemkab Jepara Petakan Kerawanan
Petinggi Desa Dudakawu, Kasmuin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada penyelenggara atas kesempatan yang diberikan kepada desanya.
“Kami dari Desa Dudakawu sangat berterima kasih karena telah terpilih. Lebih lanjut, kami berharap dapat menjadi mitra aktif bagi pihak penyelenggara dalam mengembangkan BUMDes dan ekonomi desa, sehingga berdampak secara kolektif terhadap peningkatan pendapatan asli desa,” ujarnya saat kegiatan pendampingan di Balai Desa Dudakawu, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, Direktur BUMDes Giri Artha Desa Dudakawu, Ali Imron, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan gagasan pengembangan ekonomi desa dengan mengoptimalkan potensi perkebunan kopi.
Menurutnya, Desa Dudakawu memiliki potensi perkebunan kopi yang luas. Berdasarkan pencatatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Makmur, wilayah tersebut memiliki lebih dari 700 hektare lahan perkebunan kopi.
“Kalau terpilih menjadi desa terbaik, kami ingin mengembangkan Desa Kopi. Potensi yang ada harus bisa menjadi motor penggerak perekonomian desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Ali Imron.
BACA JUGA: Perkuat Konektivitas antar Kawasan, Ruas Jalan Keling-Bumiharjo Dimuluskan
Ia menambahkan, potensi Desa Dudakawu tidak hanya bertumpu pada perkebunan kopi. Sektor peternakan yang telah berjalan sejak 2025 juga menjadi peluang pengembangan usaha desa.
Selain itu, keberadaan air terjun dan sejumlah lokasi dengan pemandangan alam yang menarik berpotensi dikembangkan untuk mendukung sektor wisata lokal.
Berbagai potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara terpadu melalui BUMDes Giri Artha, sehingga mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pendapatan asli desa.
BACA JUGA: BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi
Perwakilan Unsoed, Oki Anggraini, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Dudakawu atas kesungguhan mengikuti rangkaian pelatihan daring yang diselenggarakan Unsoed.
Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan Desa Dudakawu melaju ke putaran kedua dan berhak mendapatkan pendampingan lapangan selama satu pekan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu desa menyempurnakan gagasan dan tugas yang telah disusun, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi penilaian tahap akhir program Desa Brilian.
Bagi Desa Dudakawu, capaian masuk 25 besar bukan sekadar prestasi dalam kompetisi antardesa. Lebih dari itu, kesempatan ini menjadi momentum untuk mengubah potensi perkebunan kopi, peternakan, dan wisata alam menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. (KA)