Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 23, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
BudayaKeduRegional

Masyarakat Lamuk Legoksari Temanggung Gelar Upacara Boyong Gongso

by GISTARA.com 07/08/2022
GISTARA.com 07/08/2022 1.8K views
Temanggung Gelar Upacara Boyong Gongso
UPACARA - ratusan warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung memulai ritual selametan dusun atau merti dusun, Selasa (12/7/2022) malam.
1.8K

 

Temanggung Gelar Upacara Boyong Gongso

UPACARA – Legoksari Temanggung Gelar Upacara Boyong Gongso, ratusan warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung memulai ritual selametan dusun atau merti dusun, Selasa (12/7/2022) malam.

TEMANGGUNG | GISTARA.com – Hawa dingin terasa menusuk tulang ketika ratusan warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung memulai ritual selametan dusun atau merti dusun, Selasa (12/7/2022) malam. Hawa dingin di punggung Gunung Sumbing tersebut, seakan justru menambah kesakralan setiap bagian dari ritual turun temurun tersebut.

Para pemangku adat dan sesepuh desa memulai merti dusun dengan prosesi Rakit Sesajen dan Siram Jamas yang diikuti oleh perangkat desa, pelaku seni. Prosesi dilaksanakan di sumber mata air desa, Sendang Kembang atau Tuk Ringin. Satu per satu dari mereka diwajibkan mandi dengan air dari kali yang telah didoakan oleh sesepuh adat setempat, dilanjutkan upacara Boyong Gongso.

Setelah jamasan dilanjutkan dengan Kenthong Titir tepat pukul 00.00 WIB untuk membangunkan seluruh warga agar ikut berdoa bersama meski tengah berada di rumah masing-masing, dengan harapan seluruh doa yang dipanjatkan segera terkabul.

Sekretaris Desa Legoksari Robin Eka Jaya menuturkan, Legoksari Temanggung gelar upacara Boyong Gongso merupakan ritual mengarak gamelan kuno berupa Bende dan Kenong, dari rumah carik atau Sekdes menuju lokasi pementasan wayang kulit dengan disertai ritual khusus.

“Boyong Gongso adalah bagian dari rangkaian pembuka yang sangat sakral. Warga di dusun ini punya legenda yang telah turun-temurun selama ratusan tahun. Konon, dahulu masyarakat di dusun ini tidak memiliki perangkat gamelan. Sehingga saat ada pementasan kebudayaan, khususnya wayang kulit, harus meminjam di Tuk Songo. Namanya gamelan atau gongso Kyai Jajar yang terdiri atas Bende, Kenong, dan Gong besar,” katanya.

BACA JUGA: Sejumlah Pelukis Gelar Pameran di Limanjawi Art Borobudur

Menurut cerita turun temurun, konon suatu waktu, masyarakat terlambat menggembalikan gamelan tersebut usai dipakai pementasan. Sehingga gamelan gaib itu tidak bisa kembali ke alam dimensi lain dan tertinggal di Lamuk, kemudian menjadi pusaka yang disakralkan masyarakat sampai saat ini.

Dikatakan, setiap kali melakukan prosesi selamatan dusun, kemudian menggelar wayang kulit memang harus ada prosesi Boyong Gongso dari dalem penyarikan ke lokasi paringgitan (tempat pentas wayang kulit).

Sesepuh desa sekaligus pemangku adat, Jumbadi (62) yang biasa dipanggil Mbah Gajul menambahkan, merti dusun dengan beragam rangkaian prosesi adat digelar sebagai wujud rasa terima kasih warga atas beragam rejeki yang berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu, warga juga terus memanjatkan doa agar senantiasa dinaungi keselamatan dan terhindar dari beragam malapetaka. Mereka percaya, selain rasul dan wali, Tuhan mengirimkan utusan lain yang bernama pepunden dengan tugas mbubak atau membuka lahan permukiman.

“Kami hidup di kaki gunung, selain melimpahnya rejeki atas kesuburan tanah, penting juga meminta doa keselamatan agar kita semua terhindar dari berbagai bencana,” terangnya. (Sumber : jatengprov.go.id)

0 FacebookTwitterPinterestEmail
GISTARA.com

previous post
Sejumlah Pelukis Gelar Pameran di Limanjawi Art Borobudur
next post
Ritual Wiwit Mbako Awali Masa Panen Tembakau di Temanggung

You may also like

Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

22/10/2026

Ulil Albab: Santri Harus Kuat Ilmu, Mandiri dan Adaptif

22/10/2026

RMI NU Jepara Gelar Lomba Santri Berprestasi, Kobarkan Semangat Jihad dan Kreativitas

21/10/2026

Andalkan Potensi Kopi, Desa Dudakawu Masuk 25 Besar Program Desa BRILiaN

20/10/2026

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Pawai Ta’aruf MTQ XXXI,  Membumikan Al-Quran dan Perkuat Persatuan

12/09/2026

Terkini

  • Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

    23/10/2026
  • Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

    23/10/2026
  • Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

    22/10/2026
  • HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

    22/10/2026
  • Dari UNISNU Jepara untuk Indonesia, Ratusan Pendidik dan Pelajar Adu Inovasi dalam Lomba Esai Nasional Hari Santri

    22/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here