Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, October 24, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
BudayaMuria

Misteri Ritual “Topo Wudo” Ratu Kalinyamat Diungkap Sanggar Tari Retna Kencana

by Shochib Ahmada 16/07/2023
Shochib Ahmada 16/07/2023 1.7K views
1.7K

JEPARA | GISTARA.COM – Penyematan stigma negatif terhadap ritual topo wudo Ratu Kalinyamat Jepara masih mengudara. Berangkat dari hal tersebut, Sanggar Tari Retna Kencana mengungkap asal-usulnya supaya jelas, bahwa topo wudo yaitu meninggalkan sikap keduniawian.

Pimpinan Produksi, Indra Dewi menyampaikan, Ratu Kalinyamat merupakan sosok atau figur fenomenal. Pasalnya perjuangan beliau selain diakui Indonesia, juga memiliki aspek spiritual yang patut diacungi jempol, seperti konsep anti keduniawian yang diterapkan dalam topo wudo.

Supaya mengungkap sosok beliau, kata dia, melalui Pagelaran Sendratari Ratu Kalinyamat yang digelar di Lapangan Kecamatan Kembang Jepara, Sabtu (15/7/23) malam. Sanggar Tari Retna Kencana Kaligarang berkolaborasi dengan Gandrung Project Jinggotan.

“ita mencoba menghadirkan kebesaran dan perjuangan Ratu Kalinyamat dalam drama tari,” papar Dewi sewaktu dihubungi redaksi, Sabtu (15/7/23).

Pentas tersebut, menekankan koreografi dengan memadukan tari, video maping dan set dekor dibuka dengan penampilan Showdance Multimedia oleh Rhany Dewi. Termasuk tarian pembuka sendratari dengan penampilan tiga orang penari.

Babak pertama, pasukan Arya Penangsang muncul dengan meragakan aksinya. Disusul kehadiran rombongan Sultan Hadirin dan Ratu Kalinyamat yang diiring pasukan usai menghadap Sunan Kudus. Seketika, pasukan Arya Penangsang menyerang dan berakhir dengan tewasnya sang Sultan.

Atas kematian suaminya, Ratu Kalinyamat sedih bercampur marah. Hal itu, ditampakkan pemerannya (Sianita Arighi). Nita melukiskan bagaimana perihnya hati Ratu Kalinyamat sewaktu Sultan Haditin meninggal.

Saking pedihnya, lantas kemudian sang Ratu menemukan sikap penyerahan yang total kepada Hyang Kuasa dalam ritual topo wudo. Bukan telanjang seperti stigma yang selama ini terbangun, namun Ratu Kalinyamat meninggalkan sikap keduniawian.

Sikap tawakal dan berserah diri kepada keadilan Tuhan pun menghasilkan buah kemenangan. Ditunjukkan dari Sutradara Pagelaran, Didin Ardiyansah melalui imaji doa. Kekuatan spiritual mengabulkan dan menjadikannya sebagai Ratu Jepara.

Sementara itu, Petinggi Desa Jinggotan, Solikul, sewaktu acara turut memberikan apresiasi terhadap pagelaran seni yang semuanya dimainkan oleh penari dari desanya. Menurutnya, bisa mewujudkan sosok dan spirit sang Ratu se-realis mungkin.

“Harapan kita bersama, melalui pegelaran ini kita dapat menghadirkan spirit perjuangan Ratu Kalinyamat,” kata Solikul.

Pada pagelaran ini bertindak sebagai produser Bunda Shofi, Sutradara Didin Ardiyansyah, pimpinan produksi Indra Dewi, penata tari Yulia Seksiowati, Video Maping Hasan Elyanto, Tata Artistik Budi dkk, musik ilustrasi Wilojeng dan dokumentasi Gumilang

Trivia, sebelum pagelaran berlangsung, Produser Acara Bunda Shofi memberikan santunan bagi 15 anak yatim di Desa Jinggotan. Tujuannya, supaya acara dapat berlangsung dengan lancar.

“Saya bersyukur, pagelaran ini bisa terselenggara dengan baik, lancar tanpa suatu halangan apapun. Hal ini, tentu berasal dari semangat dan doa dari masyarakat semua,” pungkasnya usai pegelaran. (Okom/Sochib)

JeparapahlawanRatu Kalinyamatsultan hadlirintiongkok
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Shochib Ahmada

previous post
Bahtsul Masail LBMNU Jepara Diwarnai Adu Gagasan
next post
Daftar Juara Sako Maarif NU Jepara Tanding di Persimanu Purbalingga Jateng

You may also like

IPARI dan MAN 2 Jepara Raih Juara 1 Karnaval Hari Santri 2026

23/10/2026

Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

23/10/2026

Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

22/10/2026

HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

22/10/2026

Gelorakan Semangat Resolusi Jihad, 2.000 Peserta Hadiri Apel Hari Santri di Mlonggo

22/10/2026

Momentum Hari Santri 2026, Bupati Jepara Ajak Santri Kembangkan Ilmu Pengetahuan hingga Kewirausahaan 

22/10/2026

Terkini

  • IPARI dan MAN 2 Jepara Raih Juara 1 Karnaval Hari Santri 2026

    23/10/2026
  • Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

    23/10/2026
  • Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

    23/10/2026
  • Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

    22/10/2026
  • HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

    22/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here