JEPARA | GISTARA.COM – Karnaval Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Kabupaten Jepara berlangsung meriah dengan melibatkan 92 peserta dari berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, instansi, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lintas agama.
Dalam ajang yang digelar pada Kamis (22/10/2026) tersebut, IPARI Jepara meraih juara pertama kategori umum dengan nilai 256. Sementara itu, MAN 2 Jepara menjadi juara pertama kategori pendidikan dengan total nilai 253.
Juri Karnaval Hari Santri, Ulil Albab, mengatakan antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan terlihat sepanjang kegiatan. Para peserta tidak hanya tampil meriah, tetapi juga mempersiapkan penampilan secara serius dengan biaya yang tidak sedikit.
BACA JUGA: Momentum Hari Santri 2026, Bupati Jepara Ajak Santri Kembangkan Ilmu Pengetahuan hingga Kewirausahaan
“Peserta karnaval tahun ini sangat bagus dalam penampilannya. Ada yang tampil epik dan unik, bahkan sampai menyewa mobil towing. Namun, penampilan mereka tetap sesuai dengan tema yang ditentukan panitia,” ungkapnya.
Sebanyak 92 peserta berasal dari kategori pendidikan dan umum. Kategori pendidikan meliputi MI/SD, MTs/SMP, SMA/SMK/MA, serta pondok pesantren se-Kabupaten Jepara.
Adapun kategori umum diikuti perwakilan kecamatan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), Kantor Urusan Agama (KUA), IPARI Jepara, badan otonom NU, komunitas lintas agama, Muhammadiyah Jepara, dan IGRA Jepara.
BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa
Berikut hasil kejuaraan Karnaval Hari Santri Kabupaten Jepara 2026:
Kategori Pendidikan
Juara 1: MAN 2 Jepara – nilai 253
Juara 2: MAN 1 Jepara – nilai 251
Juara 3: Pondok Pesantren Nurul Huda Tegalsambi, Tahunan
Kategori Umum
Juara 1: IPARI Jepara – nilai 256
Juara 2: IGRA Jepara – nilai 237
Juara 3: PC Fatayat NU Jepara – nilai 223
BACA JUGA: Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Akses Wisata Kemujan
Karnaval ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Jepara. Selain menjadi ajang kreativitas dan unjuk penampilan, kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi lembaga pendidikan, pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat lintas kalangan. (KA)