Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, October 17, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
EkonomiOpini

Dari Isu Lingkungan, Ekonomi, dan Pangan: Ubah Sampah Menjadi Produk Bernilai Tambah

Penulis : Ahmad Mujahid

by Shochib Ahmada 30/08/2023
Shochib Ahmada 30/08/2023 682 views
682

Timbulan sampah organik meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan itu akan menjadi bencana besar jika tidak diselesaikan, tetapi belum menjadi fokus pemecahan masalah berkelanjutan di masyarakat saat ini. Implikasi pemecahan masalah ini realistis dalam implementasi dan pengembangannya karena sampah organik sebagai bahan baku protein belum terkelola secara berkelanjutan di Indonesia. Bisnis dan budidaya larva/maggot BSF memiliki potensi dan nilai ekonomi yang baik untuk dikembangkan, karena memiliki nilai sustainability dan ramah lingkungan.

Peluang hilirisasi proses pengolahan sampah organik menjadi protein alternatif di dalam negeri juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Potensi ini menandai ketersediaan ruang investasi yang linier dalam menumbuhkan kebersihan lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan demi swasembada protein di Indonesia.

Kebutuhan bahan baku ataupun  bahan jadi protein untuk pakan hewan saat ini didominasi oleh produk impor, direpresentasikan dengan angka impor sumber protein Indonesia tahun 2021 senilai Rp 43,5 milyar. Hal ini disebabkan kebutuhan protein dibutuhkan pada semua hewan; baik untuk sektor perikanan, peternakan, hingga hewan peliharaan membutuhkan protein tersebut untuk pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan tujuan para petaninya. Hal tersebut menjadi peluang mengingat protein sebenarnya bisa didapatkan dari sisa bahan atau proses yang ada di sekitar kita.

BSF Klaten menggunakan larva BSF (Hermetia Illucens) untuk pengolahan sampah organik karena karakteristik larva yang higienis dan kemampuannya mengubah sampah menjadi biomassa larva berprotein tinggi (20-40%) dan pupuk tanaman organik. Mereka dapat mendekomposisi sampah organik 2-5 kali berat badannya dalam 24 jam dengan kecepatan yang lebih cepat dan lebih efisien daripada teknologi kompos saat ini (2-3 bulan). Kita hanya membutuhkan 35.500 – 88.000 ton larva untuk mengurai sampah organik harian Indonesia yang selanjutnya dapat menjadi sumber pakan alternatif bagi ternak dan perikanan.

 

Pengembangan budidaya larva BSF di masyarakat bersama mitra kami yang terdiri dari penyandang disabilitas, perempuan berpenghasilan rendah dan kelompok marginal dengan kerentanan ekonomi tinggi, kami menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran. Kami fokus memberikan pendampingan dan kemitraan strategis untuk membantu penyerapan produksi Larva BSF mereka dan sedang mengupayakan perluasan pasar dan penelitian produk hilir sehingga terbentuk ekonomi sirkular.

 

Sebagai perusahaan berbasis masyarakat, kami berupaya memberdayakan masyarakat dengan membentuk rantai pengelolaan sampah organik yang inklusif dan berkelanjutan. Peran mitra pembudidaya melalui upaya telah melahirkan pembudidaya baru di sekitarnya yang berdampak pada berkurangnya sampah organik yang tidak terkelola secara eksponensial. Tahun 2022 seluruh pembudidaya telah berhasil memproduksi 120 ton larva BSF secara berkelanjutan. Di selatan Provinsi Jawa Tengah & DIY (wilayah aglomerasi Joglosemar), 600 ton sampah organik diolah pada tahun 2022 dan tercipta lapangan kerja baru dengan pertumbuhan lebih dari 150% (yoy). Pertumbuhan ekonomi mereka dari budidaya larva BSF mencapai Rp 622.000.000,- pada tahun 2022 sedangkan sebaran budidaya larva BSF sebesar 70% di pedesaan untuk mendorong pemerataan ekonomi di wilayah ini.

 

Selain solusi praktis yang sudah dan proses dikembangkan oleh BSF Klaten, kami juga berfokus pada edukasi melalui platform video di youtube BSF Klaten dengan fungsi (1) Sebagai edukasi pengelolaan sampah organik skala rumah tangga; (2) Manfaat larva/maggot bsf untuk lingkungan, pakan protein alami untuk unggas, ikan konsumsi, hasil urai sampah atau biasa di sebut kasgot (bekas maggot) sebagai material pupuk organik, produk turunan seperti maggot kering beserta aplikasinya.

 

BSF KLATEN tahun ini tergabung dalam pendampingan peningkatan skill dari 2 institusi pemerintah antara lain :

  1. Pelatihan Leveling Manajemen Usaha dan Keuangan oleh BALATKOP UKM Provinsi Jawa Tengah dengan mentor dari BHMTC Indonesia (Bio Hadikesuma)
  2. Program Pendampingan Ekspor oleh KEMENDAG

 

#magot #umkm #ekonomi #klaten
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Shochib Ahmada

previous post
12 Parpol di Kabupaten Semarang Masih ‘’Impor’’ Bacaleg Dari Luar Daerah
next post
Terbaru, Pantai Prawean Jepara Bakal Resmi Jadi Destinasi Wisata

You may also like

MES Jateng Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan UMKM

04/10/2026

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Kembangkan Ekonomi Masyarakat, Penerima KUBE dan UEP Dibekali Mental Wirausaha

15/09/2026

Terkini

  • Musran NU Srobyong, Ketua MWC NU Mlonggo Ajak Pengurus  Perkuat Peran Jam’iyah dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat

    16/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah

    16/10/2026
  • 10 Ribu Peserta Bakal Meriahkan Karnaval Hari Santri Jepara, Berikut Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2026

    16/10/2026
  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here