Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 25, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
BudayaMuriaRegional

Ki Dalang Hendro Sebut Jowo Digowo, Arab Digarap, Barat Diruwat, Apa Maksudnya?

by Kunjari Ali 20/01/2024
Kunjari Ali 20/01/2024 3K views
3K

JEPARA | GISTARA.COM – Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Jepara, Ki Hendro Suryo Kartiko berharap agar masyarakat tetap memegang tradisi. Pasalnya, seiring dengan pergeseran zaman mulai ditinggalkan.

Pendiri Padepokan Marga Langit itu mencontohkan, seperti nama. Sekarang, nama jawa mulai ditinggalkan masyarakat. Alasannya, dinilai tidak modern sebagaimana nama arab dan barat.

“Kebo kenongo (berkekuatan besar dan harum), ekrak tebok (wadah atau pembersih yang baik), budaya penamaan seperti itu mulai ditinggalkan,” papar Ki Hendro kepada Gistara, Senin (15/1/24) pagi.

BACA JUGA: Baznas Jepara Sosialisasikan Kotak Sedekah dan Distribusi Zakat Produktif di Kalinyamatan

Kalau sekarang, lanjutnya, masyarakat tertarik dengan nama kebarat-baratan dan kearab-araban. Baik reno, alvaro, faqih atau sejenisnya bakal akibatkan identitas dari tradisi kejawen kian terkikis, sedikit demi sedikit.

Tidak hanya itu, pemakaian bahasa jawa juga jadi korban. Menurutnya, anak-anak dari generasi Z jarang ditemukan menggunakan bahasa jawa, mereka dominan dan akrab dengan bahasa Indonesia.

“Ironi juga, hidup di Pulau Jawa tapi tidak bisa bahasa Jawa. Khususnya bahasa kromo, kromo alus bahkan kromo inggil. Anak-anak era sekarang perlu dididik supaya mengerti unggah ungguh atas kelebihan bahasa Jawa itu tadi,” terangnya.

BACA JUGA: Sejumlah Eks Penyelenggara Pemilu Dirikan LIDINA

Bagi dia, Jawa memiliki karakter dan nilai yang tinggi. Mulai dari vahasa, muda, tua, teman dan lain-lain memiliki porsinya masing-masing. Berbeda dengan bahasa Inggris dan Arab, yang tidak mengandung unsur seperti Jawa.

Supaya dapat merealisasikan, menurutnya dapat dimulai dari diri sendiri. Jika dalam rumah tangga, diawali oleh orangtua. Budaya, kearifan lokal, seni budaya dijaga agar tidak tergerus oleh adat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kejawen.

“Jika tidak mampu, minimal asimilasi. Tapi gelem mangan ngombe ing bumi jowo, tapi ga gelem boso jowo kok bagaimana gitu. Tradisi diuri-uri, jowo digowo, barat diruwat dan arab digarap,” pungkasnya.

(Okom/KA)

 

Arab digarapBarat diruwatJowo digowo
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kunjari Ali

previous post
3,04 T Dialokasikan untuk Kabupaten/Kota dan Desa, Ini Peruntukannya
next post
Hujan dan Angin Menerjang, Belasan Rumah di Jepara Hancur

You may also like

PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026

24/09/2026

Tambang Tanah Uruk Kecapi Kembali Beroperasi, Tim Terpadu Hentikan Aktivitas

24/09/2026

Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus

23/09/2026

Awali Jepara Kite Festival 2026 Launching Lagu Layang-Layang, Pelangi Jepara Gelar Konser Musik Gratis 

23/09/2026

Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Jepara Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di UAJ

22/09/2026

Bentengi Desa dari Narkoba, Satresnarkoba Polres Jepara Sisir Warga  Lewat Penyuluhan Hukum

22/09/2026

Terkini

  • PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026

    24/09/2026
  • Tambang Tanah Uruk Kecapi Kembali Beroperasi, Tim Terpadu Hentikan Aktivitas

    24/09/2026
  • Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus

    23/09/2026
  • Awali Jepara Kite Festival 2026 Launching Lagu Layang-Layang, Pelangi Jepara Gelar Konser Musik Gratis 

    23/09/2026
  • Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Jepara Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di UAJ

    22/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here