Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, September 21, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
NasionalSemarangan

Latsar Bela Negara,  Komdigi dan Widyaiswara Badiklat Hukum Jateng Sinergi Kuatkan Nalar Kebangsaan

by Redaksi 08/07/2025
Redaksi 08/07/2025 339 views
339

SEMARANG | GISTARA. COM — Di tengah gelombang disrupsi digital dan memudarnya narasi kebangsaan di ruang-ruang daring, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng widyaiswara Balai Diklat (Badiklat) Hukum Jawa Tengah untuk memperkuat kembali fondasi kesadaran bela negara di kalangan aparatur sipil negara.

Sebanyak 40 peserta dari berbagai unit eselon utama Komdigi serta Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dari seluruh penjuru Indonesia. Balmon itu dari delegasi Jayapura, Manado, Palu, Lampung, Jambi, Makasar, Surabaya, Denpasar, Kupang, Samarinda, dan Banjarmasin, mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Angkatan 5 dan 6. Kegiatan ini digelar daring, namun tak kehilangan substansi nasionalisme yang mendalam.

Dr. Muh Khamdan, Widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, tampil sebagai pengampu materi utama. Dari ruang kerjanya di Semarang, ia menyampaikan kuliah kebangsaan yang menitikberatkan pada pentingnya kesadaran bela negara di era serba digital dan tanpa batas ini.

BACA JUGA: Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Bupati Jepara Serahkan 17 Unit Alsintan

“Di balik layar ponsel pintar dan jaringan nirkabel, kedaulatan bangsa kita tetap harus dijaga. Bukan hanya oleh TNI dan Polri, tetapi oleh setiap ASN,” ujar Khamdan, (8/7/25).

Khamdan menekankan bahwa bela negara tak lagi monopoli militer, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif warga negara, terutama birokrat digital.

Acara diawali dengan sesi sharing knowledge antar peserta mengenai peran vital monitoring frekuensi. Di forum ini terungkap, bagaimana para ASN di bidang telekomunikasi justru menjadi garda depan dalam menjaga kedaulatan udara nasional dari gangguan gelombang ilegal maupun infiltrasi sinyal asing.

Khamdan mendorong agar para peserta tak hanya memahami konsep bela negara sebagai doktrin normatif, melainkan menginternalisasi lima nilai dasarnya: cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban, dan memiliki kemampuan awal bela negara.

BACA JUGA: Inovasi dan Konsistensi Kawal Keandalan Pembangkit 24/7, PLN UIK Tanjung Jati B Hadirkan Listrik untuk Rakyat

Menurutnya, kelima nilai itu harus menjelma menjadi rencana aksi yang membumi di setiap unit kerja. Maka, seluruh peserta Latsar dibagi ke dalam delapan kelompok untuk merancang implementasi riil nilai dasar bela negara sesuai konteks kerja mereka masing-masing.

Dari aksi kolektif itu, peserta diminta menghasilkan karya visual dalam bentuk video podcast, dokumenter, hingga konten kampanye kebangsaan. Tak sekadar media, melainkan sebagai teropong isu kebangsaan dan cermin narasi kebinekaan yang tengah digerus algoritma komersial.

“Jika narasi kebangsaan tak kita isi sendiri, maka ia akan diisi oleh pasar, atau oleh mereka yang tak punya kepentingan atas kedaulatan bangsa,” tandas Khamdan. Ia menambahkan bahwa ASN di Komdigi memiliki kekuatan untuk memproduksi konten yang memelihara integritas kebangsaan.

Dalam diskusi kelompok kecil, beberapa peserta mengusulkan kampanye digital bertema #SignalUntukNegara, yang menarasikan bagaimana tugas-tugas pengawasan frekuensi bukan sekadar teknis, melainkan bagian dari diplomasi kedaulatan udara.

Sementara kelompok lain merancang podcast edukatif bertajuk Suara Negara di Udara, yang membahas isu disinformasi dan hoaks dari perspektif pertahanan non-militer. Karya-karya ini menjadi langkah awal revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam dimensi digital.

Dalam pandangan Khamdan, sinergi semacam ini merupakan titik temu antara pendidikan kebangsaan dan transformasi digital. “Kita tak boleh hanya menjadi birokrat administratif. Kita adalah pewaris nilai-nilai republik. ASN Komdigi harus jadi pendidik publik, bukan hanya pelaksana sistem,” ujarnya.

Pelatihan ini bukan hanya soal modul dan absen daring. Ini tentang pembudayaan nilai. Tentang membumikan Pancasila dalam setiap kerja harian ASN. Tentang bagaimana seorang teknisi sinyal di Manado maupun di Jayapura pun bisa menjadi ujung tombak bela negara.

Sinergi antara Badiklat Hukum Jateng dan Komdigi membuka paradigma baru bahwa pelatihan ASN tak boleh berhenti pada kompetensi teknis, tapi harus menanamkan kesadaran ideologis sebagai benteng pertahanan bangsa.

Di tengah riuh rendah informasi global dan krisis identitas digital, kerja sunyi dari ruang-ruang pelatihan seperti ini menjadi pilar terakhir yang menjaga bangsa dari kealpaan sejarah dan kebangsaan. Dan sinyal-sinyal itulah, yang kini kembali diarahkan pada satu titik, Indonesia Raya. (KA)

Badiklat Hukum JatengKomdigiNalar Kebangsaan
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Peringati Asyura, MWC NU Tahunan dan BLJ Berikan Santunan Yatama
next post
Bupati Resmikan Wisata Terintegrasi Kecamatan Pakis Aji, Tawarkan Wisata yang Beragam

You may also like

Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan, 17 Madrasah di Jepara Digelontor Revitalisasi Banpres

20/09/2026

Investor Dubai Bidik Jepara untuk Pembangunan Kilang Minyak, Investasi Capai 5 Triliun

17/09/2026

Purbaya Kena Resuffle, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

14/09/2026

BMKG Prediksi El Nino Bertahan sampai Awal 2027

11/09/2026

Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

31/08/2026

Sejarah Panjang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

28/08/2026

Terkini

  • Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan, 17 Madrasah di Jepara Digelontor Revitalisasi Banpres

    20/09/2026
  • Harlah ke-69 YAPI Nahdlatul Fata, Meneguhkan Kembali Peran Orang Tua dalam Pendidikan

    19/09/2026
  • PERSIMANU 2 Digelar, Pelajar Ma’arif NU Jepara Didorong Ukir Prestasi

    19/09/2026
  • Baru Dilantik, KKMA 02 Jepara Langsung Tancap Gas Bedah Kerangka TKA 2026

    19/09/2026
  • Ulil Albab Ajak Pramuka Melek Perda dan Berani Ambil Peran 

    19/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here