Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 11, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Mawardi; Redefinisi Konsep Bernegara Al Umm di Indonesia 

by Redaksi 19/07/2025
Redaksi 19/07/2025 296 views
296

Oleh: Habby Luthfi Ulul Arham

Mawardi adalah seorang ulama dan ahli hukum Islam dari abad ke-4 Hijriyah yang terkenal karena karya-karyanya yang terkait dengan pemerintahan dan administrasi negara. Salah satu konsep yang dikemukakan oleh Mawardi adalah konsep bernegara, yang merupakan landasan utama bagi pemerintahan yang adil dan efektif dalam Islam.

Menurut Mawardi, konsep bernegara dalam Islam melibatkan tiga unsur utama: keadilan, ketaatan, dan kemandirian. Pertama, keadilan merupakan prinsip fundamental dalam pemerintahan Islam. Keadilan harus ditegakkan dalam semua aspek pemerintahan, baik dalam pembuatan kebijakan maupun dalam pelaksanaannya. Pemerintah harus memastikan bahwa hak- hak rakyat dilindungi dan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh pemerintah didasarkan pada keadilan dan kebenaran.

Kedua, ketaatan merupakan kunci untuk menjaga stabilitas dan keamanan dalam negara Islam. Mawardi menekankan pentingnya ketaatan rakyat terhadap pemerintah yang sah dan hukum- hukum yang ditetapkan oleh pemerintah. Ketaatan ini juga harus dilandasi oleh kesadaran bahwa pemerintah dianggap sebagai wakil Allah di bumi dan bahwa ketaatan terhadap pemerintah merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah.

Ketiga, kemandirian adalah prinsip yang berkaitan dengan kemandirian negara dalam segala hal. Mawardi menyatakan bahwa negara harus memiliki otonomi dan tidak bergantung pada kekuatan atau kekuasaan luar untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Negara harus mampu memelihara kedaulatan dan integritasnya sendiri serta mampu menentukan kebijakan dan arahnya sendiri tanpa campur tangan dari pihak luar.

Selain tiga unsur utama tersebut, Mawardi juga menekankan bahwa konsep bernegara dalam Islam bukan hanya tentang pemerintahan yang efektif, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dan memastikan bahwa kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

Dalam era modern saat ini, konsep bernegara yang dikemukakan oleh Mawardi masih relevan dan dapat diadopsi dalam pemerintahan negara-negara Islam. Konsep ini dapat membantu menciptakan pemerintahan yang adil dan efektif serta masyarakat yang sejahtera dan harmonis

Meskipun karya-karya beliau telah ditulis sekitar seribu tahun yang lalu, namun prinsip-prinsip yang dikemukakannya masih relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan- tantangan dalam bidang pemerintahan dan politik.

Tatanegara dalam Kitab Al Umm

Kitab Al-Umm yang ditulis oleh Al-Mawardi merupakan salah satu karya penting dalam sejarah pemikiran politik Islam. Buku ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk tatanegara atau sistem pemerintahan. Dalam essay ini, kita akan membahas tentang tatanegara dalam Kitab Al-Umm karya Al-Mawardi, termasuk konsep pemerintahan, prinsip-prinsipnya, dan pentingnya menjalankan tatanegara yang baik dalam Islam.

Konsep Pemerintahan dalam Kitab Al-Umm, Al-Mawardi memberikan gambaran yang komprehensif mengenai konsep pemerintahan dalam Islam. Dia menekankan pentingnya memilih seorang pemimpin yang adil dan memiliki kecakapan untuk memimpin umat. Al- Mawardi menguraikan berbagai bentuk pemerintahan, mulai dari khalifah, emir, hingga wazir, dan menjelaskan tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan pemerintahan.

Prinsip-prinsip Tatanegara, Al-Mawardi menegaskan beberapa prinsip penting yang harus dijunjung dalam menjalankan tatanegara yang baik. Beberapa prinsip tersebut antara lain :

Keadilan: Pemerintahan yang adil menjadi salah satu prinsip utama dalam Kitab Al-Umm. Al-Mawardi menekankan perlunya keadilan dalam memperlakukan rakyat, menegakkan hukum, dan menjaga hak-hak individu.

Kepemimpinan yang berkualitas: Al-Mawardi menekankan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki kecakapan, integritas, dan kemampuan untuk memimpin dengan bijaksana.

Konsultasi: Al-Mawardi menekankan pentingnya konsultasi dalam pengambilan keputusan politik. Pemimpin harus mendengarkan masukan dari para ahli dan konsultan sebelum membuat keputusan yang penting bagi umat.

Kestabilan dan keamanan: Al-Mawardi menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan negara. Pemerintah harus melindungi rakyatnya dari ancaman dalam dan luar negeri serta memelihara ketertiban umum.

Selain itu Al-Mawardi menekankan pentingnya menjalankan tatanegara yang baik dalam Islam. Sebuah pemerintahan yang adil dan stabil diyakini akan membawa keberkahan dan kemajuan bagi umat Islam. Dalam Islam, pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keadilan sosial, melindungi hak-hak individu, dan memastikan kebahagiaan masyarakat secara keseluruhan.

Aktualisasi Konsep Tatanegara Al Umm dalam Konteks Bernegara di Indonesia

Tatanegara merupakan konsep yang penting dalam menjalankan pemerintahan suatu negara. Di Indonesia, prinsip-prinsip tatanegara telah berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Dalam konteks modern, konsep tatanegara dapat diterapkan dengan mengacu pada berbagai sumber, termasuk kitab-kitab klasik seperti Al-Umm karya Mawardi.

Penerapan Konsep Tatanegara dalam Konteks Modern di Indonesia dengan mengambil perspektif dari pemikiran Mawardi yang terdapat dalam kitab Al-Umm, diantaranya :

Kepemimpinan yang Adil dan Berwibawa

Dalam konteks modern di Indonesia, konsep ini dapat diterapkan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, demokrasi, dan supremasi hukum. Pemimpin harus memastikan bahwa keadilan ditegakkan untuk semua warga negara tanpa memandang latar belakang atau kedudukan sosial. Selain itu, pemimpin juga harus memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi agar mendapatkan rasa hormat dan pengakuan dari masyarakat.

Sistem Pemerintahan yang Efektif

Penerapan konsep ini dapat dilakukan dengan membangun sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintahan yang efektif harus mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, mengelola sumber daya negara secara efisien, serta memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Keberagaman yang Diakui dan Dihormati

Di Indonesia, negara yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa, prinsip ini sangat relevan. Penerapan konsep tatanegara dalam konteks modern di Indonesia harus memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi dan perlakuan yang tidak adil. Pemerintah juga harus menciptakan iklim toleransi, dialog, dan kerjasama antar kelompok masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan

Tatanegara juga harus berfokus pada upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, adil, dan inklusif. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Habby Luthfi Ulul Arham, Alumni Magister Hukum Kenegaraan Universitas Indonesia (UI)

 

Al MawardiKitab Al UmmTata negara
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Semarak Maulidur Rasul dan Tahun Baru Islam di Banjaran: Ansor NU Gelar Pengajian Akbar
next post
Beri Keamanan Dan Kenyamanan Warga Jepara, Tim Patroli Siraju Kembali Gelar Patroli Rutin Malam Hari

You may also like

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Kembalinya Trah Tebuireng, Gus Kikin dan Perebutan Makna Identitas NU

01/09/2026

Muktamar NU ke-35, Asap yang Padam di Ruang Sidang

29/08/2026

Hari Keempat Muktamar NU ke-35: Kematangan Peserta Memilih AHWA

29/08/2026

Mengamankan Pemilih AHWA pada Muktamar NU ke-35 Jombang

21/08/2026

Terkini

  • Sediakan Akses Air Bersih, Pusterad dan Kodim Jepara Bersama Pemkab Jepara Survei Titik Sumur Bor 

    10/09/2026
  • Komisi Pendidikan Pesantren dan Kaderisasi Ulama MUI Jawa Tengah Monitor Perkembangan Pesantren Karimunjawa

    10/09/2026
  • Utamakan Kenyamanan Wisatawan, Pelabuhan Karimunjawa Bakal Diperbaiki

    10/09/2026
  • Jelang Pelaksanaan Persimanu 2, Panitia Gelar Rakor Lintas Sektor

    09/09/2026
  • Kafilah Jepara Resmi Dilepas ke MTQ Nasional,  Pemkab Siapkan Reward bagi Peraih Juara

    09/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here