JEPARA | GISTARA. COM – Komunitas Ukir Jepara (KUI), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, sukses menggelar acara “Lelang Ukir untuk Amal” di Gallery Waloeyoe Hadi, Bapangan, Jepara (30/7/2025). Bank Indonesia (BI) turut menjadi pendukung utama dan mitra strategis yang mendukung kelancaran acara ini
Ketua panitia, Sutrisno, menyampaikan bahwa ide lelang ini bermula dari diskusi dengan pihak BI yang menyediakan stand di Paragon Mall Semarang dalam acara UMKM Gayeng 2025, untuk memperkenalkan seniman lokal sekaligus memperluas jangkauan pembeli karya ukir Jepara.
BI tidak hanya memberi fasilitas pameran, tetapi juga membantu menumbuhkan kelembagaan seni Jepara agar lebih dikenal, serta memperkuat nilai-nilai budaya dan sosial yang melingkupi seni ukir lokal.
BACA JUGA: APBD Perubahan 2025 Disetujui, Bupati Jepara: Terus Bergerak Menuju Terwujudnya Jepara Mulus
Dalam sambutan mewakili Pemkab Jepara, Kepala Disperindag Zamroni Lestiaza menyebut bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak sejarah, karena BI memungkinkan penyelenggaraan lelang publik yang resmi dan terbuka dan menjadi yang pertama di Jepara bahkan Jawa Tengah. Harapannya semoga nantinya lelang ini dapat belajar dan bisa terstandar balai lelang professional seperti halnya Christie’s yang telah berdiri sejak tahun 1766.
Keseluruhan hasil lelang menyentuh angka Rp40,4 juta dari tujuh karya ukir, dengan karya unggulan termasuk “Sangkar Bharatayuddha” yang terjual Rp28 juta, dan “Kasih Sayang Ibu Kepada Anaknya” senilai Rp5 juta.
Sutrisno menegaskan bahwa sebagian hasil lelang diperuntukkan wakaf sumur bor, wakaf makam ancarsari dan santunan anak yatim, sementara sebagian lainnya kembali pada seniman sebagai penghargaan atas karya mereka yang sarat makna & budaya.
Dalam video dokumentasi acara yang diunggah ke kanal YouTube berjudul “Lelang Ukir untuk Amal”, terlihat proses lelang berjalan dinamis, dengan BI sebagai mitra pendukung utama turut berperan dalam menjaga kelancaran jalannya acara.
Kehadiran perwakilan Bank Indonesia Jateng, Meisara Cahyadi, dalam acara tersebut mendapat sambutan hangat. BI turut menyediakan fasilitas pameran dan membantu publikasi dalam event bertema seni yang punya muatan sosial ini. Dalam sambutannya beliau menerangkan bahwa acara ini adalah rangkaian dari Fajar (Festival Jateng Syariah). BI akan selalu siap membantu dan mendukung acara seperti ini yang tidak hanya kali ini tapi semoga berlanjut di tahun mendatang.
BACA JUGA: Jelang HUT RI ke 80, PLN UIK Tanjung Jati B Salurkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas di Jepara
Bank Indonesia mendapatkan ucapan terima kasih khusus dan apresiasi terbuka dari Bapak Suhandono Hadi yang merupakan adik Waloeyo Hadi seniman pembuat patung Kartini Jepara.
Seniman yang juga melelang tiga karyanya, dan salah satu karyanya berjudul Dzikir Semesta dilelang dengan harga Rp. 1.380.000.000, yang belum laku terjual siang itu. Walau karya tersebut pernah akan ditukar dengan Avanza baru dan pernah ditawar salah satu calon Presiden 2024-2029, tapi belum terjadi kesepakatan.
Suhandono Hadi merasa berterima kasih kepada Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah, karena telah mendukung acara seni. Seniman asli Jepara yang lama berkarya di Medan merasa belum mendapat perhatian seperti kali ini oleh BI Jateng sebagai institusi yang tidak sekadar memfasilitasi, tetapi turut andil membesarkan ruang bagi seniman ukir Jepara dalam ranah ekonomi dan sosial.
Sambutan Mas Ikhwan Saefulloh mewakili wakil ketua MPR RI ibu Lestari Moerdijat menyampaikan dalam membantu para pengukir Jepara beliau membantu 1000 beasiswa bagi pengukir agar tetap dapat terus berkarya.
Melalui sinergi ini, diharapkan Lelang Ukir untuk Amal bisa menjadi agenda tahunan yang semakin profesional serta memberi dampak luas bagi pelestarian budaya ukir Jepara sekaligus kepedulian sosial.(KA)