Fazari Ketua PC PMII Jepara
JEPARA | GISTARA. COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa dan komunitas seni di Jepara memadati kawasan Tugu PKK Jepara pada Minggu (1/3/2026).
Mereka menggelar aksi damai bertajuk “Panggung Bebas: Reformasi Polri dan Tegakkan HAM” sebagai bentuk kritik atas rentetan kasus kekerasan aparat yang belakangan ini mencuat di tanah air.
Aksi ini diikuti oleh kolaborasi organisasi intra dan ekstra kampus, serta didukung oleh penampilan ekspresif dari Sanggar Seni Eling, Teater Tuman, Band TA, dan Skecmatech. Perpaduan orasi politik dan penampilan seni ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyuarakan keresahan rakyat.
BACA JUGA: Yuk Sambut Nuzulul Qur’an!
Dalam kesempatan tersebut Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jepara Muhammad Nur Fazari membakar semangat dengan berorasi, “Menagih Janji Presisi, Menjemput Keadilan yang Mati.”
Ketua PC PMII menegaskan bahwa aksi ini lahir dari rasa cinta terhadap negeri, bukan kebencian terhadap institusi.
”Kita hadir karena kita ingin melihat hukum tegak tanpa pandang bulu, bukan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas! Reformasi Polri bukan sekadar jargon atau ganti seragam, tapi perubahan watak,” tegas Fazari
Dalam orasinya, Fazari menyoroti berbagai tragedi kemanusiaan mulai dari Kanjuruhan, Rempang, hingga kasus terbaru yang viral yakni pelindasan ojek online dan pembunuhan siswa berusia 14 tahun di Maluku oleh oknum aparat.
Dalam mimbar bebas tersebut, mahasiswa menuntut agar Polri kembali ke khitahnya sebagai pelindung rakyat, bukan alat pemukul kritik.
Melalui panggung bebas ini, Ketua PC PMII Jepara menyampaikan tiga tuntutan krusial:
Pertama, Hentikan Brutalitas Aparat: Mendesak penggunaan kekuatan yang proporsional dan penghentian penggunaan gas air mata terhadap rakyat.
Kedua, Audit Independen: Memastikan setiap pelanggaran etik dan pidana oleh oknum polisi diproses secara transparan.
Ketiga, Hapus Budaya Impunitas: Menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk mereka yang mengenakan lencana.
BACA JUGA: Pertengahan Ramadan, Jepara Dapat Tambahan 19.600 Tabung LPG
Meski membawa narasi yang tajam dan kritis, jalannya aksi di Tugu PKK terpantau aman, lancar, dan tertib. Massa aksi menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan menjaga kebersihan lokasi dan tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.
Aksi diakhiri dengan pekik “Reformasi Polri Harga Mati!” dan “Tegakkan HAM Sekarang Juga!” yang diikuti secara serempak oleh seluruh massa aksi. Mahasiswa berjanji akan terus mengawal isu ini hingga terjadi perubahan nyata di tubuh institusi penegak hukum. (KA)