Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Wednesday, October 14, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
MuriaRegional

Suluk Karangkebagusan: Menyalakan Kembali Lentera Intelektual di Tengah Redupnya Tradisi Baca

by Redaksi 13/10/2025
Redaksi 13/10/2025 293 views
293

Suluk Karangkebagusan edisi perdana di Wisma Pergerakan Jepara 

JEPARA | GISTARA. COM — Di tengah meredupnya gairah membaca di kalangan mahasiswa dan masyarakat, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dan Pengurus Cabang (PC PMII) Jepara berikhtiar menyalakan kembali api intelektualitas, melalui kegiatan bertajuk Suluk Karangkebagusan.

Suluk Karangkebagusan yang perdana  ini digelar di Wisma Pergerakan Karangkebagusan, Sabtu (11/10/2025), dan diikuti oleh dua puluh kader dan pengurus PMII. Direncanakan Suluk Karangkebagusan ini dilaksanakan setiap dua Minggu sekali.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk bedah buku ini menghadirkan Dr. Saefudin, M.Pd, Dosen Unisnu Jepara sekaligus Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jepara, sebagai pemantik.

BACA JUGA: Wakil Bupati Jepara Wanti-Wanti Kualitas Layanan Gizi di Setiap SPPG

Buku yang dibedah kali ini berjudul “Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangsaan Indonesia” karya Hasim Wahid — sebuah refleksi kritis terhadap cengkeraman kapitalisme dalam perjalanan bangsa.

Menumbuhkan Ekosistem Intelektual

Ketua IKA PMII Jepara, Kusdiyanto, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa Suluk Karangkebagusan lahir dari kegelisahan bersama akan menurunnya daya baca dan semangat literasi di kalangan mahasiswa.

“PMII adalah entitas kaum terpelajar, intelektual. Maka sudah seharusnya kita memperkuat literasi, menghidupkan budaya baca, dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain,” ujarnya.

Kusdiyanto menilai, gerakan literasi semacam ini bukan sekadar aktivitas membaca buku, tetapi merupakan upaya menciptakan ekosistem intelektual di Jepara.

BACA JUGA: Gubernur Jateng Minta Kader PMII Kawal Program Pemerintah

Ia mengingatkan kembali jejak Mbah Wahab Chasbullah — pendiri Nahdlatul Ulama — yang memulai gerakannya melalui taswîful afkâr (pertukaran pemikiran), yang kemudian berkembang menjadi gerakan sosial, ekonomi, hingga lahirnya NU.

“Semoga kegiatan ini menjadi spirit gerakan intelektual yang istiqamah dilakukan di tempat ini,” tegasnya.

Dalam sesi bedah buku,  Dr. Saefudin menyoroti bagaimana kapitalisme menjadi arus besar yang membentuk wajah dunia modern. Ia menyebut bahwa setiap pemikiran dan buku selalu memiliki keterbatasan, namun justru dari keterbatasan itulah lahir semangat untuk terus membaca dan melengkapi pengetahuan.

“Muara ideologi dunia adalah kapitalisme. Dan setiap analisis terhadap persoalan bangsa harus dikaitkan dengan konstelasi global. Kalau tidak, kita akan gagal membaca realitas,” jelasnya.

BACA JUGA: Bupati Jepara: Perbaikan Gedung DPRD Jepara Gunakan Anggaran Pusat

Ia menjelaskan bagaimana kapitalisme bermetamorfosis dari sistem ekonomi menjadi kekuatan kultural dan politik yang menghegemoni kehidupan masyarakat modern. .

“Penjajahan fisik memang sudah berakhir, tapi kini kita menghadapi penjajahan ekonomi, budaya, dan sosial. Maka kritik dan kesadaran harus dibangun dengan basis pengetahuan,” tegasnya.

Menghidupkan Tradisi Fikir, Dzikir, dan Amal Saleh

Dalam suasana yang hangat dan penuh refleksi, para peserta diajak merenungi kembali mandat dasar kader PMII: fikir, dzikir, dan amal saleh. Menurut Dr. Saefudin, para kiai terdahulu selalu memulai gerakannya dengan diskursus pemikiran,  Itulah sebabnya, membaca dan berdiskusi menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan.

“Kritis itu penting, tapi harus lahir dari pengetahuan. Dan pengetahuan lahir dari membaca,” tutup Saefudin dengan nada penuh keyakinan.

Di akhir sesi Ketua PC PMII Abid Jabbar berharap, agar  membaca buku dan diskusi menjadi tradisi di lingkungan mahasiswa, khususnya kader dan pengurus PMII

“Meskipun membaca buku dan diskusi itu berat, mari kita Istiqomahkan,” pintanya.

Sesi Suluk Karangkebagusan ini pun tidak berhenti pada ruang teori, tetapi menjadi ajang menyatukan tradisi intelektual dengan spiritualitas. Sebuah upaya kecil namun bermakna untuk membumikan kembali budaya baca dan berpikir kritis di tengah tantangan zaman.(KA)

Ekosistem intelektualLiterasiSuluk Karangkebagusan
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
ASN KUA Karimunjawa Hadirkan Booklet Digital Bimbingan Perkawinan, Inovasi Bimbingan Widyaiswara Badiklat Hukum Jateng
next post
Jepara Rolling Borong 10 Emas di Kejuaraan Nasional Sepatu Roda

You may also like

Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

14/10/2026

Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

14/10/2026

AKBP Keris Aji Wibisono Pimpin Polres Jepara, Ajak Semua Elemen Wujudkan Jepara MULUS

13/10/2026

Peminat Minim, Pembentukan Dewan Kebudayaan Jepara Ditata Ulang

12/10/2026

Jelang Pencoblosan, 61 Calon Petinggi  di Jepara Komitmen Jaga Pilpet Damai

12/10/2026

Duet KH. Ali Masykur dan KH. Misbahuddin Pimpin MWC NU Tahunan 2026–2031, Dorong Tradisi...

11/10/2026

Terkini

  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
  • Ribuan Kader Bakal Hadir, Pemkab Kendal Siap Dukung Kongres IPNU-IPPNU

    13/10/2026
  • AKBP Keris Aji Wibisono Pimpin Polres Jepara, Ajak Semua Elemen Wujudkan Jepara MULUS

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here