Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 18, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
NasionalSemarangan

Latsar CPNS RRI: Jangan Biarkan Lingkungan Kerja Jadi Toksik

by Alena Kiasata 22/10/2025
Alena Kiasata 22/10/2025 314 views
314

SEMARANG | GISTARA.COM – Dalam dunia kerja yang kian dinamis, menciptakan keharmonisan di tengah perbedaan karakter dan budaya kerja bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dr. Muh Khamdan, widyaiswara Balai Diklat Hukum Jawa Tengah, Kementerian Hukum, menegaskan hal itu di hadapan sepuluh peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil dari lingkungan Radio Republik Indonesia (RRI). Kegiatan yang berlangsung Senin-Selasa (20-21 Oktober) ini menjadi ruang refleksi mendalam tentang pentingnya membangun lingkungan kerja yang harmonis dan bebas dari perilaku toksik.

“Keharmonisan adalah energi produktif,” ujar Muh Khamdan membuka sesi pelatihan. Baginya, suasana kerja yang positif dan suportif adalah fondasi dari kinerja organisasi yang sehat. Ia menekankan bahwa harmoni bukan berarti tanpa perbedaan, melainkan kemampuan untuk merawat perbedaan menjadi kekuatan bersama.

Sebanyak sepuluh peserta dari RRI Jambi, Pekanbaru, Ranai, Tarakan, Bandar Lampung, Surakarta, Nabire, hingga RRI Pusat mengikuti sesi pembelajaran interaktif ini. Dalam forum itu, Khamdan menyoroti fenomena “sugar coating” di dunia kerja, yaitu sikap manis di luar namun menyimpan kepahitan di dalam, sebagai gejala yang kerap menjadi benih lingkungan toksik di birokrasi modern.

BACA JUGA: Jaga Daya Beli Masyarakat, Tim Satgas Pangan Polda Jateng dan Bulog Jawa Tengah Pantau Langsung Harga Beras di Pasaran

“Budaya kerja yang harmonis hanya bisa tumbuh jika ada keberanian untuk jujur dan saling menghargai,” tegas Khamdan.

Ia mengingatkan para ASN muda agar tidak terjebak dalam kepura-puraan atau persaingan tidak sehat yang hanya melemahkan solidaritas tim.

Subandi, peserta asal RRI Jambi, menuturkan pengalamannya sebagai ASN muda dari Magelang yang harus beradaptasi dengan karakter sosial-budaya Jambi.

“Harmoni itu bukan berarti sama, tapi bagaimana kita bisa memahami kesamaan dan menerima perbedaan. Itu kunci kerja bareng tanpa gesekan,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa adaptasi menjadi bentuk kedewasaan sosial dalam menghadapi dinamika kerja di lapangan.

Sementara itu, Wivia Tiara Putri, ASN muda RRI Nabire, Papua Tengah, yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, menilai bahwa harmoni di tempat kerja adalah bentuk kesadaran spiritual dan profesional.

“Teman kantor itu bukan sekadar rekan kerja, tapi seperti saudara dekat. Kita menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka dibanding dengan keluarga,” katanya lembut, seraya menambahkan bahwa membangun harmoni adalah bagian dari rasa syukur karena organisasi menjadi sumber penghidupan bersama.

Khamdan memaparkan bahwa lingkungan kerja toksik biasanya muncul akibat “ketidakadilan perasaan”. Situasi di mana seseorang merasa tidak dihargai, tidak didengarkan, atau diperlakukan berbeda. Ketika ego dan keinginan untuk menang sendiri lebih dominan, maka lahirlah persaingan destruktif dan komunikasi yang tersumbat.

Untuk menanggulangi hal itu, ia menawarkan tiga strategi sederhana namun efektif, yaitu bangun empati, komunikasi terbuka, dan saling apresiasi. Empati menumbuhkan pemahaman, komunikasi menjaga keterhubungan, dan apresiasi memberi energi positif bagi keberlanjutan semangat kerja tim.

Lebih jauh, ia menautkan nilai-nilai harmonis ini dengan prinsip budaya bangsa. “Dalam falsafah Jawa, kita mengenal pepatah ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.’ Itu bukan sekadar ungkapan, tapi panduan etika kerja kolektif,” tutur Khamdan.

Spirit gotong royong, katanya, harus dihidupkan dalam setiap ruang kerja, termasuk di lembaga penyiaran publik seperti RRI yang menjadi wajah suara bangsa.

Kehadiran Khamdan di tengah ASN muda RRI bukan hanya sebagai instruktur, tetapi juga sebagai katalis kesadaran baru tentang pentingnya adaptasi dalam dunia kerja modern. Ia mengajak peserta untuk memahami bahwa keharmonisan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan setiap individu untuk beradaptasi dan berkolaborasi.

Pelatihan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Mereka merasa mendapatkan bukan hanya ilmu birokrasi, tetapi juga insight kemanusiaan.

“Kami jadi paham bahwa harmoni itu tidak muncul dari sistem, tapi dari niat setiap individu untuk saling memahami,” ujar salah satu peserta dari RRI Surakarta, Tri Winarsih.

Di penghujung kegiatan, Khamdan menutup dengan pesan reflektif. “Organisasi bukan sekadar tempat mencari nafkah, tapi tempat membangun makna.”

Dengan meneguhkan nilai harmonis, para ASN muda diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, adaptif, dan kolaboratif. Tempat di mana setiap suara memiliki ruang, dan setiap perbedaan menjadi sumber kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. (AD)

Badiklat Hukum JatengLatsar CPNSRadio Republik Indonesia
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Alena Kiasata

previous post
Pemilih Pemula Belajar Tolak Politik Uang
next post
Sigap Atasi Kemacetan Akibat Banjir, Satlantas Polres Jepara Wujudkan Pelayanan Prima untuk Masyarakat

You may also like

Investor Dubai Bidik Jepara untuk Pembangunan Kilang Minyak, Investasi Capai 5 Triliun

17/09/2026

Purbaya Kena Resuffle, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

14/09/2026

BMKG Prediksi El Nino Bertahan sampai Awal 2027

11/09/2026

Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

31/08/2026

Sejarah Panjang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

28/08/2026

Apa itu Muktamar?

27/08/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

    18/09/2026
  • 3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

    18/09/2026
  • Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

    18/09/2026
  • Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

    17/09/2026
  • Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

    17/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here