Oleh: Miqdad Sya’roni
Bulan Rajab adalah bulan yang mulia, termasuk empat bulan yang disebutkan dalam surat Attaubah ayat 36, Empat bulan mulia yaitu Muharram, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah.Bulan yang mulia sudah tentu kita membuat aktifitas yang bermanfaat yang bernilai ibadah.
Bulan Rajab adalah bulan menanam, dikatakan Syaikh Abu Bakar Al-Warraq Al Balkhi dalam kitab Lathaiful Ma’arif, “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.”
Rajab saatnya menanam amal bakti, artinya “menanam” sangat luas, dari menaruh benih di tanah agar tumbuh, hingga menanamkan pemahaman, perasaan (seperti semangat).
BACA JUGA: Wisata Religi Masjid Mantingan, Jejak Sejarah Islam di Jepara
Amal yang artinya perbuatan atau pekerjaan yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan tertentu, sering kali merujuk pada perbuatan baik (amal saleh).
Bakti adalah ungkapan kesetiaan, hormat, dan pengabdian yang mendalam, bisa kepada orang tua, negara, Tuhan, atau tugas, sering diwujudkan dalam bentuk perbuatan nyata seperti pengabdian diri atau gotong royong, dan berasal dari bahasa Sanskerta (bhakti) yang berarti cinta atau pemujaan.
Menanam amal bakti dibulan rajab adalah menumbuhkan rasa semangat dalam jiwa, yang digerakkan oleh raga dengan melakukan aksi atau berbuat dengan alami (keikhlasan dan qanaah menerima), yang diaplikasikan penuh dengan kesetiaan dan pengabdian cinta pada Ilahi Robbi dan menanam rasa mahabbah kecintaan kepada Rasul Muhammad.
Aksi berbuat menanam amal bakti di bulan rajab bisa dengan memperbanyak membaca istighfar sebagai wujud hamba yang memohon ampunan kepada Allah, melakukan ibadah sunnah seperti puasa sunnah rajab, bersedekah kepada sesama dan bersalawat menambah rasa kecintaan mahabbah kepada Rasul Muhammad dalam Langkah dan gerak di kehidupan kita.
BACA JUGA: KH. Ahmad Fauzan, Peletak Pondasi Modernisasi Pergerakan Islam di Jepara
Menanam amal bakti juga ibarat kita melakukan tirakat, yaitu praktik spiritual Jawa berupa laku batin untuk mendekatkan diri pada Tuhan, mengendalikan hawa nafsu, dan mencapai tujuan tertentu (hajat), seringkali melalui puasa, menyepi (bertapa), atau ritual lainnya seperti doa dan zikir bersama, yang intinya adalah latihan mental, kesabaran, dan keteguhan hati demi perbaikan diri.
Sehingga tertulis dalam syair berikut ini:
أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجب وَشَعْبَانَ وَبَلغنَا رَمَضَانَ
Ya Allahu Robbi >< Engkaulah Tuhan kami
Jiwa raga ini >< Kan slalu mengabdi
Di bulan Rajab ini >< Kau beri rahmat kami
Berkat bulan ini >< Engkau ampuni kami
Ampuni dosa kami >< Orang tua kami
Kaulah Tuhan Kami >< Yang Maha Abadi
أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجب وَشَعْبَانَ وَبَلغنَا رَمَضَانَ
Di bulan Rajab ini >< Menanam amal bakti
Beraksi yang alami >< Tertanam iman pasti
Hamba yang mengabdi >< Pada Agama suci
Generasi Islami >< Tertanam dalam hati
Berpasrah diri >< Sebagai hamba budi
Engkau Maha Suci >< Smoga kau ridhai kami
Semoga kita dapat menjadikan Bulan Rajab menjadi bulan menanam kebaikan dan kemanfaatan. Aamiin. (KA)
Miqdad Sya’roni, Plt. Sekretaris Umum PC Ishari NU Jepara