Pementasan Teater Tuman
JEPARA | GISTARA. COM – Teater Tukul Manfaat (Tuman) Unisnu Jepara tutup Tahun Baru 2025 lewat Pentas Refleksi di Kompleks Unisnu (27/12/2025).
Akhir Tahun memang selalu menjadi ajang refleksi diri pada setahun terakhir. Tak jarang, penyesalan seringkali datang dalam bentuk yang menyedihkan. Keinginan untuk menebus penyesalan kemudian bermunculan berwajah Revolusi Awal Tahun.
Acara pentas seni yang diadakan Teater Tuman mengambil tema “Refleksi Tahunan” bertujuan untuk mengajak penonton agar lebih peka dalam memahami, dan menghargai orang lain.
BACA JUGA: Jelang Nataru, UMKM Mitra Binaan PLN UIK Tanjung Jati B Borong Juara Lomba Produk Kopi Olahan Petani Kabupaten Jepara
“Kami memilih naskah ini karena ia berbicara tentang cinta orang tua yang sering tidak terdengar, dan penyesalan yang datang ketika semuanya sudah terlambat,” ungkap Alvi selaku ketua panitia.
Menurutnya tokoh Amanda mewakili banyak orang tua yang hidup dengan rasa bersalah dan kehilangan, namun memilih memendamnya sendirian. Ia tidak ingin kita merasakan penyesalan yang tak bisa diulang kembali.
“Lewat monolog ini, kami ingin mengajak penonton teater tuman untuk lebih peka dalam mendengar, memahami dan menghargai orang-orang yang mencintai kita sebelum yang tersisa hanyalah kenangan dan penyesalan,” jelasnya.
BACA JUGA: Konfercab ke-XXV PMII Jepara, Nur Fazari Terpilih Sebagai Ketua
Acara pentas seni berbasis monolog yang ditampilkan oleh warga baru teater tuman dinilai cukup memuaskan. Penonton merasa tersentuh dan relate dengan isi pesannya.
“Menurut saya cukup bagus acara ini. Memang waktu kan tidak bisa di ulang ya.. Jadi seharusnya kita lebih peka dalam memahami orang lain. Tidak hanya kita saja yang ingin di dengar, orang lain juga,” kata Ubaid salah satu penonton
Lebih lanjut, Alvi berharap pesannya tidak hanya tersampaikan namun juga terpatri dalam diri kita. Ia juga berharap supaya teater tuman ini terus bersemangat dalam mengembangkan karya-karyanya.
“Harapan saya semoga adanya pentas refleksi kali ini, kita menjadi lebih peka dalam memahami lingkungan di sekitar kita. Tidak sekedar angin lalu, selesai pentas, selesai pula pesannya. Biar lebih mengena ke diri kita dalam waktu yang lama,” tutur Alvi.
“Untuk teater Tuman semoga terus mengembangkan karya-karya terbaiknya,” tutupnya. (RM/KA)