Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 11, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Semarangan

Pancasila di Rumah Sakit, Membumikan Bela Negara di Layanan Kesehatan Publik

by Alena Kiasata 26/01/2026
Alena Kiasata 26/01/2026 559 views
559

SEMARANG | GISTARA.COM – Penguatan kesadaran bela negara kini tidak lagi dimaknai semata dalam bingkai pertahanan militer. Di lingkungan Kementerian Kesehatan, konsep itu mulai diterjemahkan sebagai kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan nasional dalam menjaga kedaulatan kesehatan publik. Perspektif inilah yang menjadi benang merah penguatan bela negara bagi tenaga medis dalam Pelatihan Dasar (Latsar) kelompok 206, Senin, 26 Januari 2026.

Penguatan tersebut disampaikan oleh Dr. Muh Khamdan, Widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, dalam agenda satu Pelatihan Dasar bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antarkementerian, antara Balai Pelatihan Hukum Semarang, unit kerja di bawah Kementerian Hukum dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang yang berada di bawah Kementerian Kesehatan.

Dalam paparannya, Khamdan menekankan bahwa bela negara bagi tenaga kesehatan adalah kesadaran profesional yang berkelindan dengan tanggung jawab kebangsaan. “Tenaga medis berada di garis depan dalam menjaga keberlangsungan hidup bangsa. Ketika sistem kesehatan goyah, kedaulatan negara ikut terancam,” ujarnya dalam pemaparan daring dari ruang Widyaiswara Bapelkum Semarang.

BACA JUGA: Wujudkan Pemerintahan yang Akuntabel, Bupati Jepara dan Perangkat Daerah Tandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2026

Pelatihan yang digelar secara daring ini diikuti 20 peserta dari berbagai institusi layanan kesehatan pemerintah. Mereka berasal dari RSUP Kariadi, RSUP Surabaya, RSUP Ngoerah Bali, RSUP Harapan Kita Jakarta, Politeknik Kesehatan Tanjungpinang, serta BPAFK Medan. Kegiatan diawali dengan sesi berbagi pengetahuan dari para peserta. Mereka memaparkan praktik dan tantangan implementasi komitmen bela negara di unit kerja masing-masing, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan publik.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama tentang posisi strategis tenaga medis sebagai aparatur negara sekaligus pelayan masyarakat.
Lima nilai dasar bela negara menjadi pijakan utama diskursus, mencakup cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Dalam konteks kesehatan, nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam upaya menjaga kedaulatan kesehatan nasional melalui promosi hidup sehat dan hidup bersih di tengah masyarakat.

Menurut Khamdan, pembudayaan nilai Pancasila di sektor kesehatan tidak dapat berhenti pada tataran normatif. Ia harus hadir dalam kebijakan layanan, etika profesi, hingga pola komunikasi tenaga medis dengan pasien. “Ketika tenaga kesehatan menegakkan disiplin layanan dan keadilan akses, di situlah Pancasila bekerja secara nyata,” kata dia.

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya kewaspadaan dini sebagai bagian dari bela negara nonmiliter. Pandemi, krisis obat, hingga disrupsi teknologi kesehatan dipandang sebagai bentuk ancaman baru yang menuntut kesiapsiagaan aparatur negara, khususnya di sektor kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, setiap peserta diminta merancang rencana aksi bela negara di instansinya masing-masing. Rencana tersebut disusun berbasis lima nilai dasar bela negara dan disesuaikan dengan karakter tugas serta fungsi unit kerja peserta, mulai dari rumah sakit rujukan nasional hingga institusi pendidikan kesehatan.

Rencana aksi itu tidak berhenti di atas kertas. Peserta diwajibkan memvisualisasikan komitmen tersebut dalam bentuk video kebangsaan atau dokumentasi pelaksanaan nilai bela negara yang dijalankan selama satu bulan ke depan sebagai bagian dari proses habituasi.

Pendekatan ini, dimaksudkan untuk memastikan bahwa nilai bela negara tidak berhenti sebagai slogan pelatihan. Ia diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan kerja dan etos pelayanan publik di lingkungan kesehatan pemerintah.

Di tengah tantangan kesehatan global yang kian kompleks, penguatan kesadaran bela negara bagi tenaga medis menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan warga adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga negara. Dari ruang perawatan hingga ruang kebijakan, Pancasila dan bela negara menemukan relevansinya dalam kerja-kerja sunyi para tenaga kesehatan. (AD)

Badiklat Hukum JatengKementerian kesehatanLatsar CPNS
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Alena Kiasata

previous post
62 Personel Polres Jepara Terima Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian
next post
​744 Peserta Ikuti Tsamaco V, Kepala  Kankemenag Jepara Tekankan Asah Intelektual dan Akhlakul Karimah

You may also like

Kunjungi Pos Pengamanan, Kapolda Jateng Tekankan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat

16/03/2026

ASN Muda Setneg Ciptakan Inovasi Digital untuk Protokol hingga Arsip Kepresidenan

13/03/2026

Dari Bapelkum Semarang, Coaching ASN Muda Bappenas Tajamkan Inovasi Kebijakan

05/03/2026

Kisah Inspiratif Polwan Hafizah Ditpolairud Polda Jateng, Dalami Qirā’ah Sab’ah di Bulan Ramadhan

03/03/2026

Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Al Hikmah Jepara Perkuat Pembangunan Daerah Berbasis...

23/02/2026

Kelas Virtual Latsar Setneg 2026, Dorong Smart Governonanve dan Kerja Adaptif

19/02/2026

Terkini

  • Sediakan Akses Air Bersih, Pusterad dan Kodim Jepara Bersama Pemkab Jepara Survei Titik Sumur Bor 

    10/09/2026
  • Komisi Pendidikan Pesantren dan Kaderisasi Ulama MUI Jawa Tengah Monitor Perkembangan Pesantren Karimunjawa

    10/09/2026
  • Utamakan Kenyamanan Wisatawan, Pelabuhan Karimunjawa Bakal Diperbaiki

    10/09/2026
  • Jelang Pelaksanaan Persimanu 2, Panitia Gelar Rakor Lintas Sektor

    09/09/2026
  • Kafilah Jepara Resmi Dilepas ke MTQ Nasional,  Pemkab Siapkan Reward bagi Peraih Juara

    09/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here