Oleh : Muhammad Ali Burhan, S.H,
Pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi penggeraknya. Dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Jepara 2027 yang digelar pada 4 Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan bahwa “Perwujudan SDM yang unggul dan berkarakter” merupakan isu strategis yang mendesak.
Data menunjukkan tantangan besar di sektor pendidikan: rata-rata lama sekolah hanya tumbuh tipis 0,01 tahun, dan angka penduduk usia 15 tahun ke atas tanpa ijazah masih menyentuh 12,33%. Dari hasil asesmen nasional, presentase siswa yang mencapai standar kompetensi minimum numerasi masih berada di bawah capaian literasi.
Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan siswa dalam berpikir menggunakan konsep prosedur fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan masih kurang.
Di sinilah Pengurus Daerah (PD) Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jepara hadir untuk berpartisipasi ikut menutup celah tersebut melalui gerakan literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA: “Goes to BULAN”, Cara Bunda Literasi Jepara Tumbuhkan Budaya Membaca Sejak Dini
Visi PD Forum TBM Jepara periode 2025-2030 disusun dengan mengacu pada visi misi Pemerintah Kabupaten Jepara di bawah kepemimpinan Bapak Witiarso Utomo.
“Mengembangkan budaya literasi yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul”, adalah visi PD Forum TBM Jepara yang selaras dengan visi Pemerintahan Jepara, yakni “Unggul” sebagai salahsatu keyword yang dijabarkan dalam Misi atau Panca Cita yang ke-2, yaitu; “Membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkarakter melalui penyediaan layanan pendidikan, kesehatan serta kebutuhan dasar yang terjangkau dan berkualitas.”
Penyediaan layanan pendidikan non-formal yang berkualitas dan terjangkau menjadi sangat penting untuk dipenuhi dengan mendekatkan masyarakat kepada fasilitas literasi yang layak.
Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan menumbuhkan kesadaran serta rasa cinta masyarakat pada literasi. Sehingga masyarakat memiliki kemampuan dalam mengolah, memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara kritis melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah.
Ini menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan mengeja huruf, melainkan fondasi bagi masyarakat untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
BACA JUGA: Program Mudik Gratis Jateng Kembali Dibuka, Ini Jadwalnya
Untuk mendukung Isu Strategis Kabupaten Jepara yang dipaparkan dalam Musrenbangda 2026 dan RKPD 2027, Forum TBM Jepara menyusun tiga program dalam partisipasinya membantu Pemerintah, yaitu :
Pertama, Ruang Ramah Anak, yaitu sebuah ruang publik fisik maupun bergerak yang dirancang secara khusus untuk mewujudkan hak-hak dasar anak atas pendidikan (Literasi dan Kreatifitas), Rekreasi (Hak bermain dan rekreasi) dan perlindungan (Perlindungan dan Konsultasi Psikologi). Hal ini untuk membantu menciptakan Jepara sebagai kota yang layak Ramah Anak.
Kedua, Literasi Budaya, yaitu gerakan integratif dan transformatif dalam upaya membudayakan literasi dan partisipasi dalam pemajuan Kebudayaan serta kearifan lokal Jepara. Membudayakan literasi artinya literasi menjadi isu yang menginspirasi dan menggerakkan masyarakat.
Sedangkan Sinergi Budaya dan Literasi, implementasinya adalah Gerakan menulis dan mendongeng Kisah Lokal, dan Dokumentasi Budaya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kwalitas dan capaian gerakan literasi di Jepara.
Ketiga, Idaroh Literasi adalah pertemuan rutin TBM se-Kabupaten Jepara dan pegiat literasi yang dilaksanakan setiap bulan untuk mempererat tali silaturahim. PD Forum TBM Jepara juga menggagas adanya event Idaroh Literasi Nasional.
Event ini akan menghadirkan tokoh-tokoh literasi Nasional dan TBM se-Indonesia. Event ini selain untuk menginspirasi warga Jepara akan Literasi, juga akan meneguhkan Jepara sebagai kota Literasi sebagaimana embrio ini telah diwariskan oleh RA. Kartini.
Secara statistik, IPM Jepara tahun 2025 memang menunjukkan kenaikan menjadi 74,90. Namun, untuk mencapai angka yang lebih progresif, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan partisipasi dan peran aktif dari seluruh masyarakat dan organisasi-organisasi sosial seperti Forum TBM untuk menjangkau penduduk yang tidak terserap pendidikan formal ataupun melengkapi kekurangan-kekurangan dari capaian pendidikan formal.
Sinergi antara kebijakan publik (top-down) dan gerakan masyarakat (bottom-up) adalah kunci utama. Dengan kolaborasi yang solid, visi “SDM Unggul dan Berkarakter” bukan lagi sekadar slogan di atas dokumen perencanaan, melainkan realitas yang dirasakan oleh setiap warga di sudut-sudut desa dan pesisir Jepara, bahkan sampai di Kepulauan Karimunjawa.
Muhammad Ali Burhan, S.H, Ketua PD Forum TBM Jepara