Idulfitri bukan sekadar hari kemenangan setelah Ramadhan, tetapi momentum untuk kembali kepada fitrah, kembali menjadi diri sendiri, dan kembali mendekat kepada Allah SWT.
Sebulan penuh kita dilatih menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbanyak ibadah. Maka di hari yang suci ini, yang seharusnya kita bawa pulang bukan hanya kebahagiaan, tetapi juga perubahan menjadi manusia yang lebih baik.
BACA JUGA: Idul Fitri: Hari Raya Membangun Harmoni Kebenaran, Kebaikan dan Keindahan
BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Di tengah kehidupan yang semakin ramai dengan keinginan untuk terlihat hebat, terlibat paling wah, paling keren, dan paling-paling lainnya, Idulfitri mengajarkan kita tentang kesederhanaan. Tidak perlu berlebihan, tidak perlu flexing, dan tidak perlu menjadi orang lain agar dihargai.
Menjadi diri sendiri dengan hati yang bersih jauh lebih mulia di hadapan Allah SWT. Hidup apa adanya bukan tanda kekurangan, tetapi bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan.
BACA JUGA: Dr. Hj. Hindun Anisah, MA Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
BACA JUGA: H. Ulil Albab, S.Psi, M.AP., Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Idulfitri juga mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Kebaikan tidak harus besar, cukup dimulai dari hal kecil: menjaga sikap, membantu orang lain, dan tidak menyakiti hati siapa pun. Dari situlah perubahan menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah akan tumbuh.
Di hari yang penuh berkah ini, marilah kita memperbanyak syukur atas apa yang telah kita miliki, bukan sibuk membandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain. Kesederhanaan, keikhlasan, dan rasa syukur adalah kunci agar hati tetap tenang.
Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Mohon maaf lahir dan batin.