Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, November 5, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Idul Fitri: Hari Raya Membangun Harmoni Kebenaran, Kebaikan dan Keindahan

by Redaksi 20/03/2026
Redaksi 20/03/2026 277 views
277

Oleh: Abdul Wahab Saleem

Idul Fitri adalah hari raya “fitrah”, artinya seluruh umat Islam hendaknya merefleksikan kembali nilai “bawaan” yang tertanam dalam diri masing-masing.

Manusia pada dasarnya “berfitrah” condong pada kebenaran, kebaikan dan keindahan. Dari itulah ia disebut sebagai makhluk yang “hanief“.

Manusia yang tidak suka kebenaran, tidak senang kebaikan dan keindahan berarti ia telah keluar dari “fitrah“-nya.

BACA JUGA: Pemudik Sumringah Ikut Mudik Gratis Jateng, Kuota Diminta Ditambah

Ibadah puasa, telah memberikan pelajaran berharga dalam rangka membangun harmoni kebenaran, kebaikan dan keindahan tersebut. Puasa mengajari kita bagaimana taat hukum, merasa diawasi Tuhan dalam setiap tindakan sepanjang waktu, sehingga meski lapar dan dahaga seseorang yang berpuasa tetap memegang komitmennya untuk bertahan sampai waktu berbuka tiba.

Puasa juga sebagai “madrasah” untuk mengelola jiwa “Malakiyyah” yang memiliki kecenderungan taat terhadap seluruh perintah dan aturan Tuhan serta menjauhi kedurhakaan kepada-Nya.

Di bulan Ramadhan kita melihat hampir seluruh muslim tiba-tiba menjadi baik, lembut, tidak pemarah, ibadah dan ketaatannya meningkat drastis, sementara kemaksiatan macet panjang. Kebaikan-kebaikan semacam inilah yang diharapkan tetap bertahan di bulan-bulan lain setelah Ramadhan.

BACA JUGA: Dr. Hj. Hindun Anisah, MA Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Kebenaran dan kebaikan yang dihasilkan dari “ngaji” dan “ngabdi” di bulan Ramadhan juga harus mewujud pada keindahan sikap dan karakter manusia, sehingga alumni-alumni Ramadhan benar-benar menjadi manusia yang bertaqwa, yaitu manusia yang sanggup membangun harmoni hidup secara benar, baik dan indah. Ibadahnya benar, baik dan indah. Interaksi sosialnya benar, baik dan indah. Berhubungan dengan alam serta lingkungan juga dengan benar, baik dan indah. Itulah pengejawantahan “fitrah” manusia.

Fitrah manusia yang cenderung pada kebenaran, kebaikan dan keindahan harus diejawantahkan dalam memandang segala sesuatu. Mengedepankan husnudzdzann daripada su’udzdzann, mampu berbuat baik bahkan kepada orang yang tidak baik kepadanya (an tuhsina ila man asa’a ilaik), menyadari kesalahan serta mau memohon maaf dan juga memaafkan, memposisikan alam dan lingkungan sebagai relasi persahabatan antar-makhluk Tuhan, saling menjaga, melindungi, menyelamatkan dan mengindahkan, tidak eksploitatif.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Akhirnya, semua yang merayakan Idul Fitri harus mengetengahkan syukur karena telah mampu menyempurnakan “shiyam” dan “qiyam” dengan upaya yang penuh.

Bagi yang terdapat kendala, semisal tidak mampu berpuasa denga alasan yang ditoleransi oleh Syara’, Allah telah membekali alternatif “penggantinya”, apakah berbentuk “qadla'” atau “kafarat”, agama ini selalu memberikan kemudahan dan alternatif solusi atas kendala yang dihadapi oleh pemeluknya. Inilah tafsir dari ayat “wa litukmilul iddata wa litukabbirulLaha ala ma hadakum wa la’allakum tasykurun”sebagaimana yang diulas oleh Syaikh Nawawi Banten dalam tafsirnya ” Marah Labid”.

Agama ini sudah sesuai dengan fitrah manusia, sehingga harus dipraktikkan dalam bingkai harmoni kebenaran, kebaikan dan keindahan. Idul Fitri adalah salah satu momentum yang sangat tepat untuk membangun semua itu.

“Ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idin al-fa’izin wa antum bi khairin wa sa’adatin fi kulli am” amin …

Abdul Wahab Saleem, Wakil Rektor 3 Unisnu Jepara, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) PWNU Jawa Tengah

Harmoni kebaikanIdulfitriSaling memafkan
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Menag Tetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026
next post
Khutbah Idul Fitri: Filosofi Kupat minangka Tuntunan Resik Manah lan Ibadah Sosial

You may also like

Datang ke TPS Pilpet dengan Riang Gembira

03/11/2026

Fathan Subchi: Perjuangan yang Tak Sempat Menyaksikan Kado Terakhir

31/10/2026

Sumpah Pemuda dan Identitas Baru Masyarakat Hindia Belanda

28/10/2026

Menyalakan Kembali Bara Sumpah Pemuda di Era Algoritma

27/10/2026

Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

23/10/2026

Santri dan Subyek Pembangunan Jepara: Merajut Inovasi, Sains, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

21/10/2026

Terkini

  • Perluas Kerjasama Internasional, Pemkab Jepara Gelar The Diplomatic Forum

    04/11/2026
  • FKUB Jepara Ikuti Rakor se-Jawa Tengah, Dorong Transformasi Kerukunan Menuju Solidaritas Aktif

    04/11/2026
  • Festival Rebana Haul ke-19 KH M. Abdul Jamil Syarwi, Tumbuhkan Kecintaan Generasi Muda pada Tradisi Islam 

    04/11/2026
  • 100 Hari Kerja Ranting NU Tahunan: Sertifikasi Wakaf Masjid hingga Pembentukan Modin Perempuan Jadi Prioritas

    04/11/2026
  • 590 Murid MI Adu Kompetensi di KOSMA 2026, Cetak Generasi Unggul dan Bertakwa

    04/11/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here