Acara ini merupakan bagian dari agenda akademik tahun 2025/2026 yang telah dipersiapkan sejak lama, termasuk proses pendaftaran yang dibuka sejak Oktober 2025 hingga akhir Maret 2026. Suasana haru dan bangga menyelimuti para wisudawan yang akhirnya mencapai titik akhir perjalanan studinya.
Prosesi wisuda dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Sebanyak 292 peserta mengikuti prosesi ini, yang terdiri dari 285 lulusan program Sarjana dan 7 lulusan program Magister. Kehadiran keluarga, dosen, serta tamu undangan menambah kekhidmatan acara yang menjadi simbol keberhasilan akademik tersebut.
Dari sisi komposisi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 102 wisudawan atau sekitar 35 persen. Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyusul dengan 95 wisudawan atau 33 persen. Menariknya, jumlah wisudawan perempuan lebih dominan, yakni 186 orang, dibandingkan laki-laki yang berjumlah 106 orang.
BACA JUGA: Pameran TATAH 2026, Kuatkan Identitas Jepara sebagai Kota Ukir
Di tengah suasana sakral tersebut, muncul inovasi menarik dari Ketua DPRD Jepara, Dr. H. Agus Sutisna, S.H., M.H.,, bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD. Mereka menghadirkan ucapan selamat dengan pendekatan berbeda, yakni konsep ramah lingkungan atau ecofriendly, yang menggantikan karangan bunga konvensional berbahan tidak ramah lingkungan.
Ucapan tersebut diwujudkan dalam bentuk tanaman hidup berupa pohon belimbing yang telah berbuah. Tidak hanya menjadi simbolu capan selamat, tanaman ini juga memiliki nilai guna jangka panjang, karena dapat ditanam kembali di lingkungan kampus, sehingga memberi manfaat ekologis sekaligus edukatif bagi civitas akademika.
Petikan makna “lunyu-lunyu penekno Blimbing kuwi” menjadi pengingat bahwa menjalankan nilai-nilai agama memang tidak selalu mudah, namun harus tetap diperjuangkan.
Pesan ini menjadi bekal moral agar para wisudawan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlaqul karimah dalam kehidupan bermasyarakat.
BACA JUGA: Alun-Alun Jepara Jadi Lautan Manusia, Ribuan Warga Ngaji Bareng Gus Iqdam
Ucapan berbasis tanaman ini diproduksi oleh Badan Usaha Milik Rukun Warga (BUMWE) 06 Tendoksari Tahunan, yang terus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Mereka menyediakan berbagai jenis bibit tanaman, buah, serta produk olahan pertanian yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Sebagai organisasi masyarakat yang aktif dan produktif, BUMWE 06 tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya. Berbagai kegiatan seperti santunan sosial, lomba warga, hingga peringatan hari besar keagamaan rutin dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Bahkan, inovasi unik seperti penghargaan keamanan lingkungan turut menjadi bagian dari program mereka.
Lebih dari itu, BUMWE 06 juga mengembangkan ekosistem kewirausahaan berbasis masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga sektor kreatif seperti desain dan media. Keuntungan yang dihasilkan tidak hanya untuk pengembangan usaha, tetapi juga disalurkan dalam bentuk ZISWAF, sehingga menghadirkan dampak sosial yang luas.
Ke depan, konsep ucapan ecofriendly ini diharapkan semakin berkembang sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat. (KA)