JEPARA | GISTARA. COM – Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU Cabang Jepara Bersama Ikatan Guru Paud Muslimat NU (IGPAUD MNU) Cabang Jepara, mengundang guru PAUD Muslimat NU se Kab Jepara di Aula Lantai Gedung NU lantai II pada Minggu (19/4).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini serta kegiatan edukatif berupa bedah kurikulum maritim untuk jenjang PAUD di lingkungan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Muslimat NU Jepara.
Acara yang dihadiri oleh tiga ratusan guru PAUD Muslimat NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jepara ini berlangsung dengan khidmat dan meriah. Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat sinergi antar pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
BACA JUGA: Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih, Ini Syarat dan Tahapannya
Peringatan Hari Kartini turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini diangkat kembali sebagai inspirasi bagi para guru, khususnya perempuan, untuk terus berperan aktif dalam dunia pendidikan.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara untuk ikut serta bediskusi tentang kurikulum maritim yang bisa mendayagunakan alam jepara yang utamanya lingkungan pesisir.
Hj. Mamlukhah sebagai Ketua IGPAUD MNU Kab Jepara dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan peran guru PAUD sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi unggul, sekaligus mengenalkan potensi maritim Jepara sejak usia dini,” ujarnya.

Keluarga YPMNU Jepara
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah bedah kurikulum maritim untuk PAUD. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Harimurti selaku kepala TK TA Krapyak Tahunan Jepara sekaligus menjadi narasumber ahli dibidang pendidikan yang memaparkan pentingnya integrasi nilai-nilai kemaritiman dalam pembelajaran anak usia dini.
Ia menegaskan, mengingat Jepara sebagai daerah pesisir, pendekatan ini dinilai sangat relevan untuk menanamkan kecintaan terhadap laut, lingkungan, serta potensi lokal sejak dini.
Dalam sesi diskusi, para guru diberikan pemahaman tentang strategi pembelajaran berbasis maritim yang kreatif dan menyenangkan, seperti pengenalan profesi nelayan, ekosistem laut, hingga budaya pesisir melalui metode bermain, menari dan bernyanyi.
BACA JUGA: Peringati Hari Santri dan Sumpah Pemuda YPMNU Jepara Adakan Simulasi Manasik Haji Anak
Farida Ahmad selaku Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Cab Jepara mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi para guru PAUD dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Selain itu, sinergi antara nilai religius, budaya, dan potensi lokal menjadi kekuatan utama dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Ibu Hj. Saidatur Rahmah mewakilu ketua PC Muslimat NU Cab Jepara menyampaikan sambutannya memotivasi para guru Paud Muslimat NU Jepara untuk meningkatkan kompetensinya dengan study lanjut baik di strata dua maupun strata tiga diharapkan dari IGPAUD akan lahir asosiasi magister atau doktor guru PAUD Muslimat NU karena dari PP Muslimat NU sudah mendapatkan mendapatkan penghargaan pemecah rekor muri pada Ormas Perempuan dengan jumlah professor perempuan terbanyak se Indonesia.
Menurut salah satu peserta Rini Khusnul Khotimah dari TK Tarbiyatul Athfal Kepuk 01 Bangsri Jepara menyampaikan “Sangat senang mengikuti workshop ini karena bisa memberikan sudut pandang baru mengenai penyusunan kurikulum maritim yang akan sangat bermanfaat bagi siswa Jepara yang bermukim di daerah pesisir pantai”, ungkapnya (KA)