Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 23, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Peserta PD-PKPNU Angkatan XIV PCNU Jepara Mitigasi Kekerasan Seksual di Pesantren

by Redaksi 07/06/2026
Redaksi 07/06/2026 175 views
Peserta PD-PKPNU mempresentasikan hasil observasi
175

JEPARA | GISTARA. COM – Peserta Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XIV PCNU Jepara melaksanakan kegiatan rihlah dan observasi lapangan ke sejumlah pondok pesantren. Salah satu fokus kajian dalam kegiatan tersebut adalah  mitigasi dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren.

Kelompok 2 yang melakukan observasi di Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar, Tahunan, Jepara, mempresentasikan hasil temuannya di hadapan peserta PD-PKPNU.

Dalam pemaparan tersebut, kelompok menjelaskan bahwa meskipun pesantren tersebut merupakan pesantren salaf yang tidak menyelenggarakan pendidikan formal dan seluruh santrinya laki-laki, sistem pencegahan terhadap kekerasan seksual tetap diterapkan secara serius dan berkelanjutan.

Salah satu peserta, Fathul Am, menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar memiliki tata tertib yang tegas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan santri. Ia menjelaskan bahwa setiap santri yang terbukti melakukan tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, akan dikenakan sanksi berat hingga dikeluarkan dari pesantren.

BACA JUGA: Ratusan Kader Banser Ikuti Diklatsar Raya, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

“Pondok menerapkan aturan yang sangat tegas. Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan fisik maupun verbal akan langsung dikeluarkan dari pesantren sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan santri,” ujar Fathul Am saat mempresentasikan hasil observasi kelompoknya di Aula 1 LP. Ma’arif NU PCNU Jepara, Ahad (7/6/26)

Selain penegakan disiplin, pesantren juga menerapkan berbagai langkah preventif untuk meminimalkan potensi terjadinya kekerasan seksual maupun penyimpangan perilaku. Salah satunya adalah kewajiban menyalakan lampu asrama selama malam hari serta pengaturan ruang tinggal yang tertata dengan baik.

“Lampu kamar wajib tetap menyala sepanjang malam. Santri juga diwajibkan memakai celana saat tidur dan tidak diperbolehkan hanya menggunakan sarung. Aturan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengawasan,” tambahnya.

BACA JUGA: Kasat Reskrim dan Kasat Binmas Resmi Berganti, Kapolres Jepara Tekankan Pelayanan pada Masyarakat

Berdasarkan hasil observasi, kelompok tersebut menemukan bahwa Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar menerapkan sistem pengawasan terpadu selama 24 jam oleh tim pendamping.

Selain pengawasan internal, terdapat metode pengawasan tersembunyi yang dilakukan oleh pengurus yang ditunjuk langsung oleh kiai serta melibatkan masyarakat sekitar dalam membantu menjaga lingkungan pesantren.

Secara tidak langsung, Fathul Am menjelaskan bahwa pola pengawasan tersebut dibangun atas dasar kedisiplinan, keteladanan, dan kedekatan antara pengasuh dengan santri sehingga berbagai potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.

BACA JUGA: Analisis  dan Rekayasa Sosial Jadi Landasan Gerakan Kader PMII 

Kelompok observasi juga mencatat bahwa pesantren mengedepankan pendidikan akhlak dan etika pergaulan Islam sebagai benteng utama pencegahan kekerasan seksual. Pendidikan tersebut diperkuat melalui penyuluhan berkala mengenai batasan diri, perlindungan diri, serta koordinasi aktif dengan wali santri dalam memantau perkembangan santri.

Selain itu, pesantren menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses oleh santri. Apabila terjadi permasalahan, santri dapat melapor langsung kepada pengasuh tanpa melalui perantara. Kerahasiaan identitas pelapor maupun korban juga dijamin untuk menghindari stigma dan intimidasi.

Menurut hasil presentasi Kelompok 2, kombinasi antara pendidikan akhlak, pengawasan berlapis, aturan disiplin yang tegas, lingkungan asrama yang aman, serta saluran pengaduan yang terbuka menjadi faktor penting dalam menciptakan budaya pesantren yang aman dan ramah bagi santri.

Kegiatan rihlah dan observasi lapangan PD-PKPNU Angkatan XIV PCNU Jepara ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada para kader mengenai praktik-praktik baik dalam tata kelola pesantren, khususnya dalam membangun sistem perlindungan santri dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan. (KA)

Kekerasan SeksualPD-PKPNUPondok Pesantren
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Inspirasi Gotong Royong dari Desa Karimunjawa
next post
Segelas Miras, Sejuta Risiko: Ancaman Penyakit yang Mengintai Tubuh 

You may also like

HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

22/10/2026

Gelorakan Semangat Resolusi Jihad, 2.000 Peserta Hadiri Apel Hari Santri di Mlonggo

22/10/2026

Momentum Hari Santri 2026, Bupati Jepara Ajak Santri Kembangkan Ilmu Pengetahuan hingga Kewirausahaan 

22/10/2026

RA-MI Manbaul Falihin Ngabul Gelar Apel Hari Santri, Momentum Menguatkan Ilmu dan Akhlak

22/10/2026

PMII Rayon RA Kartini Soroti Rapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

21/10/2026

Semarak Hari Santri 2026, 685 Anak TK/RA Jepara Adu Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai

21/10/2026

Terkini

  • Karnaval Hari Santri 2026 Jadi Momentum Merawat Toleransi dan Persatuan

    22/10/2026
  • HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

    22/10/2026
  • Dari UNISNU Jepara untuk Indonesia, Ratusan Pendidik dan Pelajar Adu Inovasi dalam Lomba Esai Nasional Hari Santri

    22/10/2026
  • Profesor Waras Kamdi: Mutu Pendidikan Harus Tumbuh dari Budaya Sekolah, Bukan Sekadar Akreditasi

    22/10/2026
  • Gelorakan Semangat Resolusi Jihad, 2.000 Peserta Hadiri Apel Hari Santri di Mlonggo

    22/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here