JEPARA | GISTARA. COM – Ada pemandangan tak biasa di lingkungan MA Kejuruan (MAK) Babus Salam Mulyoharjo, Rabu (22/4). Seragam cokelat khas kepolisian tampak membaur dengan antusiasme para siswa sekaligus Santri Pondok Pesantren Babus Salam Mulyoharjo.. Bukan dalam rangka penindakan, melainkan sebuah terobosan edukasi bertajuk “Guru Tamu”.
Program bulanan hasil kolaborasi strategis antara MAK Babus Salam Mulyoharjo dan Polsek Jepara ini resmi bergulir dengan tema “Membangun Generasi Emas yang Cerdas Hukum dan Berakhlak Mulia.”
Kapolsek Jepara, AKP R. Aries Sulistiyono, dalam sambutannya memberikan sorotan tajam pada tantangan Generasi Z dan Alpha. Menurutnya, di tengah gempuran arus informasi, pembentukan karakter yang religius dan cerdas tidak bisa dilakukan secara parsial.
BACA JUGA: Lahan Pinggir Jalan Disulap Jadi “ATM Desa”, Ditanami Kioji dan Kelengkeng
“Generasi sekarang butuh perhatian ekstra. Sinergi antara penegak hukum dan institusi pendidikan adalah instrumen vital untuk memastikan mereka tumbuh dengan kompas moral yang benar,” tegas AKP Sulis, Panggilan akrabnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAK Babus Salam Mulyoharjo menekankan bahwa sebagai pelopor MA Kejuruan pertama di Jepara, inovasi adalah harga mati. Baginya, pendidikan adalah proses sinergi tanpa batas untuk mencetak generasi yang tangguh dan berkompeten.
Kegiatan perdana ini tidak main-main. Polsek Jepara memboyong tim lengkap dari unit Reskrim, Intel, hingga Kanit Bhabinkamtibmas. Namun, suasana kaku kepolisian mencair saat Polwan Dian K. berada di hadapan puluhan santri sebagai pemateri utama.
Kapolsek Jepara dan Dewan Guru MAK Babussalam
Ada tiga poin krusial yang menjadi “oleh-oleh” bagi para siswa dan santri:
1. Kolaborasi Multisektoral: Sekolah tidak boleh menjadi menara gading. Keterbukaan terhadap pihak luar, termasuk kepolisian, adalah kunci pendidikan modern yang adaptif.
2.”Nggonmu crito” (Ruang Curhat Aman): Ini adalah highlight paling menarik. Sadar akan tingginya beban mental remaja, program ini diperkenalkan sebagai wadah konseling bagi siswa. Dian menjamin adanya ruang aman bagi mereka yang ingin mencari solusi atas masalah pribadi maupun sosial tanpa rasa takut.
3. Alarm Keras “Stop Bullying”: Materi ini menjadi yang paling kritis. Dipaparkan secara gamblang bahwa perundungan (baik verbal, fisik, maupun cyber) bukan sekadar kenakalan remaja biasa. Ada bayang-bayang hukum pidana yang nyata bagi pelaku yang terbukti melakukan kekerasan atau intimidasi.
BACA JUGA: Pelantikan PC PMII Jepara, Bupati Jepara Minta PMII Kawal Program Kartu Sarjana
Langkah MAK Babus Salam ini sebagai pilot project yang menarik. Mengundang unit Reskrim dan Intel ke sekolah memberikan pesan psikologis yang kuat: Hukum itu dekat, hukum itu nyata, dan hukum itu melindungi.
Kehadiran program “Nggonmu Crito” juga menunjukkan bahwa pihak kepolisian dan sekolah mulai bergeser dari pendekatan punitive (hukuman) menuju preventive-humanis (pencegahan berbasis kemanusiaan).
Kegiatan rutin bulanan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni pengisi jadwal. Dengan kurikulum kolaboratif yang terukur, MAK Babus Salam Mulyoharjo dan Polsek Jepara sedang membangun fondasi bagi generasi muda yang tidak hanya jago secara kompetensi kejuruan, tapi juga “melek” hukum dan memiliki ketahanan mental yang solid.
Stop bullying, mulai bersinergi. Masa depan Jepara ada di tangan mereka yang berakhlak dan taat azas. (AK/AY)