Desa Cepogo Bentuk DEKSI,  Ikhtiar Lindungi Warga dari Ancaman Perubahan Iklim

Fasilitator DEKSI dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Asrori (berdiri) memfasilitasi jalanya kegiatan dengan penuh kehangatan

JEPARA | GISTARA. COM – Pemerintah Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, membentuk Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim yang berpengaruh terhadap kesehatan, lingkungan, dan ketahanan sosial ekonomi warga. Kegiatan pemberdayaan dan pembentukan DEKSI tersebut berlangsung di Balai Desa Cepogo, Selasa (9/6/2026).

Petinggi Desa Cepogo Sunaryo dalam sambutan pembukaan menyampaikan, kehadiran DEKSI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi berbagai dampak perubahan iklim.

“Dengan lahirnya Desa Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) ini, kami berharap DEKSI dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menjaga kesehatan lingkungan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara sekaligus Ketua Tim Fasilitator, Retno Kusbandiyah SKM, mengatakan perubahan iklim saat ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir, kemarau panjang yang menyebabkan kekurangan air bersih, serta peningkatan suhu udara merupakan tanda nyata perubahan iklim yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan bersama agar masyarakat lebih tangguh menghadapi dampaknya,” kata Retno.

Desa Cepogo menjadi desa keenam dari total 195 desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara yang menyelenggarakan program DEKSI, Tambahnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko SKM, S.Kep., MMKes., MM, dalam pesan WhatsApp mengatakan pembentukan DEKSI merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman perubahan iklim.

Peserta berperan Aktif menggali permasalahan dan solusi akibat perubahan iklim dengan Partisipatory KIT

“DEKSI merupakan wujud ikhtiar kita bersama untuk melindungi warga dari ancaman perubahan iklim. Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk lebih siap menghadapi berbagai risiko kesehatan dan lingkungan sehingga kualitas hidup warga dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Menurut Hadi, dampak perubahan iklim tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Gagal panen akibat banjir maupun kekeringan dapat menurunkan pendapatan warga dan mengganggu ketahanan pangan keluarga. Bahkan, bencana yang terjadi berulang kali juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis dan kecemasan di tengah masyarakat.

Sebagai inisiator lahirnya DEKSI di Desa Cepogo, Sanitarian Puskesmas Kembang Enny Widiyanti AMKL menjelaskan, desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menghadapi perubahan iklim.

“Ketika terjadi banjir, meningkatnya kasus DBD, atau kekurangan air bersih, masyarakat desalah yang pertama kali merasakan dampaknya. Karena itu, desa tidak hanya menjadi korban perubahan iklim, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

BACA JUGA: Dadan Hindayana: Dari Akademisi, Kepala BGN hingga Berujung Ditangkap Kejagung

Enny menjelaskan, DEKSI merupakan gerakan bersama masyarakat untuk menjaga kesehatan dan lingkungan agar tetap aman di tengah perubahan iklim. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hubungan perubahan iklim dengan kesehatan, mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Sementara itu, fasilitator Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Asrori, menjelaskan terdapat lima tahapan penting dalam mewujudkan DEKSI. Tahap awal dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat menggunakan metode participatory kit.

“Melalui participatory kit, peserta diajak aktif mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada di lingkungan mereka melalui permainan dan diskusi bersama. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM),” jelasnya.

TIM Fasilitator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Petinggi dan Peserta Pemberdayaan DEKSI

Fasilitator lainnya, Rukmawati, menambahkan pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan program DEKSI.

“Masyarakat diajak terlibat langsung mulai dari mengenali masalah, menyusun rencana, hingga melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan. Dengan demikian, masyarakat menjadi pelaku utama dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Peserta pemberdayaan, Ariyati Musrifah Nur atau yang akrab disapa Bu Atik, mengaku metode pemberdayaan yang digunakan mudah dipahami dan membuat peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Penyampaian materi sangat mudah dipahami dan membuat peserta lebih aktif. Kami jadi semakin memahami bahwa menjaga lingkungan dan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain kegiatan pemberdayaan masyarakat, dalam kesempatan tersebut juga dibentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) Desa Cepogo yang akan menjadi motor penggerak pelaksanaan Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) di tingkat desa.

BACA JUGA: Jalur Alternatif Duplak–Sumanding Diresmikan, Gerakkan Pertumbuhan Ekonomi Desa 

Pembentukan TKM tersebut merupakan bagian penting dalam upaya memastikan seluruh program dan rencana kerja DEKSI dapat berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Peserta pemberdayaan, Ariyati Musrifah Nur atau yang akrab disapa Bu Atik, dipercaya sebagai Ketua TKM DEKSI Desa Cepogo. Ia didampingi Marfuatin sebagai Wakil Ketua, Ninik Nur Faizah sebagai Sekretaris, serta Sulastri sebagai Bendahara.

Dalam struktur organisasi tersebut juga dibentuk sejumlah bidang kerja. Pada Seksi Pengadaan Sarana, Heryanto ditunjuk sebagai koordinator dengan anggota Kadrin dan Endro Wohono. Sementara pada Seksi Edukasi dan Komunikasi, Siti Nurul Janah dipercaya sebagai koordinator dengan anggota Tri Wahyuni dan Yuli Ana.

Adapun Seksi Pemberdayaan diketuai Kristayu Ningsih dengan anggota Indah Wijayanti dan Khotimatus Saadah. Seluruh unsur yang tergabung dalam TKM diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan, edukasi masyarakat, serta peningkatan ketangguhan warga dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Melalui DEKSI, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat besar, mulai dari menurunnya kasus DBD, diare dan ISPA, terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan hijau, meningkatnya semangat gotong royong, hingga berkurangnya beban biaya pengobatan sehingga produktivitas masyarakat tetap terjaga.(KA)

Related posts

Sering Mengalami Kekerasan dari Majikannya, PMI Asal Jepara  17 Tahun Hilang Kontak 

Duta Anti Narkoba Ajak Pemuda Jepara Perangi Narkoba

36 Pejabat Jepara Dilantik dan Dikukuhkan, Bupati: Jangan Membawa Cara-Cara Lama yang Lambat ke dalam Wadah yang Baru