JEPARA | GISTARA.COM – Di depan SD Panggang, Jepara, terdapat sebuah gerobak sederhana yang seolah menjadi jembatan rasa antara Aceh dan Palembang. Pempek Bagas bukan sekadar jajanan, melainkan cerita yang mengalir dalam setiap kuah, cuko-asam, manis, dan pedasnya seperti melukiskan perjalanan hidup yang penuh warna.
Sejak dirintis pada 2005, usaha ini tumbuh perlahan bak api kecil yang tak pernah padam, menghangatkan lidah sekaligus hati para penikmatnya. Dengan harga yang bersahabat dan rasa autentik yang melekat di ingatan,
Asnawi (50) menuturkan bahwa awal mula usaha ini berangkat dari Ia yang berasal dari Aceh untuk menyampaikan keinginannya menghadirkan rasa khas Palembang tempat lahir istrinya di tanah perantauan.
BACA JUGA: Azan dan Iqamah Iringi Pemberangkatan 1.541 Jamaah Haji Jepara
Ia menyampaikan bahwa proses merintis usaha tidak instan, melainkan berkembang perlahan hingga akhirnya dikenal luas oleh masyarakat sekitar.
Nama “Bagas” sendiri, diambil dari nama anaknya sebagai simbol harapan agar usaha tersebut dapat terus bertahan.
“Buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam, setiap hari. Alhamdulillah pembeli selalu ada,” kata Asnawi saat diwawancarai di lapak jualnya, Sabtu (02/05/26).
Ia menjelaskan bahwa tidak ada hari tertentu yang lebih ramai dari yang lain. Pendapatan cenderung stabil setiap hari, dengan omzet yang bisa mencapai sekitar Rp.1.000.000,00.
Ia mengakui bahwa terkadang faktor cuaca sering menjadi kendala. Saat hujan turun, jumlah pembeli biasanya menurun drastis karena aktivitas masyarakat berkurang.
“Kalau hujan ya agak menurun pembelinya, orang-orang pada malas keluar,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 per porsi. Hal ini membuat pempek tersebut diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga orang dewasa.
BACA JUGA: Pelantikan PC PMII Jepara, Bupati Jepara Minta PMII Kawal Program Kartu Sarjana
Menu yang tersedia lenjer dan kapal selam. Tekstur pempek yang kenyal dengan kuah cuko yang khas menjadi daya tarik utama.
“Saya juga sempat mencoba berjualan di tempat lain. Namun, ia menilai lokasi di depan SD Panggang tetap yang paling ramai dan strategis bagi usahanya.” Imbuhnya.
Seorang pelanggan, Aini (20), mengungkapkan bahwa Pempek Bagas selalu menjadi pilihan utamanya. Ia menilai rasa yang ditawarkan sangat enak dengan harga yang ramah di kantong.
“Enak dan murah, tiap ke kota pasti mampir beli pempek di sini,” pungkasnya. (KA/Nella)