‎PMII Soroti Akses dan Kualitas Pendidikan Jepara

Nur Hidayat Ketua Komisi C DPRD Jepara menjadi narasumber dalam diskusi selapanan

JEPARA | GISTARA. COM  – Alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jepara menggelar kegiatan Selapanan Rabu Malam Kamis Wage di Wisma Pergerakan Karangkebagusan, Rabu (6/5/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB tersebut diisi dengan sholawatan, ngaji dan diskusi tematik tentang pendidikan di Jepara.

Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan Maulid Nabi oleh Tim Rebana Ashabus Shafa’ah PMII Jepara. Suasana semakin hidup dengan penampilan monolog dari Sanggar Seni Eleng PMII Jepara sebelum memasuki sesi diskusi utama.

Diskusi mengangkat tema “Akses dan Kualitas Pendidikan Jepara: Tantangan dan Solusinya Nyata”  menghadirkan Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Bisri Mustofa, Ketua Komisariat Sultan Hadirin Unisnu Jepara.

BACA JUGA: Wujudkan Jalan Jepara Mulus, Bupati Jepara Alokasikan Rp 200 Miliar Pertahun

Dalam pemaparannya, Nur Hidayat menyoroti masih kompleksnya persoalan sosial di Jepara, mulai dari miras oplosan, narkoba, tawuran, hingga kasus kekerasan seksual. Menurutnya, pendidikan menjadi jalan utama untuk mengurai berbagai persoalan tersebut.

“Solusi dari berbagai persoalan sosial itu adalah pendidikan. Karena itu kita harus kembali pada semangat iqra’, membaca buku, membaca diri, membaca sosial, membaca keadaan dan lingkungan agar tidak tertinggal,” ujarnya.

Ia mengkritisi pelaksanaan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jepara yang digelar pada 4 Mei, bukan tepat pada 2 Mei. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting agar peringatan Hardiknas tidak kehilangan makna.

Penampilan monolog sanggar seni Eleng PMII Jepara

Dalam forum itu, Nur Hidayat memaparkan sejumlah tantangan pendidikan di Jepara, di antaranya akses dan kualitas pendidikan yang belum merata, kesenjangan digital di sejumlah wilayah yang belum terjangkau internet, tingginya angka anak tidak sekolah (ATS), hingga budaya pendidikan yang masih berorientasi pada ijazah dibanding kompetensi dan keterampilan.

Selain itu, ia juga menyoroti tingginya kenakalan remaja, kerentanan narkoba, penggunaan media sosial yang tidak sehat seperti bullying dan predator seksual, hingga kasus kekerasan seksual yang masih terjadi.

Sebagai solusi nyata, ia menawarkan penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat tripusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat agar berjalan beriringan.

BACA JUGA: Pelantikan PC PMII Jepara, Bupati Jepara Minta PMII Kawal Program Kartu Sarjana

“Digitalisasi pendidikan, inovasi pendidikan nonformal untuk penguatan karakter dan akhlak, serta integrasi potensi lokal dalam kurikulum harus terus didorong,” katanya.

Nur Hidayat juga mengapresiasi sejumlah program pendidikan yang dijalankan Bupati Jepara, Witiarso Utomo, seperti program Kartu Sarjana Jepara, Kartu Guru Sejahtera bagi guru formal maupun nonformal, hingga revitalisasi sekolah melalui program pemerintah pusat.

Dalam sesi diskusi, Fasi menyoroti anggaran pendidikan di Jepara 50 % tersedot untuk belanja pegawai. Selain itu, ia juga menilai masih terjadi ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta.

BACA JUGA: Dorong Seni Ukir Jepara Mendunia, Taj Yasin Soroti Regenerasi Pengukir

Sementara itu, Purwanto mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya menggantungkan kualitas pendidikan kepada negara, karena yang diurus pemerintah begitu banyak.  Ia mengajak peserta untuk terus memperkuat kemampuan diri melalui forum-forum diskusi dan pengembangan keterampilan.

‎Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nur Hidayat tidak menampik realita yang terjadi. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengawasi jalannya kebijakan pemerintah di bidang pendidikan agar benar-benar dapat diakses seluruh masyarakat.

Ketua IKA PMII Jepara, Kusdiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan selapanan ini rutin dilaksanakan,  dengan tema-tema yang relevan dengan kondisi masyarakat.

“Pada malam ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Harapannya semua bisa memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan sesuai profesi dan skill masing-masing,” pungkasnya.(KA)

Related posts

Polisi Bekuk Pencuri Baterai Tower di Pakis Aji 

Wujudkan Jalan Jepara Mulus, Bupati Jepara Alokasikan Rp 200 Miliar Pertahun

Tingkatkan Efektivitas Kinerja, 7 Pejabat Pemkab Jepara Dirotasi