SEMARANG | GISTARA. COM – Ajang pameran UMKM Grande yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Tengah resmi digelar di Paragon Mall Semarang. Pameran ini mengusung konsep GRANDE “Green, kerakyatan, Digital dan Export” dengan harapan Tumbuh, Tangguh, dan mendunia, sebagai bentuk dorongan bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk lebih ramah lingkungan dalam aktivitas ekonomi.
Ada kegiatan menarik yang mencuri perhatian pengunjung dalam pameran ini. Setiap pembelian produk UMKM dengan minimal transaksi Rp 250.000, pengunjung berhak mendapatkan voucher yang dapat ditukarkan dengan bibit pohon buah. Program ini menjadi wujud nyata bahwa belanja produk lokal sekaligus bisa ikut menghijaukan lingkungan.
Bibit pohon buah yang dibagikan kepada pengunjung ternyata diperoleh dari Badan Usaha Milik RW 06 Tendoksari, Desa Tahunan, Jepara. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi antara UMKM binaan Bank Indonesia dengan unit usaha tingkat RW yang fokus pada pertanian dan penghijauan.
BACA JUGA: Tim GEOLIVE UGM Dukung Pengembangan Sektor Pariwisata dan Pelestarian Budaya Jepara
Menurut Deputi Kepala perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Andi Reina Sari, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal sederhana. “Bagus sekali bila ucapan selamat atau hadiah diwujudkan dalam bentuk pohon buah. Nantinya pohon itu akan tumbuh, berbuah, dan memberikan kemanfaatan jangka panjang,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran.
Hal senada disampaikan Suhartono, pengurus Bumwe Tendoksari Tahunan. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam dapat memberikan kesejahteraan. “Misal kita tanam pohon, ketika berbuah akan menjadi sedekah bagi yang mengambilnya. Tidak hanya manusia, tapi juga hewan seperti burung dan lainnya ikut menikmati,” ujarnya pada gistara.com, (10/5/2026)
BACA JUGA: Dorong Seni Ukir Jepara Mendunia, Taj Yasin Soroti Regenerasi Pengukir
Suhartono menambahkan, Bumwe Tendoksari memang fokus mengembangkan pembibitan buah lokal unggul seperti jambu kristal, mangga, dan alpukat. Melalui pameran ini, pihaknya berharap produk bibit dari tingkat RW bisa dikenal lebih luas dan menggerakkan budaya menanam di perkotaan.
Pengunjung pameran menyambut antusias program tukar voucher bibit ini. Selain bisa mendukung UMKM, mereka juga pulang membawa bibit yang bisa ditanam di pekarangan rumah. “Jadi belanja dapat produk, dapat pahala jariyah juga dari pohon,” kata Rina, salah satu pengunjung asal Semarang.
Dengan adanya program ini, Bank Indonesia KPW Jawa Tengah berharap isu sustainability tidak hanya jadi jargon. Semoga kepedulian seperti ini semakin marak digalakkan sehingga alam kita lebih lestari dan UMKM naik kelas dengan cara yang berdampak bagi lingkungan.(KA)