Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, September 29, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Budaya

Sunyi Klakson di Serawak: Pelajaran Etika Berlalu Lintas untuk Indonesia

by Redaksi 28/06/2026
Redaksi 28/06/2026 234 views
Ilustrasi jalanan di Serawak Malaysia
234

SERAWAK | GISTARA. COM – Selama tiga hari melakukan kegiatan penelitian akademik di Serawak, Malaysia , kami memperoleh pengalaman yang tampak sederhana, tetapi menyimpan makna besar bagi kehidupan masyarakat. Di tengah aktivitas perkotaan yang ramai, kendaraan roda dua maupun roda empat terus berlalu-lalang. Namun, ada satu hal yang hampir tidak kami dengar bunyi klakson. Tandas Shohibul Itmam didampingi Maarif dari UIN Sunan Kudus Indonesia, Minggu (28/6/2026).

Fenomena ini bukan berarti jalanan selalu lengang. Lalu lintas tetap padat pada jam-jam tertentu, tetapi para pengendara tampak mengutamakan kesabaran, menjaga jarak aman, serta mematuhi aturan sehingga klakson tidak menjadi alat untuk meluapkan emosi atau memaksa pengguna jalan lain memberi jalan.

BACA JUGA: Muharram Penuh Berkah, Pemkab bersama BAZNAS Jepara Santuni 827 Anak Yatim 

Bagi masyarakat Indonesia, suara klakson telah menjadi bagian dari keseharian. Klakson sering kali dibunyikan bahkan ketika lampu lalu lintas baru berubah hijau beberapa detik, ketika kendaraan di depan dianggap terlalu lambat, atau sekadar sebagai bentuk ketidaksabaran. Akibatnya, kebisingan menjadi sesuatu yang dianggap lumrah.

Pengalaman di Serawak menunjukkan bahwa budaya tertib berlalu lintas tidak hanya dibangun melalui regulasi yang tegas, tetapi juga melalui kesadaran kolektif masyarakat. Klakson digunakan sebagaimana mestinya, yakni sebagai alat peringatan dalam kondisi darurat, bukan sebagai sarana mengekspresikan emosi.

Dari perspektif hukum, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas mencerminkan tingginya budaya hukum, Legal Culture.

Shohibul Itmam dan Maarif dari UIN Sunan Kudus di Serawak Malaysia

Penegakan hukum memang penting, tetapi yang lebih menentukan adalah kesadaran masyarakat untuk menaati aturan tanpa harus selalu diawasi aparat.

Dalam perspektif Islam, etika di ruang publik juga memiliki landasan yang kuat. Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang muslim tidak mengganggu orang lain, baik melalui ucapan maupun perbuatan.

Kebisingan yang tidak perlu, termasuk penggunaan klakson secara berlebihan, dapat mengurangi kenyamanan masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai kemaslahatan.

BACA JUGA: Mahasiswa UIN Sunan Kudus Beri Catatan Kritis soal Program MBG

Pengalaman singkat di Serawak memberikan pelajaran bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur yang megah atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari perilaku warganya dalam menghormati hak orang lain. Jalan raya menjadi ruang bersama yang menuntut etika, disiplin, dan rasa saling menghargai.

Masyarakat Indonesia tentu memiliki karakter sosial yang berbeda dengan Malaysia. Namun, bukan berarti budaya tertib tersebut tidak dapat diwujudkan. Pendidikan berlalu lintas sejak usia dini, penegakan hukum yang konsisten, dan keteladanan dari setiap pengguna jalan dapat menjadi langkah awal membangun budaya berkendara yang lebih beradab.

Tiga hari tanpa mendengar klakson mungkin terdengar sebagai pengalaman biasa. Akan tetapi, bagi kami sebagai peneliti, pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa ketenangan di jalan merupakan cerminan kedewasaan masyarakat dalam menaati hukum dan menghormati sesama. Barangkali, Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak klakson, melainkan lebih banyak kesabaran dan kesadaran hukum di jalan raya. (KA/SI)

KesadaranKlaksonSerawak Malaysia
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Cetak Kader Militan Ala Ahlussunnah wal Jama’ah, PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan Gelar PKD
next post
Perkuat Peran Perempuan, KPI Jepara Dikukuhkan

You may also like

Pawai Ta’aruf MTQ XXXI,  Membumikan Al-Quran dan Perkuat Persatuan

12/09/2026

Cakra Bumi Jepara, Jaga Lentera Budaya Lewat Kirab Pusaka

26/08/2026

Semarak Karnaval RW 03 Suwawal, Wujudkan Kemerdekaan dalam Kerukunan dan Kebersamaan

23/08/2026

Kirab Budaya Gerakkan Ekonomi Wong Cilik

18/08/2026

Jepara Art Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Kenalkan Budaya Jepara ke Pentas Dunia

15/08/2026

Jejak Rahayu Kiswara Meniti di Dunia Sinden

30/07/2026

Terkini

  • Kusta Masih Mengintai Anak, Pemkab Jepara Gandeng Guru Percepat Eliminasi Kusta

    28/09/2026
  • Salat Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    28/09/2026
  • 1.214 Remaja Ikuti Invitasi PMR Jepara, Asah Keterampilan dan Jiwa Kemanusiaan

    27/09/2026
  • Sempat Salah Tetapkan Juara, Jepara Akhirnya Dinobatkan Juara Umum OSKANU IV Tingkat Jawa Tengah

    27/09/2026
  • BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Mulai November

    27/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here